Pemanenan air hujan (PAH) merupakan cara yang digunakan untuk mengumpulkan dan menyimpan air hujan dari atap rumah, atap gedung atau di permukaan tanah pada saat hujan. Sebagai salah satu sumber air bersih, pemanfaatan air hujan dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan kelangkaan air bersih, mengurangi volume air limpasan hujan dan mengisi kembali air tanah terutama di perkotaan. Pesatnya pertumbuhan penduduk di perkotaan memicu konsekuensi bahwa terjadi penurunan debit air tanah karena konsumsi yang berlebihan yang diperparah dengan pengurangan lahan tangkapan air hujan karena banyak lahan terbuka dikonversi menjadi areal bangunan. Hal ini akan memicu terjadinya kelangkaan air tanah sekaligus memicu terjadinya banjir. PAH merupakan salah satu alternatif untuk mengurangi terjadinya hal tersebut. Dengan cara ini suplai air bersih dari PDAM maupun dari air tanah dapat dihemat dan kelebihan airnya dapat diresapkan di sumur resapan sehingga dapat membantu pengisian kembali air tanah. Penelitian ini dilakukan selama tiga hari. Penampungan air dilakukan sekitaran dari pukul 15: 17 – 16:05 selama tiga hari. Jumlah air hujan yang dapat tertampung dalam sehari adalah 98 liter (0,098 m3). Sehingga jumlah air yang tertampung selama tiga hari adalah 0,098 m3 x 3 = 0,294 m3. Penampungan yang dugunakan pada penelitian ini adalah penampungan air dengan kapasitas 120 liter (digunakan untuk menampung air hujan) serta satu tendon untuk sumur bor dengan kapasitas 1200 liter yang menjadi sumber air kontrakan dan nantinya akan menjadi media tamping. Karena kebutuhan air bersih penghuni kontrakan dalam sehari adalah 0,48 m3