M. Turhan Yani
Unknown Affiliation

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

GAYA DAN TIPOLOGI KEPEMIMPINAN KIAI DI PONDOK PESANTREN BABUSSALAM DUSUN KALIBENING, DESA TANGGALREJO, MOJOAGUNG, JOMBANG Bety Indah Sari; M. Turhan Yani
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v2n1.p253-267

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui gaya dan tipologi kepemimpinan kiai yang diterapkan di pondok pesantren Babussalam dalam mengembangkan dan meningkatkan kualitas pondok pesantren Babussalam. Fokus permasalahan pada penelitian ini adalah: (1) bagaimana gaya dan tipologi kepemimpinan kiai di pondok pesantren Babussalam?; dan (2) interaksi macam apa yang dibangun oleh kiai dalam mengelola pondok pesantren Babussalam. Konsep yang digunakan adalah konsep terkait dengan kepemimpinan, terutama konsep kepemimpinan dan tipologi kepemimpinan kiai. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan rancangan/desain penelitian studi kasus. Lokasi penelitian berada di Pondok Pesantren Babussalam yang terletak di dusun Kalibening, desa Tanggalrejo Kec. Mojoagung Kab. Jombang. Informan pada penelitian ini berjumlah sembilan yang berasal dari komunitas pesantren dan masyarakat sekitar. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, dan wawancara. Teknik analisis data adalah dengan: (1) mengolah data; (2) kategorisasi pola jawaban; (3) pengecekan temuan data dengan triangulasi; (4) menulis hasil penelitian. Hasil temuan menunjukkan bahwa gaya dan tipologi kepemimpinan kiai yang diterapkan di pondok pesantren Babussalam dalam mengembangkan dan meningkatkan kualitas pondok pesantren Babussalam adalah: (1) gaya kepemimpinan religio-paternalistic; (2) tipologi kepemimpinan kiai di pondok pesantren Babussalam meliputi empat dimensi, yaitu community leader, intellectual leader, spiritual leader, dan juga pemimpin administrative. Interaksi yang dibangun oleh kiai dalam mengelola pondok pesantren Babussalam adalah: (1) lebih mendekatkan diri dengan masyarakat sekitar dengan mengadakan pengajian, musyarakah, istighosah, dan kegiatan lain yang dipimpin langsung oleh kiai; (2) lebih mendekatkan diri dengan semua komunitas pesantren dengan cara berkomunikasi secara santai yang terjadi kapan saja dan dimana saja tanpa melalui wadah terlebih dahulu. Dalam berinteraksi dengan seluruh komunitas pesantren, kiai cenderung menggunakan pola interaksi yang cenderung bersifat kekeluargaan.Kata Kunci: Gaya Kepemimpinan Kiai, Tipolgi Kepemimpinan Kiai.AbstractThis study aimed to determine the style and typology kiai’s leadership who applied in Babussalam boarding school in developing and improving the quality of Babussalam boarding school. The problem’s focus of this study were: (1) how style and typology kiai’s leadership in Babussalam boarding school?, And (2) What kind of interactions are built by kiai in managing Babussalam boarding school. The concept used was related to the concept of leadership, especially the concept of leadership and leadership typology of kiai. This research was a qualitative research design / design of case study research. Research’s location was in Babussalam boarding school located in Kalibening hamlet, Tanggalrejo village, Mojoagung, Jombang. Informants in this study were nine from boarding school’s community and society around. Techniques of data collection by using observation and interviews. Technique of data analysis were : (1) data processing, (2) categorization pattern of response, (3) checking the data to triangulate the findings, (4) write the results of the study. The findings indicate that style and typology kiai’s leadership that applied in Babussalam boarding school in developing and improving the quality of the boarding school Babussalam were: (1) religio-paternalistic style of leadership, (2) typology of kiai’s leadership in Babussalam boarding school included four dimensions, namely community leader, intellectual leader, spiritual leader, and also the administrative leader. Interactions were built by kiai in managing Babussalam boarding school were: (1) get closer to the local community by organizing lectures, Musharaka, istighosah, and other activities led by scholars, (2) a closer relationship with all the boarding school’s community in a way communicate relaxing happen anytime and anywhere without going through the container first. In interacting with the entire Islamic community, kiai inclined to use patterns of interaction that incline to be kinship.Keywords: Style of Kiai’s Leadership , Typology of Kiai’s Leadership.
KEPEMIMPINAN KIAI DAN PARTISIPASI POLITIK SANTRI DI PP. AL-ISHLAH PRAMBON TERGAYANG SOKO TUBAN Afdolu Nasikhin; M. Turhan Yani
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 2 No 1 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v1n2.p93-108

