Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN DIET RENDAH PURIN PADA PENDERITA GOUT ARTHRITIS Gusti Ahmad Sabrawi; Rukmini Syahleman; Sri Rahayu
Jurnal Kesehatan Borneo Cendekia Vol 6 No 2 (2022): Jurnal Borneo Cendekia
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54411/jbc.v6i2, Septemb.297

Abstract

Latar belakang Gout Arthritis adalah penyakit sendi yang disebabkan tingginya kadar asam urat yang tinggi di dalam darah melebihi batas normal, menyebabkan penumpukan di dalam persendian dan organ tubuh lainnya, penumpukan inilah yang membuat sendi sakit, nyeri, dan meradang. Penderita gout arthritis mengendalikan kerusakan sendi dengan terapi non farmakologi mencakup edukasi pasien, pengaturan diet, dan bertujuan mengurangi makanan yang kaya kandungan purin sebagai pengendalian gout secara alami. Kepatuhan diet terkait pengobatan yang diberikan, mengurangi asupan makanan yang tinggi purin membantu mengontrol produksi asam urat didalam tubuh. Kasus gout arthritis perlu mendapatkan dukungan yang besar dari keluarga yang berhubungan dengan nutrisi, kondisi psikis. Dukungan keluarga faktor penting untuk mewujudkan kepatuhan terhadap progam medis.. Tujuan penelitian untuk Menganalisis dukungan keluarga dengan kepatuhan diet rendah purin pada penderita Gout Arthritis di wilayah kerja Puskesmas Arut Selatan Kabupaten Kotawaringin Barat. Metode penelitian: Desain penelitian adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Teknik Purposive sampling, sampel penelitian ini berjumlah 48 responden, instrumen penelitian menggunakan lembar kuesioner dukungan keluarga dan kepatuhan diet rendah purin. Analisis statistik menggunakan uji Spearman Rho. Hasil penelitian: menunjukan dukungan tinggi dengan kejadian patuh 9 responden (18,7%), untuk dukungan sedang dengan kejadian kurang patuh 8 responden (16,6%) tidak patuh 1 responden (2%) dukungan rendah dengan kejadian kurang patuh 2 responden (4,1%) dan tidak patuh 28 responden dengan p value = 0,000 < =0,05. Kesimpulan : Ada hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan diet rendah purin pada penderita gout arthritis. Saran : Responden diharapkan meningkatkan dukungan keluarga dan memperhatikan kepatuhan diet rendah purin.
PENGARUH MASSAGE TEKNIK EFFLEURAGE DENGAN MINYAK ZAITUN TERHADAP TINGKAT NYERI PADA PENDERITA ASAM URAT sri Rahayu; Wahyudi Qorahman MM; Novita Sari
Jurnal Kesehatan Borneo Cendekia Vol 6 No 2 (2022): Jurnal Borneo Cendekia
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54411/jbc.v6i2 Desember.298

