Ni Wayan Rahayu Ningtyas
STIKes Borneo Cendekia Medika

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH KOMBINASI PROGRESSIVE MUSCLE RELAXATION DAN SENAM KAKI TERHADAP KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE II DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MENDAWAI Yanti Nursalehah; Ni Wayan Rahayu Ningtyas; Rukmini Syahleman
Jurnal Kesehatan Borneo Cendekia Vol 6 No 2 (2022): Jurnal Borneo Cendekia
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54411/jbc.v6i2 Desember.313

Abstract

Latar Belakang : Diabetes mellitus tipe II merupakan kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia akibat kelainan pada sekresi insuli dan kinerja insulin. Masalah utama penderita diabetes mellitus tipe II adalah kadar glukosa darah yang tidak terkontrol. Kunci utama untuk mencegah komplikasi dan menjaga kondisi kesehatan diabetes mellitus tipe II adalah mengontrol kadar gula darah. Intervensi yang dapat dilakukan adalah aktivitas fisik dan relaksasi. Kombinasi progressive muscle relaxation dan senam kaki merupakan kombinasi latihan relaksasi pada otot dengan latihan senam kaki yang dilakukan untuk menurunkan kadar gula darah. Tujuan : Mengidentifikasi pengaruh kombinasi progressive muscle relaxation dan senam kaki terhadap kadar gula darah pada pasien diabetes mellitus tipe II di wilayah kerja Puskesmas Mendawai. Metode : Jenis penelitian ini adalah eksperimental dengan desain pre experimental design dengan rancangan one group pretest-posttest design dengan metode pendekatan propotional cluster random sampling. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 61 orang dengan jumlah sampel 30. Uji univariat dengan distribusi frekuensi dan uji bivariat menggunakan uji paired sample T-Test. Hasil : Sebelum dan sesudah diberikan intervensi didapatkan sebagian besar kadar gula darah responden dengan kategori diabetes, dengan jumlah sebelum intervensi 19 responden (63,4%) dan setelah diberikan intervensi sebanyak 17 responden (56,6%). Hasil uji paired sample T-Test diperoleh hasil p-value = 0,000, dimana p-value ≤ α (0,05). Kesimpulan : Ada pengaruh kombinasi progressive muscle relaxation dan senam kaki terhadap kadar gula darah pasien diabetes mellitus tipe II di wilayah kerja puskesmas Mendawai.
HUBUNGAN PENYAKIT KOMORBID DENGAN MORBIDITAS COVID-19 DI RUANG ISOLASI RSUD SULTAN IMANUDDIN PANGKALAN BUN Ni Wayan Rahayu Ningtyas; Yayat Supriyatna; Irma Wahyuni
Jurnal Kesehatan Borneo Cendekia Vol 7 No 1, (2023): Jurnal Borneo Cendekia
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54411/jbc.v7i1, Maret.453

Abstract

Covid-19 merupakan virus jenis baru yang ditemukan pada tahun 2019 dan belum diidentifikasi menyerang manusia sebelumnya. Wabah virus baru ini berkembang menjadi pandemi di hampir seluruh dunia dimana setiap Negara melaporkan adanya kasus tersebut. Penyebaran virus ini sifatnya menyebar melalui droplet sehingga menular dengan sangat cepat. Virus ini sangat berbahaya apabila menginfeksi karena dapat menyebabkan kematian. Pasien dengan penyakit komorbid/penyakit penyerta merupakan salah satu kelompok yang sangat rentan terpapar virus di masa pademi Covid-19. Seseorang dengan komorbid yang terkonfirmasi Covid-19 berpotensi besar mengalami perburukan klinis sehingga meningkatkan risiko kematian. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan penyakit komorbid dengan morbiditas Covid-19 di Ruang Isolasi RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun. Metode penelitian: penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan survei case dengan pendekatan retrospective. Uji spss yang digunakan adalah uji rank spearman. Hasil penelitian: hasil uji rank spearman dengan menggunakan program spss didapatkan nilai p-value = 0.01 dengan coefficient correlation = 0.257. Simpulan : terdapat hubungan penyakit komorbid dengan morbiditas Covid-19 di Ruang Isolasi RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun. Saran: diharapkan instansi kesehatan dapat meningkatkan fasilitas, sumber daya manusia, serta pelayanan terkait perawatan dan pengobatan Covid-19 di Ruang Isolasi Covid-19.
PENGARUH TEKNIK PERNAPASAN BUTEYKO TERHADAP FREKUENSI KEKAMBUHAN PASIEN ASMA DI RSUD SULTAN IMMANUDIN PANGKALAN BUN KOTAWARINGIN BARAT KALIMANTAN TENGAH Wahyudi Qorahman MM; Ni Wayan Rahayu Ningtyas; Christoforus Emanuel Mauk
Jurnal Kesehatan Borneo Cendekia Vol 7 No 1, (2023): Jurnal Borneo Cendekia
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54411/jbc.v7i1, Maret.454

Abstract

Latar Belakang : Asma merupakan gangguan yang terjadi pada bagian bronkus dan pada bagian trakea yang memiliki reaksi berlebihan terhadap stimulus tertentu dan bersifat reversible dimana keluhan yang biasa dirasakan atau dialami oleh penderitanya adalah sesak napas. Tercatat terdapat sekitar 300 juta orang penderita asma di seluruh dunia dan Kalimantan Tengah menempati urutan keempat provinsi di Indonesia yang memiliki prevalensi terbanyak penderita asma. Teknik pernapasan buteyko digunakan sebagai pengobatan non farmakologi yang bertujuan untuk menurunkan gejala kekambuhan asma dan mencegah bertambah parahnya asma. Tujuan menganalisis pengaruh teknik pernapasan buteyko terhadap frekuensi kekambuhan pasien asma di RSUD Sultan Immanudin Pangkalan Bun.Metode: Penelitian pre eksperimen menggunakan desain one group pretest posttest dengan metode pendekatan consecutive sampling. Responden pada penelitian ini sebanyak 30 orang. Pengukuran dilakukan dengan kuesioner lembar observasi mingguan. Analisis statistik menggunakan uji T-Dependen.Hasil: Jumlah usia terbanyak yaitu 12-16 tahun sebesar 26,7% dengan jenis kelamin perempuan sebesar 56,7% dengan tingkat pendidikan terbanyak SD dan SMP sebesar 26,7% dengan lama mengidap penyakit asma 1 tahun sebanyak 46,7%. Hasil analisis uji T-Dependen menunjukan nilai p = 0,000 yang berati p < 0,05. Kesimpulan: Terdapat efektivitas teknik pernapasan buteyko terhadap frekuensi kekambuhan pasien asma di RSUD Sultan Immanudin Pangkalan Bun.