Abstract

Abstrak Budaya kepatuhan santri terhadap Kiai sangat terlihat di Pesantren salaf, pesantren bisa diibaratkan sebagai kerajaan kecil sebagaimana dikatakan oleh Zamakshyari Dhofier (1994:56) bahwa pesantren ibarat kerajaan kecil di mana Kiai merupakan sumber mutlak dari kekuasaan dan kewenangan serta memiliki pengaruh besar dalam kehidupan dan lingkungan pesantren. Kepemimpinan Kiai dan Partisipasi Politik Santri di PP.Al-Ishlah Prambon Tergayang Soko Tuban, dianalisis menggunakan teori Patron-Klien dengan menggunakan metode Kualitatif. Metode pengumpulan data dalam Penelitian ini menggunakan observasi dan wawancara. Teknik analisis data menggunakan cara data reduction, data display dan verification. Kepatuhan Santri terhadap Kiai di PP. Al-Ishlah Prambon Tergayang Soko Tuban terjadi karena ada hubungan Patron-Klien antara Kiai dengan Santri, sehingga terjalin hubungan selayaknya Paternalistik. Santri di Pondok Pesantren Al-Ishlah dalam partisipasi politik di pengaruhi oleh Kiai, lingkungan dan budaya politik di Pesantren. Orientasi dan pandangan politik para Santri di PP. Al-Ishlah menunjukkan budaya politik yang Kaula dan komponen evaluative. Partisipasi politik yang dilakukan para Santri di Pesantren Al-Ishlah adalah partisipasi pasif. Tetapi mereka banyak yang menggunakan hak pilihnya ketika Pemilihan Umum. Peran KH. Mushlih Abdurrohman sebagai Pimpinan Pesantren kepada para santri untuk berpartisipasi politik dalam pemilihan umum juga terbukti dengan perintah untuk mengikuti Pemilihan Umum dan meliburkan kegiatan belajar mengajar di pesantren ketika ada Pemilihan Umum. Kata kunci: Kiai, Patron-Klien, Partisipasi Politik, Pesantren Abstract The culture of moslem students’ obedience to their moslem teacher is really seen in salaf moslem boarding school, moslem boarding school is similar to a small kingdom as what Zamakshyari Dhofier (1994:56) said that moslem boarding school is like a small kingdom where moslem teacher is an absolute authority which hold authorization, sovereignty and have big influences around the environment of moslem boarding school. The leadership of moslem teacher in influencing students’ participation in Moslem boarding school in politic become a case to be analyzed by Patron-Client Theory using qualitaitive method. Methods of data collection in this research using observation and interviews. Analysis using data reduction method, the data display and verification. Students adherence to Moslem teacher in Al-Ishlah moslem boarding school Prambon Tergayang Soko Tuban because there Patron-client relationship between Moslem teacher with Students, so intertwined relationship as paternalistic. The participation of Moslem students in Al-Ishlah Moslem boarding school is influenced by their Moslem teacher, environment and politic culture in their Moslem boarding school. Orientation and viewpoint of Moslem students in Al-Ishlah Moslem boarding school show politic culture which Kaula and evaluative component. Politic participation which is done by Moslem students in Al-Ishlah Moslem boarding school is passive participation. But most of them use their right in election. KH. Mushlih Abdurrohman’s role as the leader of Moslem boarding school is proven by the participation of his Moslem student in election, and also with the order to furlough the teaching and learning activity in Moslem boarding school when election arrived. Key words: Moslem teacher, Patron –Client, Politic participation, Moslem boarding school
PERAN KELUARGA DALAM MENGEMBANGKAN PERILAKU ETIS PADA PERGAULAN REMAJA DI WILAYAH KLAKAHREJO KELURAHAN KLAKAHREJO KECAMATAN Ayu Chitra Dewi; M. Turhan Yani
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 2 No 2 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v2n2.p436-453