Abstract

Asam urat merupakan penyakit yang diakibatkan karena penimbunan kristal monosodium urat monohidrat (MSUM) berlebih didalam tubuh dan menyebabkan gejala nyeri. Pengobatan non farmakologis yang diterapkan yaitu Massage teknik effleurage dengan minyak zaitun dapat mengurangi nyeri dengan cara manipulasi otot dan anggota tubuh untuk meredakan ketegangan, dan memberikan relaksasi. Secara fisiologis, massage terbukti dapat meningkatkan sirkulasi darah dan limfe, mengurangi ketegangan otot, meningkatkan jangkauan gerak sendi serta mengurangi nyeri, dan meningkatkan sintesis hormon morphin endogen, serta pengurangan hormon simpatomimetic. Tujuan penelitian Menganalisis pengaruh massage teknik effleurage dengan minyak zaitun terhadap tingkat nyeri pada penderita asam urat. Metode penelitian: Jenis penelitian ini Quasi experimental pendekatan two group pre-posttest design sampel 30 responden, 15 kelompok intervensi 15 kelompok kontrol. Pengukuran tingkat nyeri menggunakan lembar observasi VAS. Hasil penelitian menunjukan ada perbedaan signifikan tingkat nyeri sebelum dan sesudah dberikan intervensi massage effleurage dengan minyak zaitun, pada kelompok intervensi pretest rata-rata 5,07 dan posttest rata-rata 2,73. Pada kelompok kontrol pretest rata-rata 5,60 dan tingkat nyeri posttest rata-rata 4,40. Hasil uji Wilcoxon pada kelompok intervensi p value 0,000 sedangkan kelompok kontrol p value. 0,007. Hasil uji Mann Whitney p value 0,003. Kesimpulan: Ada pengaruh Massage teknik effleurage dengan minyak zaitun terhadap tingkat nyeri pada penderita asam urat.
EFEKTIVITAS AKUPRESUR DAN TERAPI MUSIK TERHADAP KECEMASAN MAHASISWA TINGKAT AKHIR Sri Rahayu; Ade Sucipto; Marlinda Marlinda
Jurnal Kesehatan Borneo Cendekia Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Borneo Cendekia
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54411/jbc.v7i2.481

Abstract

Kecemasan yang di alami selama proses mengerjakan tugas akhir membuat kondisi tidak nyaman, gelisah, takut, panik bahkan tempramen sehingga berpengaruh dalam performa dan tingkat kelulusan. Akupresur dan terapi musik dapat membantu mengatasi kecemasan mahasiswa tingkat akhir dengan menekan titik-titik meridian akupresur Ex-HN dan P6 melalui rasa nyaman dan rileks disertai dan diiringi musik. Tujuan penelitian untuk mengetahui efektivitas akupresur dan terapi musik terhadap kecemasan mahasiswa tingkat akhir di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Borneo Cendekia Medika Pangkalan Bun. Penelitian quasy experimental, dengan rancangan one group pre test post test design, populasi 52 orang, sampel 30 responden, dengan teknik purposive sampling. Pengukuran kecemasan menggunakan kuesioner HARS (Hamilton Anxiety Rating Scale), data berdistribusi normal menggunakan uji Paired t test pada kelompok berpasangan. Hasil penelitian didapatkan nilai kecemasan mahasiswa tingkat akhir sebelum diberikan akupresur dan terapi musik berada pada nilai mean 20,17 (kecemasan ringan). Kecemasan mahasiswa tingkat akhir setelah diberikan akupresur dan terapi musik berada pada nilai mean 16,77 (kecemasan ringan). Hasil uji paired t test didapatkan p value 0,000 sehingga ada efektivitas akupresur dan terapi musik terhadap kecemasan mahasiswa tingkat akhir di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Borneo Cendekia Medika Pangkalan Bun.
PENGARUH BEKAM TERHADAP TERHADAP PENURUNAN TANDA DAN GEJALA NYERI DAN KESEMUTAN Ade Sucipto; Sri Rahayu; Jemy Iskandar
Jurnal Kesehatan Borneo Cendekia Vol 7 No 1, (2023): Jurnal Borneo Cendekia
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54411/jbc.v7i1, Maret.408

