Ida Latifatul Umroh
Universitas Islam Darul Ulum Lamongan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

SYI’IR ARAB DALAM PRESPEKTIF SEJARAH Ida Latifatul Umroh
Dar el-Ilmi : jurnal studi keagamaan, pendidikan dan humaniora Vol 3 No 2 (2016): Oktober
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejarah mencacat, bahwa bersyi’ir sudah menjadi kebiasaan masyarakat Arab jahily, bagi mereka syi’ir adalah tanda keluhuran. Seseorang dikatakan terhormat, berpendidikan, dan bijaksana jika ia pandai menggubah syi’ir. Kebiasaan bersyi’ir tidak berhenti pada masa itu saja, tetapi terus berlanjut sampai Islam datang. Islam datang dengan al-Qur’an yang bahasanya tidak terkalahkan oleh karya sastra manapun, sehingga masyarakan Arab merasa tersaingi dan mereka tertantang untuk membuat karya yang lebih indah dari al-Qur’an. Sekeras apapun usaha yang mereka lakukan untuk menyaingi al-Qur’an, tidak akan bisa hal itu terjadi, karna al-Qur’an bukan hasil karya manusia tapi wahyu dari Allah. Dan pada masa selanjutnya perhatian masyarakat terhadap syi’ir mulai berkurang, hal tersebut disebabkan umat Islam lebih memperhatikan penyebaran agama Islam dan ilmu pengetahuan, sehingga tidak banyak masyarakat Arab menggubah syi’ir seperti yang dilakukan pada masa jahily. Sedangkan syi’ir pada masa modern bentuk dan isinya terpengaruh dari Barat. Tidak itu saja, ia juga mulai tersaingi dengan karya sastra lain yang berasal dari Barat.