Abstract

Abstrak Peran keluarga sangat penting dalam hal mengembangkan, mengarahkan, membimbing, serta mendidik anak remajanya menjadi lebih baik. Peran keluarga akan berjalan dengan baik, jika lingkungan disekitarnya juga baik. Namun berbeda halnya di wilayah Klakahrejo Surabaya, dimana wilayah Klakahrejo ini berdekatan dengan kompleks lokalisasi Moroseneng. Wilayah yang buruk maka peran yang dijalankan keluargapun akan semakin berat dengan tanggung jawab yang besar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran keluarga dalam mengembangkan perilaku etis pada pergaulan anak remajanya.Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa angket dan dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif. Peran keluarga dalam mengembangkan perilaku etis pada pergaulan anak remajanya, dibagi kedalam empat aktivitas, yaitu membina perilaku anak; keteladanan diri; pemenuhan kebutuhan hidup; dan orang tua sebagai pengontrol pergaulan anak. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata sebesar 51,6% dan hal ini termasuk dalam kategori peran Cukup Tinggi perihal peran keluarga. Sedangkan perilaku etis yang coba dikembangkan yakni perilaku etis di lingkungan rumah dan perilaku etis di lingkungan masyarakat. Hasil penelitian di lapangan menunjukkan rata-rata sebesar 50,22% dan hal ini masuk dalam kategori Cukup Tinggi perilaku etis anak remajanya. Sedangkan dalam hal pelaksanaan peran di kategoriakan dalam hal pekerjaan orang tua dan tingkat pendidikan orang tua. Hasil penelitian di lapangan menunjukkan bahwa pelaksanaan peran keluarga berada dalam kategori Tinggi perannya. Kata kunci: Peran Keluarga, Perilaku Etis, Abstract The role of the family is very important in terns of developing, directing, guiding, and educating thei teenagers become better. The role of the family will go well, if the surrounding environment is also good. However unlike the case in Surabaya Klakahrejo region, which is adjacent to the region Klakahrejo Mororseneng complex localization. Regional bad then run family role will be heavier with great responsibility. This study aimed to describe the role of the family in developing etchical behavior in socially teenagers. This study used a descriptive quantative approach, the data collection techniques such as questionnaires and analysed using descriptive analysis techniques. The role of the family in developing a socially ethical behavior in their teenagers, divided into four activities, which foster the child’s behavior; exemplary self; subsistence; and parent child relation ship as acontroller. The results showed an average of 51,6% and it is included in the category Higt Enough about the role of family roles. While trying to develop ethical behavior that is ethical behavior un the home environment and ethical conduct in society. The result of field studies showed an average of 50,22% and it is the category Higt Enough ethical conduct their teenagers. While in terms implementation in category role in parental employment and parental education level. The result of research in the field shows that the implementation of the role of the family are in the category of High roles. Key words: Role of Family, Ethical Conduct.
KONSTRUKSI MAHASISWA PROGRAM STUDI S1 PPKN UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA TENTANG PNDIDIKAN MULTIKULTUR Heni Merina; M. Turhan Yani
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 2 No 2 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v2n2.p515-532

