Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Kajian Konsentrasi Pupuk Organik Cair Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Jagung Manis (Zeamays L): Study of the Concentration Liquid Organic Fertilizer on The Growth and Yield of Sweet Corn (Zea mays saccarata L.) muryanto; Priyono; Siswadi
Planta Simbiosa Vol 5 No 2 (2023)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jplantasimbiosa.v5i2.3215

Abstract

Corn (Zea mays saccarata L.) is one of the food crops that has strategic value, the need for sweet corn in Indonesia continues to increase along with the increasing population and its use as a processed product. This study aims to compare the effect of Rabbit LOF, Goat LOF, and Cow LOF applications on sweet corn plants (Zea mays saccarata L). The method used was a single-factor Randomized Complete Group Design (RCBD), there were 10 experimental units, each experimental unit was repeated 3 (three) times. This study used the following treatments: without control treatment (K0), dose of Rabbit LOF 40 ml/L water (K1), Rabbit LOF 40 ml/L water (K2), Rabbit POC 60 ml/L water (K3), Goat POC 20 ml/L water (K4), Goat LOF 40 ml/L water (K5), Goat LOF 60 ml/L water (K6), Cow LOF 25 ml/L water (K7), Cow LOF 50 ml/L water (K8), Cow LOF 75 ml/L water (K9). Observation data were analyzed using ANOVA and continued using BNT test at 1% level. The results showed that giving the concentration of 20 ml/L LOF Rabbit gave the best results on the weight parameter of the cob weight of 256, 17 g/plant or 25, 62 tons/ha.
Study of Phosphate Fertilizer Dosage and Boron Trioxide Fertilizer Concentration on Soybean Seed Yield and Quality (Glycine max [L.] Merill): Kajian Dosis Pupuk Fosfat dan Konsentrasi Pupuk Boron Trioksida Terhadap Hasil dan Mutu Benih Kedelai (Glycine max [L.] Merill) Muhammad Pambudi; Priyono; Siswadi
JURNAL AGRI-TEK : Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Eksakta Vol. 25 No. 2 (2024): JURNAL AGRI-TEK
Publisher : Universitas Merdeka Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33319/agtek.v25i2.173

Abstract

Soybean production in Indonesia is very fluctuating and tends to decline. The availability of quality soybean seeds is a problem being faced today. Phosphorus is a nutrient that plays a role in the formation of fruits and seeds. Boron is a nutrient that is involved in the germination of pollen and the formation of seeds. The aim of this research is to determine the effect of phosphate and boron fertilizers on the yield and quality of soybean seeds. This research was conducted from October 2023 to March 2024 at the Horticultural Seed Garden in Tohudan, Colomadu District, Karanganyar Regency, and the Plant Production Laboratory, Faculty of Agriculture, Slamet Riyadi University Surakarta. The research design uses a Completely Randomized Block Design (CRBD) where the first factor is phosphate fertilizer and the second factor is boron fertilizer. The conclusion of this study is that phosphate fertilizer at doses between 100 kg ha-1 and 200 kg ha-1 yields the best results for flowering time (34.42 days after planting), number of filled pods (106.00 pods), number of pods per plant (109.64 pods), and number of seeds per pod (2.64 seeds). Boron fertilization at a concentration of 0.29 g L-1 also provides the best results for flowering time (34.08 days after planting), number of filled pods (105.96 pods), number of pods per plant (108.47 pods), and number of seeds per pod (2.58 seeds). There is an interaction between boron and phosphate fertilization regarding the number of pods per plant and the number of seeds per pod. Phosphate and boron fertilization did not affect the weight of 100 seeds, germination rate, vigor index, and seed growth rate. Produksi kedelai di Indonesia sangat fluktuatif bahkan cenderung menurun. Ketersediaan benih kedelai bermutu menjadi permasalahan yang dihadapi saat ini. Fosfat merupakan unsur hara yang berfungsi dalam pembentukan buah dan biji-bijian. Boron merupakan unsur hara yang berperan dalam pembentukan perkecambahan serbuk sari dan pembentukan biji. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pupuk fosfat dan boron terhadap hasil dan mutu benih kedelai. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2023 hingga Maret 2024 di Kebun Benih Hortikultura Tohudan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar dan Laboratorium Produksi Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Slamet Riyadi Surakarta. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dimana faktor pertama adalah pupuk fosfat dan faktor kedua adalah pupuk boron. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pupuk fosfat pada dosis antara 100 kg ha-1 – 200 kg ha-1 memberikan hasil terbaik terhadap waktu berbunga (34.42 HST), jumlah polong bernas (106.00 polong), jumlah polong per tanaman (109.64 polong), dan jumlah biji per polong (2.64 butir). Pemupukan boron dengan konsentrasi 0.29 g L-1 memberikan hasil terbaik terhadap waktu berbunga (34.08 HST), jumlah polong bernas (105.96 polong), jumlah polong per tanaman (108.47 polong), dan jumlah biji per polong (2.58 butir). Terdapat interaksi antara pemupukan boron dan fosfat terhadap jumlah polong per tanaman dan jumlah biji per polong. Pemupukan fosfat dan boron tidak berpengaruh terhadap bobot 100 butir, daya berkecambah, indeks vigor, dan kecepatan tumbuh benih.
Pengaruh Penggunaan Pupuk Organik Kotoran Ayam Dan Pupuk KCl Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Varietas Brebes Mahfud Arifin; Priyono; Efi Nikmatu Sholihah
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 4 No. 2 (2026): May : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v4i2.1167

