Fitri Auliani
Universitas Syiah Kuala

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

INTERVENSI TEAM BUILDING VIRTUAL DALAM MENINGKATKAN KEPERCAYAAN INTERPERSONAL ANTAR ANGGOTA KELOMPOK Irin Riamanda; Asti Yuliadha; Fitri Auliani; Nada Salsabila; Rayhanah Rayhanah; Farah Salisha; Nadhira Aulia
Jurnal Psikologi Malahayati Vol 5, No 1 (2023): Jurnal Psikologi Malahayati
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v5i1.8782

Abstract

AbstrakPerkuliahan daring yang dilakukan karena pandemi Covid-19 menyebabkan adanya temuan konflik dan rasa tidak percaya yang dialami oleh mahasiswa baru di salah satu Fakultas di Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas intervensi team building dalam meningkatkan kepercayaan interpersonal antar anggota kelompok. Penelitian ini merupakan studi eksperimen sederhana satu kelompok studi sebelum dan sesudah tes (pre-experimental one group pre post study). Intervesi team building yang dilakukan pada penelitian ini berupa intervensi dalam jaringan (virtual). Subjek penelitian terdiri atas 13 mahasiswa baru. Subjek diberikan pengukuran melalui skala kepercayaan interpersonal sebelum dan setelah selesai intervensi dilakukan. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa intervensi yang dilakukan memberikan pengaruh terhadap kepercayaan interpersonal anggota kelompok. Terdapat peningkatan kepercayaan interpersonal anggota kelompok setelah diberi intervensi. Meskipun diberikan secara virtual, perubahan yang signifikan ini dapat disebabkan oleh pengalaman virtual memberikan hal yang lebih berkesan sehingga membuat mahasiswa lebih engaged dengan kelompoknya. Studi pre-experimental ini dapat dijadikan landasan untuk melihat pengaruh intervensi team building terhadap kepercayaan interpersonal melalui studi eksperimen murni. Mengingat perkembangan teknologi yang begitu pesat, berdasarkan hasil studi ini juga dapat dikembangkan berbagai intervensi psikologis lainnya yang berbasis internet (virtual). Kata Kunci: Intervensi, Kepercayaan Interpersonal, Team Building Metode Daring   AbstractOnline lectures due to the Covid-19 pandemic led to findings of conflict and distrust experienced by new students at one of the faculties in Aceh. This study aims to determine the effectiveness of team building interventions in increasing interpersonal trust among group members. This study was a simple experimental study of one study group (pre-experimental one group pre post study). The team building intervention was a network intervention (virtual). The subjects consisted of 13 new students. Subjects were given measurements through the interpersonal trust scale before and after the intervention was completed. The measurement results showed that the intervention has an influence on the interpersonal trust of group members. There is an increase in interpersonal trust of group members after being given the intervention. Even though it was delivered virtually, this significant change could be caused by the virtual experience providing a more memorable thing that made students more engaged with their group. This pre-experimental study can be used as a reference to evaluate the effect of team building intervention on interpersonal trust by conducting a pure experimental study. Given the rapid development of technology, based on the results of this study, various other internet-based psychological interventions (virtual) can also be developed. Keywords: Intervention, Interpersonal Trust Virtual Team Building
Poligami dan Ketahanan Keluarga Masyarakat Aceh Fitri Auliani; Ulya Layyina; Mutia Arrisha; Haiyun Nisa
Musãwa Jurnal Studi Gender dan Islam Vol. 20 No. 1 (2021)
Publisher : Sunan Kalijaga State Islamic University & The Asia Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/musawa.2021.201.59-68

Abstract

Berbagai permasalahan keluarga seperti pernikahan tidak tercatat, pernikahan siri, perkawinan anak, poligami, perceraian  dan sebagainya memerlukan perhatian khusus. Sebagai bentuk solusi, para pemangku kebijakan merumuskan Qanun Hukum Keluarga yang bertujuan untuk mengatur kehidupan keluarga masyarakat Aceh yang berlandaskan syariat Islam sehingga mampu membentuk ketahanan keluarga. Ketahanan keluarga diatur melalui pendidikan pra nikah, tercatat secara resmi dalam dokumen negara, perceraian dilakukan dipengadilan, peminangan disesuaikan dengan kearifan lokal, pengaturan persyaratan administrasi seperti harus bebas dari pengaruh narkotika dan obat terlarang, sanksi dan sebagainya. Namun, Rancangan Qanun Hukum Keluarga justru menuai polemik yang mengarah kepada regulasi poligami. Kredibilitas regulasi poligami dalam menyokong ketahanan keluarga masih dipertanyakan. Tinjauan naratif ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai pengesahan regulasi poligami terhadap ketahanan keluarga masyarakat Aceh. Adapun metode penelitian menggunakan pendekatan studi pustaka (literature review) dengan metode penulisan artikel merujuk pada narrative review. Hasil kajian literatur didapatkan bahwa secara teoritis, regulasi poligami memberikan pengaruh positif maupun negatif pada keluarga poligami. Namun ketika disandingkan dengan ketahanan keluarga yang merupakan esensi dari Qanun Hukum Keluarga, maka regulasi poligami tidak dapat menjamin terbentuknya ketahanan keluarga pada masyarakat Aceh.   [Various family problems such as unregistered marriages, unregistered marriages, child marriages, polygamy, divorce and so on require special attention.As a solution, policymakers formulated Qanun Hukum Keluarga which aims to regulate the family life of the Acehnese people based on Islamic law so that they can build family resilience. However, the Draft of Qanun Hukum Keluarga has resulted in a polemic that leads to the regulation of polygamy. The credibility of the polygamy regulation in supporting family resilience is still questionable. This narrative review aims to provide an overview of the legalization of polygamy regulations on the resilience of families in Aceh. The research method uses a literature review approach with an article writing method referring to a narrative review. This study discovered that theoretically, polygamy regulation has either a positive or negative effect on polygamous families. Therefore, when juxtaposed with family resilience, which is the essence of the Qanun Hukum Keluarga, the regulation of polygamy cannot guarantee the formation of family resilience in Acehnese society.]