Abstract

Kolesterol merupakan lemak yang terdapat dalam aliran darah atau sel tubuh yang sebenarnya dibutuhkan untuk pembentukan dinding sel dan sebagai bahan baku beberapa hormon. Kolesterol yang normal harus dibawah 200 mg/dl, apabila diatas 240 mg/dl maka berisiko tinggi terkena penyakit serangan jantung atau stroke Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa terapi bekam mampu menunjukkan penurunan kadar kolesterol pada penelitian kali ini peneliti ingin fokus pada tanda gejala yang umum pada pasien kolesterol. Manifestasi yang umum pada pasien kolesterol adalah sakit di tengkuk dan rasa sering kesemutan. Tujuan penelitan ini adalah Menganalisis Pengaruh Bekam Terhadap Penurunan Tanda Dan Gejala nyeri dan kesemutan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional analitik, yaitu penelitian yang menjelaskan adanya pengaruh antara variabel melalui pengujian hipotesis. Metode penelitian ini adalah quasi eksperimen, dengan desain penelitian one group pre-test and post- test, dimana kegiatan penelitian yang memberikan tes awal (pretest) sebelum diberikan perlakuan, setelah diberikan perlakuan barulah memberikan tes akhir (posttest). Jumlah responden dalam penelitian adalah 30 responden penderita kolesterol. Bersarkan hasil uji Wilcoxon diperoleh nilai ? = 0,000 < 0,05 menunjukkan ada pengaruh Bekam Terhadap Penurunan Tanda Dan Gejala Nyeri Dan Kesemutan. Bagi penelitian selanjutnya direkomendasi melakukan penelitian pada variabel yang sama terlebih dahulu dikarenakan sangat sedikit sekali referensi terkait bekam terhadap kesemutan. mengkaji alat ukur tingkat kesemutan dengan meningkatkan skala data ke skala rasio.
Efektifitas Terapi Komplementer Bekam dan Hipnoterapi Terhadap Tekanan Darah Dan Tanda Gejala Pada Penderita Hipertensi Ade Sucipto; Sri Rahayu; Jemy Iskandar
Bima Nursing Journal Vol 5, No 1 (2023): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/bnj.v5i1.1412

Abstract

Hipertensi  menyebabkan angka  morbiditas dan mortalitas yang tinggi sehingga diperlukan penanganan serius, tekanan darah yang tidak terkontrol menyebabkan komplikasi seperti, stroke, penyakit jantung koroner, dan ginjal. Pencegahan komplikasi dapat dilakukan dengan pengobatan farmakologis maupun non-farmakologis yang bersifat komplementer, terapi yang dapat digunakan adalah terapi bekam dan hipnoterapi. Rancangan penelitian menggunakan pretest and posttest with control group design. Populasi penelitian adalah pasien hipertensi dengan teknik pengambilan sampel probability sampling dengan teknik Simple random. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis Univariat, Bivariat hingga Multivariat. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas penerapan terapi komplementer bekam dan hipnoterapi terhadap penurunan tekanan darah, penurunan skala nyeri dan peningkatan pola tidur pada penderita hipertensi. Berdasarkan hasil penelitian antara kelompok eksperimen (Kombinasi Bekam dan Hipnoterapi), kelompok kontrol (Bekam) dan kelompok kontrol (hipnoterapi) menunjukkan bahwa nilai signifikansi 0,000, nilai p<0,05 disimpulkan bahwa ada pengaruh terhadap penurunan tekanan darah sistol dan diastol, skala nyeri dan meningkatkan pola tidur penderita hipertensi.
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KEAMANAN DAN MANFAAT TERAPI KOMPLEMENTER PADA PASIEN STROKE Ade Sucipto; Yayat Supriyatna; Sri Rahayu
JKM-Bid: JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT KEBIDANAN (The Journal of Public Health Midwifery) Vol. 12 No. 02 (2026): Juni 2026
Publisher : Akademi Kebidanan Harapan Bunda Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71369/w74jmh28

