Hipertensi merupakan penyakit kardioveskuler yang sering terjadi di masyarakat. Pengobatan non farmakologis digunakan untuk pelengkap pengobatan farmakologis yaitu relaksasi autogenik yang berasal dari kesadaran diri dan tubuh untuk menurunkan tekanan darah tinggi yang disebabkan oleh trauma atau stres. Relaksasi autogenik adalah pendekatan yang berasal dari kesadaran diri dan tubuh untuk menurunkan tekanan darah tinggi yang disebabkan oleh trauma atau stres dengan mengendalikan otot dan tonus hati. Relaksasi spontan akan membantu tubuh menjalankan perintah melalui sugesti relaksasi diri. Relaksasi spontan akan membantu tubuh menjalankan perintah melalui sugesti relaksasi diri, sehingga mengontrol tekanan darah, detak jantung dan suhu tubuh. Tujuan penelitan ini adalah Menganalisis pengaruh relaksasi autogenik terhadap tekanan sistol dan diastol pada lansia dengan hipertensi.Jenis penelitian ini Quasi experimental pendekatan two group pre-posttest 30 responden, 15 kelompok intervensi 15 kelompok kontrol. Pengukuran tekanan darah relaksasi autogenik menggunkan lembar observasi pre-posttest. Hasil penelitian didapatkan ada perbedaan signifikan tekanan darah sebelum dan sesudah dilakukan intervensi relaksasi autogenik, pada kelompok intrevensi sebelum sistol 156,53 sesudah 135,20 dengan selisih 21,33 dan sebelum diastol 94,67 sesudah 84,00 dengann selisih 10,67 sedangkan pada kelompok kontrol sebelum sistol 153,87 sesudah 147,20 dengan selisih 6,67 dan sebelum diastol 95,47 sesudah 91,73 dengan selisih 3,74. Hasil uji Wilcoxon pada kelompok intervensi sistol dan diastol p value 0,001 sedangkan pada kelompok kontrol sistol p value 0,007 diastol 0,016. Hasil uji Mann Whitney tekanan darah sistol p value 0,002 sedangkan diastole p value 0,004. Kesimpulan ada pengaruh relaksasi autogenik terhadap tekanan sistol dan diastol pada lansia dengan hipertensi.