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konstruksi mahasiswa prodi S1 PPKn tentang pendidikan multikultur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian fenomenologi. Informan penelitian ini adalah mahasiswa prodi S1 PPKn angkatan 2011 semester 6 (enam) dan angkatan 2010 semester 8 (delapan) yang sudah menempuh mata kuliah pendidikan multikultur. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, dan wawancara mendalam. Analisis data dalam penelitian menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang diperoleh data mahasiswa PPKn memahami pendidikan multikultur sebagai pendidikan yang mengajarkan tentang berbagai macam perbedaan serta bertujuan menanamkan sikap toleransi yang tinggi terhadap keberagaman. Mahasiswa PPkn meyakini bahwa pendidikan multikultur sangat penting dan sesuai diajarkan di prodi PPKn. Praktik kehidupan multikultural mahasiswa diwujudkan dengan sikap saling menghargai dan menghormati antar sesama mahasiswa. Adanya berbagai perbedaan dan kemajemukan tidak menjadikan alasan bagi mereka untuk saling membeda-bedakan dan menjatuhkan satu dengan lain. Hasil penelitian yang telah dianaalisis menyimpulan bahwa, konstruksi mahasiswa program studi S1 PPKn tentang Pendidikan Multikultur masih belum utuh, terbukti dengan ketidakmampuan mahasiswa PPKn dalam menjelaskan makna Pendidikan Multikultur. Kata Kunci: Konstruksi, Mahasiswa, Pendidikan Multikultural Abstract This research aim to to know student construction of prodi S1 PPKN about education of multikultur. This research use approach qualitative with desain research of fenomenologi. Research informan is student of study program S1 PPKn (Civic Education) generation 2011 semester 6 and generation 2010 semester 8 which have gone through eye of multicultural education. Technique data collecting use observation, and circumstantial interview. Data analysis in research use data discount, presentation of data, and withdrawal of conclusion. Result of obtained by research is students data of PPKn (Civic Education) comprehend education of multikultur as education teaching about is assorted of difference and also aim to inculcate high tolerance attitude to diversity. Students of PPKn (Civic Education) believe that multicultural education is very important and appropriate study program thaugt in Civic Education. The existence of various differences and plurality do not make an excuse for them to discriminate each other and dropping each other. The research that has been analyzed, it can be concluded that the constuction of undergraduate students of PPKn (Civic Education) abaout Muticultural Education as incomplete, as evidenced by the inability of students of PPKn (Civic Education) in explaining the meaning of Multicultural Education. Keyword: Construction, Student, Multicultural Education
ORIENTASI POLITIK SANTRI SEBAGAI PEMILIH PEMULA DALAM PEMILIHAN GUBERNUR JAWA TIMUR TAHUN 2013 (STUDI PADA SANTRI DI PONDOK PESANTREN ROUDLOTUN NASYI’IN DESA BERATKULON KECAMATAN KEMLAGI KABUPATEN MOJOKERTO) Ana Shofiya; M. Turhan Yani
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 2 No 2 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v2n2.p611-624

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini yaitu untuk memaparkan orientasi politik dan faktor-faktor yang mempengaruhi orientasi politik santri di pondok pesantren Roudlotun Nasyi’in sebagai pemilih pemula dalam pemilihan gubernur Jawa Timur tahun 2013. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan desain penelitian studi kasus kolektif. Studi kasus kolektif yaitu studi kasus yang menggunakan banyak kasus. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik analisis data interaktif Huberman dan Miles. Hasil penelitian menunjukkan bahwa santri di pondok pesantren Roudlotun Nasyi’in memiliki orientasi politik yang ditunjukkan dengan berpartisipasi sebagai pemilih pemula dalam pemilihan gubernur Jawa Timur tahun 2013. Orientasi politik yang dimiliki oleh santri ini terdiri dari orientasi kognitif, afektif dan evaluatif. Orientasi politik ini bertujuan untuk mengarahkan partisipasi politik santri, karena sebagai pemilih pemula tentu pengalaman yang dimiliki terkait proses atau kegiatan politik masih rendah. Orientasi politik santri sebagai pemilih pemula ini dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti faktor demografis, identitas partai dan citra kandidat. Kata Kunci : Orientasi Politik, Santri, Pemilih Pemula, Kesadaran Politik, Perilaku Memilih Abstract This research is aims to explain the politic orientatation and factors that cause the politic orientation of religious student in Roudlotun Nasyi’in cottage as young voters at East Java guvernor election 2013. This research use a qualitative approuch with the design of collective case study. Collective case study is case study that use any cases. The engineering data of this research is observation and interview. Data is analyzing by data interactive analys of Huberman and Miles. The result of this research show that religious students in Roudlotun Nasyi’in cottage have politic orientation. The politic orientation showed by participation of religious student at East Java guvernor election 2013. The politic orientation of religious student such as cognitive, affective and evaluative orientation. Those politic orientation are aim to guide religious student’s participation because the politic experience is low. This politic orientation of religious student as young voters caused by many factors such as demografys, party identity and elite quality. Keywords: Politic Orientation, Religious Student, Young Voters, Politic Conscious, Politic Behaviour
PERANAN GURU TPQ AL-HIKMAH DALAM MEMBENTUK KEMANDIRIAN SANTRI STUDI KASUS DI DUSUN KEDUNGGAGAK DESA MLIRIP KECAMATAN JETIS KABUPATEN MOJOKERTO Hayu Tristiani; M. Turhan Yani
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 2 No 2 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v2n2.p685-700