Abstract

Stroke is one of the leading causes of disability that requires long-term treatment and rehabilitation. In addition to medical treatment, complementary therapy is increasingly used by the community as supportive therapy for stroke patients. However, public understanding regarding the safety and benefits of complementary therapy is still varied. This study aimed to determine public perceptions regarding the safety and benefits of complementary therapy in stroke patients. This study used a quantitative descriptive design with a purposive sampling technique involving 60 respondents. Data were collected using questionnaires on public perceptions regarding the safety and benefits of complementary therapy in stroke patients. The complementary therapies discussed in this study included cupping therapy, massage, herbal therapy, acupressure, and other traditional therapies. The results showed that perceptions regarding the safety of complementary therapy were mostly in the sufficient category with 28 respondents (46.7%), while 21 respondents (35.0%) had good perceptions and 11 respondents (18.3%) had poor perceptions. Perceptions regarding the benefits of complementary therapy were also mostly in the sufficient category with 27 respondents (45.0%), while 24 respondents (40.0%) had good perceptions and 9 respondents (15.0%) had poor perceptions. Respondents stated that complementary therapy could help reduce muscle stiffness, improve relaxation, and increase comfort in stroke patients. However, some respondents still doubted the safety and effectiveness of complementary therapy due to limited information and understanding. The study concludes that public perceptions regarding the safety and benefits of complementary therapy in stroke patients are still varied. Therefore, health education from health workers, especially nurses, is needed to improve public understanding regarding the safe and appropriate use of complementary therapy in stroke patients.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN KESIAPSIAGAAN SISWA DALAM MENGHADAPI BENCANA Yayat Supriyatna; Sri Rahayu; Ni Putu Sinta Puspa Dewi
JKM-Bid: JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT KEBIDANAN (The Journal of Public Health Midwifery) Vol. 12 No. 02 (2026): Juni 2026
Publisher : Akademi Kebidanan Harapan Bunda Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71369/15p02q68

Abstract

Disasters are events that can threaten human life and cause physical, psychological, and environmental impacts. Indonesia, including Central Kalimantan, is one of the regions vulnerable to disasters such as floods, forest and land fires, and extreme weather. Lack of disaster preparedness among students can increase the risk of panic, injury, and inappropriate response during emergency situations at school. Therefore, knowledge about disaster preparedness is important to improve students’ readiness in facing disasters. This study aimed to determine the relationship between knowledge and students’ preparedness in facing disasters at a senior high school in Central Kalimantan. This research used a quantitative design with a cross sectional approach. The study was conducted in February 2026 involving 60 respondents selected using simple random sampling. Data were collected using knowledge and disaster preparedness questionnaires. Data analysis was performed using univariate and bivariate analysis with the Spearman Rank test. The results showed that most respondents had good knowledge (53.3%) and were categorized as prepared in facing disasters (63.3%). Statistical analysis showed a significant relationship between knowledge and disaster preparedness with a p-value of 0.001 (<0.05). Students with better knowledge tended to have higher preparedness in dealing with disaster situations. The study concludes that knowledge has an important role in improving students’ disaster preparedness. Continuous disaster education and simulation programs are needed to support disaster-resilient schools and improve students’ readiness in emergency situations.
Kontradiksi Pengobatan Tradisional Dan Medis: Studi Kualitatif Penggunaan Jagung (Zea Mays) Topikal Dalam Penanganan Cacar Air Santika Umi Kalsum; Nadina Wijaya; Elgia Ardia Septiansya; Ade Sucipto; Eko Budi Laksono; Sri Rahayu; Yayat Supriyatna
Jurnal Borneo Cendekia Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Borneo Cendekia
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54411/jbc.v9i2.686

Abstract

The use of natural ingredients in traditional medicine practices is still commonly found in various regions of Indonesia. One such practice is the topical application of corn (Zea mays) to treat chickenpox. This study aimed to explore the practice and public as well as health professionals’ perceptions toward this treatment. The research was conducted in Arut Selatan District, Kotawaringin Barat Regency, Central Kalimantan, using a qualitative descriptive case study approach. A total of 48 respondents participated in this study, consisting of 43 community members (users and family) and 5 health workers. Data were collected through face-to-face and online interviews and analyzed thematically. The findings indicate that the practice continues due to beliefs in its ability to accelerate healing, reduce itching and heat, and is rooted in generational experience. Symbolic beliefs, such as the notion that corn must be “stolen” to be effective, were also reported. Meanwhile, health workers expressed varying perspectives—from being unaware of the practice to expressing concern about infection risks if applied without medical supervision. This study highlights the need for culturally sensitive educational approaches that integrate local traditional values with modern medical safety principles, promoting holistic and contextual healthcare practices.