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi dosis pupuk kotoran ayam dan pupuk KCl terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L.). Penelitian dilaksanakan pada Juni hingga juli 2025 di Kebun Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura Tohudan, Karanganyar, menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan dua faktor perlakuan, yaitu pupuk kotoran ayam (0, 7,5, 10, dan 12,5 ton/ha) dan pupuk KCl (0, 100, 200, dan 300 kg/ha), yang dikombinasikan menjadi 16 perlakuan dan diulang sebanyak tiga kali. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, umur panen, banyak umbi, berat umbi basah dan kering, persentase susut bobot umbi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pupuk kotoran ayam dan pupuk KCl masing-masing berpengaruh nyata terhadap sebagian besar parameter pertumbuhan dan hasil. Interaksi signifikan antara kedua jenis pupuk terjadi pada umur panen, banyak umbi, berat umbi basah dan kering. Kombinasi pupuk organik dan anorganik memberikan pengaruh sinergis terhadap ketersediaan unsur hara, sehingga mendukung pertumbuhan vegetatif dan generatif tanaman kacang hijau. Dengan demikian, penggunaan kombinasi pupuk kotoran ayam dan KCl dapat menjadi strategi pemupukan yang efektif dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau secara berkelanjutan.
Pengaruh Konsentrasi Pupuk Organik Cair Nasa dan PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Terung (Solanum melongena L.) Andika Dio Prasetyo; Priyono; Efi Nikmatu Sholihah
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 4 No. 2 (2026): May : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v4i2.1180

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi kombinasi Pupuk Organik Cair NASA dan PGPR terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terung (Solanum melongena L.) varietas Mustang Hibrida F1. Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan dua faktor, yaitu konsentrasi Pupuk Organik Cair NASA (0 ml/ℓ, 22,5 ml/ℓ, dan 45 ml/ℓ) dan PGPR (0 ml/ℓ, 20 ml/ℓ, 40 ml/ℓ, dan 60 ml/ℓ), sehingga terdapat 12 kombinasi perlakuan. Kombinasi perlakuan ditempatkan secara acak di setiap (blok) ulangan, dengan masing-masing perlakuan diulang tiga kali sehingga terdapat 36 satuan percobaan. Data dianalisis menggunakan sidik ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf 5% dan 1%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pupuk Organik Cair NASA dan PGPR tidak berpengaruh nyata terhadap parameter pertumbuhan (tinggi tanaman, jumlah daun, dan umur berbunga) maupun parameter hasil (jumlah buah per tanaman, berat per buah, berat buah per tanaman, panjang rata-rata buah, dan diameter buah), serta tidak terjadi interaksi antar perlakuan.