Abstract

Abstrak Taman pendidikan Al-Qur’an yang biasa disingkat dengan TPQ atau TPA adalah salah satu pendidikan nonformal yang berperan penting dalam membentuk karakter pribadi yang memiliki kekuatan spiritual keagamaan, kepribadian yang berahlak mulia mengingat TPQ khusus mengajarkan pendidikan agama dan keagamaan, dimana peranannya tidak dapat dipandang sebelah mata dalam dunia pendidikan. TPQ Al-Hikmah merupakan TPQ tertua yang ada di Desa. Mlirip kab. Mojokerto. TPQ Al-Hikmah berbeda dengan TPQ yang lainya, dimana pendidikan nonformal tersebut mempuyai visi untuk membentuk karakter anak yaitu mandiri. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka terdoronglah keinginan untuk meneliti upaya guru TPQ dalam membentuk kemandirian santri. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori peran dan teori perkembangan moral. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian ini berada di Dusun Kedung Gagak, Desa Mlirip Kecamatan Jetis Kabupaten Mojokerto. Tehnik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Tehnik analisis data langkah-langkahnya adalah mengolah pengumpulan data, penyajian data, reduksi data, dan penarikan kesimpulan. Guru TPQ AL-HIKMAH berperan sebagai pendidik, sumber ilmu agama, memberi tauladan yang baru pada santri. Implikasi dari peran guru TPQ AL-HIKMAH dalam membentuk kemandirian santri sikap dan perilaku yang ditunjukkan pada saat dirumah adalah, menemukan dirinya atau identitas dirinya, memiliki inisiatif, bertanggung jawab atas tindakannya, mencukupi kebutuhan dirinya, mampu membebaskan diri dari keterikatan yang tidak perlu, membuat pertimbangan-pertimbangan sendiri dalam bertindak, mampu mengambil keputusan sendiri dalam bentuk kemampuan memilih Kata Kunci: Peranan Guru TPQ, Kemandirian santri saat dirumah. ABSTRACT Al-Qur’an education park that usually is breviated with TPQ or TPQ is one of the non formal education that very important role to from a person character, who has spiritual power of religion, the nable character personality, to remain that TPQ specifically teaches religion and religious education, where its role can not be viewed in the education world. The theory that is used in this research is the theory of role and the theory of moral development. This disign research is descriptive qualitative. The location of this reseach Kedunggagak village. Mlirip Kecamatan. Jetis Kabupaten. Mojokerto. This TPQ is different of the TPQ other, where the one formal education hasprespective to formatting di Data collection techniques used observation, in-depth interviews, and documentation. data analysis technical are collection data, presentation data, reduction data, and conclusion. Teacher’s TPQ Al-Hikmah is to be a teacher, source of relogion, give modelling to religius student. Teacher’s TPQ AL-HIKMAH have arole important tochild independent character. Behind the problem, researcher want to research abaout the offornt of TPQ teacher to formatting child independent character. form attitudes and independence of students, find him or her identity, have the initiative, be responsible for his actions, sufficient for himself, able to free him from being bound that unnecessary, make their own judgments for the act, able to make their own decisions in form of the ability to choose. Keywords: Teacher’s Role, Independence Santri time at home
STRATEGI DAN GAMBARAN PEMBENTUKAN PERILAKU DISIPLIN SISWA MELALUI PROGRAM PENGEMBANGAN DIRI DI SMP NEGERI 1 BUNGAH GRESIK Fidya Isthifa; M. Turhan Yani
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 2 No 2 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v2n2.p499-514

