Lince Amelia
Institut Teknologi dan Kesehatan Muhammadiyah Kalimantan Barat

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Parenting Patterns with Receptive Language Development in Autist Spectrume Disorder (ASD) Children Lince Amelia; Pira Ayunita; Jaka Pradika; Almumtahanah Almumtahanah; Dinarwulan Puspita; Indah Dwi Rahayu; Ditha Astuti Purnamawati
Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIKA) Vol. 4 No. 3 (2022): Volume 4 Nomor 3 Desember 2022
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36590/jika.v4i3.362

Abstract

Autism Spectrum Disorder (ASD) is a form of growth and development disorder that causes brain function not to work normally, affecting growth and development, communication skills, language development, and interaction skills. Parenting styles related to the development of receptive language in children with ASD are important considering that the mother is the closest caregiver to the child. This study aims to determine the relationship between parenting style and receptive language development in children with ASD at the Special Needs Children's Installation at the Sungai Bangkong Hospital, Pontianak. This type of research uses a correlational description with a cross-sectional approach. A sample of 48 people at the Installation for Children with Special Needs at the Sungai Bangkong Hospital, Pontianak. Most of the authoritarian parenting styles for normal receptive language development are 16,7%, while parenting styles with abnormal receptive language development are 83,3%. There is a relationship between parenting style and receptive language development in ASD children with a p-value = 0,001 <0,05. There is a relationship between parenting style and receptive language development in ASD children in the Special Needs Children's Installation at the Sungai Bangkong Hospital, Pontianak.
Deteksi Wagner Scale pada Luka Berulang di Klinik Kitamura Pontianak Usman Usman; Lince Amelia; Desti Dwi Ariani; Fathul Khair
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.45781

Abstract

Diabetes Mellitus merupakan masalah kesehatan yang harus ditangani dengan serius. Masalah tersebut tidak sedikit yang mengalami luka bahkan sampai pada amputasi dan kematian. Sebanyak 49% pasien dengan Luka Kaki Diabetik yang mengalami kesembuhan akan mengalami luka berulang padahal seharusnya pasien yang telah mengalami kesembuhan pada luka dapat mencegah terjadinya luka berulang. Tujuan peneltian ini adalah untuk menggambarkan karakteristik luka berulang pada pasien DM di Klinik Kitamura Pontianak. Penelitian ini menggunakan descriptive observational. Sampel dalam penelitian ini adalah 60 pasien yang dilakukan perawatan di Klinik Kitamura Pontianak dengan Luka Kaki Diabetik yang mengalami luka berulang. Teknik pengambilan sampel total sampling. Instrumen yang digunakan adalah Skala Wagner dan lembar ceklis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pasien DM yang mengalami luka berulang adalah perempuan dengan tingkat Pendidikan lulus SMA yang berusia >40 tahun yang terjadi luka di lokasi yang sama selama 2 kali dengan rentang sembuh <1Tahun. Skala wagner berada pada grade 3 atau terjadi ulcerasi dalam dengan pembentukan abses, osteomyelitis, infeksi pada persendian dengan bentuk luka paling banyak adalah oval. Pada pasien luka berulang diiharapkan bahwa dalam melakukan perawatan luka harus disertai edukasi tentang berbagai resiko yang akan terjadi paska pasien mengalami kesembuhan seperti adanya resiko luka berulang.