Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMANFAATAN TEKNOLOGI FOTHOVOLTAIC SURYA PADA KAWASAN AGRO-WISATA-HALAL (STUDI KASUS: MULYAHARJA & RANCAMAYA, BOGOR) MDD Maharani; Laila Febrina
Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK) Vol. 1 (2022): April
Publisher : Sahid University Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/snpk.vol1.2022.51

Abstract

Dampak perang Rusia dan Ukraina mencakup di bidang energi, karena Rusia terkena sanksi sebagai penghasil minyak dan gas dalam jumlah besar. Transisi ke Energi Baru Terbaru pun digaungkan oleh sejumlah negara untuk mengurangi ketergantungan pada produk hidrokarbon Rusia. Untuk memanfaatkan potensi energi terbarukan energi surya tersebut, dikenal 2 (dua) macam teknologi yaitu: (i) Teknologi energi surya photovoltaic, dan (ii) Teknologi energi surya termal. Di sisi lain, permintaan energipunmeningkat terjadi di kawasan wisata terutama pada daerah-daerah dengan kondisi iradiasi matahari yang tinggi. Oleh sebab itu kombinasi energi berbahan bakar fosil dan panas surya menjadi alternatif strategi bagi Pengelola Wisata. Namun demikian, kebutuhan energi yang dibantu tenaga surya belum banyak digunakan di kawasan wisata, karena banyak hambatan antara lain tingginya biaya investasi teknologi surya. Tujuan penelitian: (i) Menginventarisasi komponen-komponen penting dan dibutuhkan dalampemanfaatan teknologi photovoltaic; (ii) Membuat desain dan merekomendasikan Pusat Listrik Tenaga Surya untuk konsumsi daya skala kecil dengan teknologi photovoltaic pada kawasan agro-wisata-halal. Penelitian dilakukan dengan tiga tahapan, tahap-1 mengiventarisasi data menghitung Kebutuhan Daya Listrik dan Kebutuhan Panel Surya. Tahap-2 menentukan Penggunaan dan Kapasitas Baterai. Tahap-3 menentukan Inverter dan Solar Charge Controler (SCC). Analisis yang digunakan perhitungan matematik. Desain PLTS konsumsi daya skala kecil dengan teknologi photovoltaic pada kawasan Agro Wisata dengan beban 3.500 Watt di lokasi agro-wisata, diperlukan peralatan sebagai berikut: (i) Panel surya sebanyak 30 buah (Wp = 35 Wp); (ii) Baterai sebanyak 74 pcs; (iii) Inventer sebesar 700 watt, serta (iv) SCC sebanyak 30 buah (10 A).
EDUKASI PEMANFAATAN ENERGI SURYA KAWASAN AGRO EKOWISATA ORGANIK, MULYAHARJA BOGOR MDD Maharani; Marlinda Irwanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Keguruan dan Pendidikan (JPM-IKP) Vol 6, No 1 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat (JPM-IKP)
Publisher : FKIP Universitas Trilogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31326/jmp-ikp.v6i1.1635

Abstract

Ketersediaan dan kebutuhan energi memiliki peran yang sangat penting bagi Pengelola Agro Ekowisata Organik (AEWO) di Mulyaharja, Bogor karena merupakan salah satu sumber konflik kepentingan di bidang pertanian dan pariwisata. Salah satu komponen daya tarik wisata adalah aktivitas pertanian ramah lingkungan yang harus dikomunikasikan, karena berkontribusi pada wisata. Permasalahan yang dihadapi mitra pengelola AEWO adalah Kebutuhan Daya Listrik (KDL) yang harus berbagi antara aktivitas pariwisata dan pertanian. Kondisi KDL untuk aktivitas pertanian sering dikalahkan ketika KDL yang menunjang wisata (lampu-lampu penerangan di warung-warung untuk menyediakan makanan dan minuman bagi para wisatawan) dinilai lebih prioritas. Keberlanjutan AEWO tidak dapat dipisahkan dari aktivitas pertanian itu sendiri. Edukasi pemanfaatan energi surya bertujuan untuk mengurangi konflik KDL bersama dengan kebijakan operasional per jam yang optimal untuk penggunaan listrik secara adil, terbuka, dan transparan. Tahapan pelaksanaan kegiatan pengabdian pada masyarakat adalah: (1) Diskusi tim pengabdi dengan pihak mitra (pengelola AEWO dan petani organik); (2) Observasi lokasi; (3) Diskusi pelaksanaan; (4) Sosialisasi dan pendampingan keterampilan penciptaan prototip dengan pemanfaatan energi surya, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan mampu meningkatkan pemahaman penggunaan energi surya bagi pengelola wisata dan petani. Keberhasilan program ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan AEWO yang dapat direplikasi ke desa wisata lainnya.