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi dan gambaran pembentukan perilaku disiplin siswa melalui program pengembangan diri di SMP Negeri 1 Bungah Gresik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif yang dilaksanakan di SMP Negeri 1 Bungah. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa strategi SMP Negeri 1 Bungah Gresik dalam pembentukan perilaku disiplin siswa dilakukan melalui buku pribadi siswa, pembiasaan, keteladanan, teguran preventif, reward and punishment. Kemudian gambaran perilaku disiplin siswa melalui program pengembangan diri dilakukan dengan bimbingan konseling dan kegiatan ekstrakulikuler. Gambaran perilaku disiplin siswa melalui program pengembangan diri dengan bimbingan konseling dilihat dari siswa yang berada di tingkat kelas VII mendapat skor rata-rata 71,75 termasuk dalam kategori baik, kelas VIII mendapat skor rata-rata 74,39 termasuk dalam kategori baik, dan kelas IX mendapat skor rata-rata 85,37 termasuk dalam kategori sangat baik. Gambaran perilaku disiplin siswa melalui program pengembangan diri dengan kegiatan ekstrakulikuler dilihat dari siswa yang berada di tingkat kelas VII mendapat skor rata-rata 79,85 termasuk dalam kategori baik, kelas VIII mendapat skor rata-rata 86,22 termasuk dalam kategori sangat baik, dan kelas IX mendapat skor rata-rata 89,46 termasuk dalam kategori sangat baik. Kata Kunci : Pembentukan Perilaku Disiplin, Program Pengembangan Diri, Siswa Abstract The establishment dicipline behavior of student through self development program usually exist in school, because the establishment disciplined behavior of student can make act and behave in suitable with rules in the school and norms in the family although in the society. This research aims to describe the strategy and the description of establishment dicipline behavior student through self development program in SMP Negeri 1 Bungah Gresik. This research used a quantitative approach with descriptive type of research which implemented in SMP Negeri 1 Bungah Gresik. Based on research result, known that the strategy of SMP Negeri 1 Bungah Gresik in establishment discipline behavior of student implemented through personal student book, habituation, exemplary, monition, preventif, reward and punishment. Then the description establishment dicipline behavior of student through self development program implemented with counseling and extracurricular activities. The description establishment dicipline behavior of student through self development program with counseling views of student at class VII received average score is 71,75 included the good category, class VIII received average score is 74,39 included the good category and class IX received average score is 85,73 included the very good category. The description establishment dicipline behavior of student through self development program with extracurricular activities views of student at class VII received average score is 79,85 included the good category, class VIII received average score is 86,22 included the very good category and class IX received average score is 89,46 included the very good category. Keywords : Establishment Discipline Behavior, Self Development Program, Student
PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA MELALUI PROGRAM LIMA S (SENYUM, SAPA, SALAM, SOPAN, SANTUN) DI SMA NEGERI 1 SIDOARJO HANNY WIDYANTI; M. Turhan Yani
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 2 No 3 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v3n2.p784-798

Abstract

AbstrakKrisis moral yang dialami bangsa Indonesia saat ini sangat memprihatinkan. Krisis moral ini bukan lagi menjadi sebuah permasalahan sederhana dan memiliki dampak serius di kalangan para peserta didik. Perilaku-perilaku yang mencerminkan adanya krisis moral tersebut sudah mengarah pada rendahnya perilaku kesopanan pada diri siswa. Tujuan peneletian yaitu mendeskripsikan proses pembentukan karakter siswa melalui program Lima S (Senyum, Sapa, Salam, Sopan, Santun) di SMA Negeri 1 Sidoarjo dan guna mengetahui perubahan perilaku siswa setelah melaksanakan kegiatan yang ada dalam Program Lima S (Senyum, Sapa, Salam, Sopan, Santun). Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori belajar observasional Albert Bandura dan Teori Perilaku dari Thomas Lickona. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian ini berada di SMA Negeri 1 Sidoarjo. Tehnik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Tehnik analisis data langkah-langkahnya adalah mengolah pengumpulan data, penyajian data,reduksi data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan data di lapangan dan hasil analisis data, hasil penelitian ini menunjukkan proses pembentukan karakter siswa SMA Negeri 1 Sidoarjo melalui Program Lima S (Senyum, Sapa, Salam, Sopan, Santun). Proses pembentukan karakter siswa terjadi pada saat siswa melaksanakan (a) kegiatan tata tertib dan tata krama, (b) kegiatan pengembangan diri (c) kegiatan pembelajaran. Perubahan karakter yang terjadi setelah siswa melaksanakan Program Lima S(Senyum, Sapa, Salam, Sopan, Santun) adalah (1) religius, (2) disiplin, (3) mandiri, (4) bertanggung jawab, (5) peduli sosial, (6) menghargai prestasi, (7) kreatif, (8) bersahabat/ komunikatif, (8) cinta damai, (9) cinta tanah air, (10) peduli lingkungan.Kata Kunci : Program Lima S, KarakterAbstractMoral crisis experienced by Indonesia at this time is very concern. Moral crisis is not a simple problem and have a serious impact on the learners. Behaviors that reflect a moral crisis that has led to the lack of courtesy on the student's behavior. The purpose of this research to describe of character formation process of students through the Program Five S (Smile, Scold, Greetings, Polite, Courteous) in Senior High School 1 Sidoarjo and behavioral changes in students after carrying out activities in the Program Five S (Smile, Scold , Greetings, Polite, Courteous) in Senior High School 1 Sidoarjo With the aim to describe the process of character formation of students through the Five S (Smile, Scold, Greetings, Polite, Courteous) in Senior High School 1 Sidoarjo and to determine changes in student behavior after carrying out activities in the Program Five S (Smile, Scold, Regards, Polite, Courteous). The theory used in research is Albert Bandura's observational learning and Behavioral Theory of Thomas Lickona.The methods used in research with the approach qualitative. Location of the research in Senior High School 1 Sidoarjo. data collection techniques used observation, in-depth interviewies, and documentation. Technical analysis of the data processing steps are collection data, presentation data, reduction data, and conclusion. Based on field data and the result of data analysis, the results of this study demonstrate the process of character formation of students of Senior High School 1 Sidoarjo through Program Five S(Smile, Scold, Greetings, Polite, Courteous). The process of character formation of students occurs when students carry out (a) the activities of the discipline and manners, (b) self-development activities (c) learn activities. Character changes that occur after students take five courses of S(Smile, Sapa, Greetings, Polite, Courteous) is (1)religious, (2) discipline, (3) independent, (4) be responsible, (5)social care, (6) appreciate the achievement, (7) creative, (8) friends / communicative, (8) love peace, (9) patriotism, (10)environmental careKey Words : Five S program, Character.
PERAN KEGIATAN EKSTRAKURIKULER JURNALISTIK DALAM MENGEMBANGKAN KARAKTER KRITIS DAN KREATIF SISWA DI SMA NEGERI 1 SUMBERREJO-BOJONEGORO Sulistyowati Sulistyowati; M. Turhan Yani
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 2 No 3 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v3n2.p941-956

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran kegiatan ekstrakurikuler jurnalistik dalam mengembangkan karakter kritis dan kreatif siswa di SMA Negeri 1 Sumberrejo-Bojonegoro. Teori yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada teori belajar konstruktivistik oleh piaget. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara, angket dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan menggunakan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler jurnalistik menjadi lebih peka terhadap informasi, dapat menilai informasi secara objektif, mampu memecahkan masalah, lebih percaya diri dalam mengemukakan gagasan yang berbeda serta dapat bertanggung jawab atas gagasan yang dikemukakan, serta dapat memunculkan berbagai alternative solusi atas suatu permasalahan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kegiatan ekstrskurikuler dapat mengembangkan berpikir kritis dan dan kreativitas siswa. Kata kunci: ekstrakurikuler, jurnalistik, karakter kritis dan kreatif Abstract The purpose of this study is to determine the role of extracurricular activities in developing the character of critical journalism and creative students in SMA N 1 Sumberrejo-Bojonegoro. The theory used in this study refers to the constructivist learning theory by Piaget. This research is descriptive quantitative. Data are obtained through observation, interviews, questionnaires and documentation. While the use of data analysis techniques using percentages. The results showed that the following extracurricular activities journalism is becoming more sensitive to information, to evaluate information objectively, able to solve problems, more confident in expressing different ideas and be responsible for the ideas presented, and can bring up a variety of alternative solutions problems. So that can be concluded that extracurricular activities journalistic can develop critical thinking and creativity of students. Keywords: extracurricular, journalism, critical and creative character
STRATEGI PEMBINAAN KEMANDIRIAN DAN KEDISIPLINAN SANTRI DI PONDOK PESANTREN DARUL IBADAH AL BAIAD SURABAYA Fitri Herawati; M. Turhan Yani
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 2 No 3 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v3n2.p1012-1030

Abstract

Abstrak Penelitian ini tentang strategi Kyai memiliki strategi, kendala, serta solusi dalam proses kemandirian dan kedisiplinan santri. Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian menujukkan bahwa strategi Kyai dalam membina kemandirian dan kedisiplinan santri di pondok pesantren Darul Ibadah Al Baiad Surabaya dilakukan dengan cara: Memberi pelajaran atau nasihat, Pembiasaan akhlak yang baik, Memberikan pembelajaran melalui Lingkungan, Keteladanan, dan Komunikasi. Adapun kendala-kendala yang dihadapi yaitu: berasal dari faktor internal dan eksternal, faktor  internal yang dihadapi dalam proses pembinaan kemandirian dan kedisiplinan santri di pondok pesantren darul ibadah al baiad Surabaya diantaranya adalah : Sempitnya lahan pondok pesantren, Karakter santri dengan latar belakang keluarga yang berbeda, Kurangnya kesadaran pada diri santri, Kurangnya pengawasan dan pembiasaan disiplin dari orang tua, Minimnya pengetahuan santri terhadap tata tertib pesantren. Adapun kendala-kendala secara eksternal diantaranya ialah : Pengaruh buruk dari perkembangan IPTEK, Pengaruh dari lingkungan tempat tinggal dan pergaulan. Adapun solusinya yaitu memberikan pemahaman ilmu agama, serta meningkatkan pemahaman santri tentang pentingnya mematuhi peraturan. Kata kunci: Strategi, Kemandirian, Kedisiplinan     Abstract This sudy is about a strategy, constraints, and solutions in the process of self-reliance and dicipline. This research was obtained through observation, interviews, and documentation. The data analysis technique used is data reduction, data display, and conclusion. The result of the study that the strategy of clerics in fostering independence and discipline students in boarding schools darul ibadah al baiad Surabaya conducted by: a lesson or advice, habituation good morals, provide learning environment through, exemplary and communication. The constraints, faced by the: derived from the internal and external factors, internal factors encountered in the development process of independence and discipline of students are: the limited land boarding school, character of students with different family background, lack of self, awareness in students, lack of supervision and discipline of habituation parents, students lack knowledge of the against among these developments in science and technology, the influence of neighborhood and association. The solution is to give and understanding of religious knowledge and to improve students understanding of the importance of complying with regulation. Keywords: Strategy, self-reliance, disciplin.