M. Turhan Yani
Unknown Affiliation

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

UPAYA SEKOLAH DALAM MEWUJUDKAN BUDAYA RELIGIUS SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KEPATUHAN SISWA TERHADAP TATA TERTIB DI SMAN 1 NGLAMES Royan Himawan; M. Turhan Yani
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 2 No 3 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v3n2.p1095-1110

Abstract

Abstrak Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana upaya Sekolah dalam mewujudkan budaya religius sebagai upaya peningkatan kepatuhan siswa terhadap tata tertib di sekolah SMAN 1 Nglames? Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, sebab penelitian ini yang bertujuan untuk memahami fenomena atau gejala sosial tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi sedangkan teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yaitu model analisis data interaksi.Dari hasil penelitian upayasekolah bahwa sekolah dengan budaya religius adalah  infaq, membudayakan do’a bersama di awal dan akhir pelajaran, zakat fitrah, dan pondok romadhon efektif diterapkan dalam sekolahan saat ini dimana tidak ada kontak fisik lagi. Melatih siswa menjadi siswa yang tidak pandai dalam pengetahuan saja tetapi juga mempunyai jiwa religius yang baik. Kebiasaan-kebiasan tersebut akan menciptakan karakter pada siswa yakni kedisiplinan dan mempunyai tanggung jawab dalam menuntut ilmu dengan baik. Kata Kunci : Budaya religius, kepatuhan, dan Tata Tertib.   Abstract The problem of this research is how to realize the role of the Principal in religious culture as an effort to improve compliance with the discipline of students in the school SMAN 1 Nglames?In theory, Biddle and Thomas split the terminology in the theory of the role of the four groups, namely 1 People who take part in social interaction. 2 The behavior which appears in the interaction. 3 The position of the people in the behavior and 4 Linkages between people and behavior. This research is descriptive qualitative, because this study intends to understand social phenomena or symptoms of what is experienced by research subjects. Data was collected through interviews, observation and documentation of data analysis techniques while using Miles and Huberman models namely interaction data analysis models.The research that the principal role of the principal with the religious culture infaq, cultivate a prayer together at the beginning and end of the lesson, tithes, and cottage Romadhon effectively implemented in schools today where there is no physical contact again. Train students into students who are not proficient in knowledge but also have a good religious life. Habits-habits that will create a character in students the discipline and have responsibilities in their studies well Keywords: religious culture, obedient, and Rules.
PEMAHAMAN KADER PIMPINAN KOMISARIAT PERGURUAN TINGGI IKATAN PELAJAR NAHDLATUL ULAMA (IPNU)-IKATAN PELAJAR PUTRI NAHDLATUL ULAMA (IPPNU) UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA TENTANG WAWASAN KEBANGSAAN Ricky Rahmanto; M. Turhan Yani
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v3n3.p1369-1381

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman Kader Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU)-Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Universitas Negeri Surabaya tentang Wawasan Kebangsaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa tes. Tes digunakan untuk mengukur pemahaman Kader PKPT IPNU-IPPNU Unesa tentang Wawasan Kebangsaan. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 30 orang responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman Kader PKPT IPNU-IPPNU Unesa berdasarkan sub materi wawasan kebangsaan memiliki pemahaman yang sangat baik pada sub materi pengertian wawasan kebangsaan dengan perolehan persentase sebesar 83%. Kemudian pada sub materi nilai dasar wawasan kebangsaan, unsur wawasan kebangsaan, dan upaya dalam meningkatkan wawasan kebangsaan memiliki pemahaman yang baik dengan perolehan persentase sebesar 68% pada sub materi nilai dasar wawasan kebangsaan, 76% pada sub materi unsur wawasan kebangsaan, dan 75% pada sub materi upaya dalam meningkatkan wawasan kebangsaan. Kata Kunci: Pemahaman, Wawasan Kebangsaan, Organisasi IPNU-IPPNU.   Abstract The purpose of this research to know the understanding of Cadres Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU)-Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Universitas Negeri Surabaya about Nationality Insight. This research used the quantitative approach by quantitative descriptive method. This Data Collection Technique that’s using such as test. Test used to the measure about understanding of Cadres PKPT IPNU-IPPNU which located at Universitas Negeri Surabaya about Nationality Insight. The samples were using about thirty respondents. The result of this research is the understanding of Cadres PKPT IPNU-IPPNU which is located at Universitas Negeri Surabaya based on sub material about nationality insight which very good understanding on sub material the definition of nationality insight with percentage about eighty three percent. And then on sub material of value nationality insight, elements of nationality insight, and the effort of nationality insight improvement which have good understanding the percentage about sixty eight percent on sub material of value nationality insight, seventy six percent on sub material elements of nationality insight, and seventy five percent on sub material the effort of nationality insight improvement. Keywords: Understanding, Nationality Insight, IPNU-IPPNU Organization.
OPTIMALISASI KONSUMSI IKAN LOKAL DAN SAYUR LAUT UNTUK KEBUGARAN KELUARGA DESA NGADIPURO Fitriari Izzatunnisa Muhaimin; Andhega Wijaya; M. Turhan Yani; Oce Wiriawan; Zulaikha Abdullah
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 8 No 1 (2027): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v8i1.7250

Abstract

Desa Ngadipuro, Kecamatan Wonotirto, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, memiliki potensi hasil alam yang cukup besar, terutama hasil perikanan dan sumber daya laut. Sebagian besar masyarakat Desa Ngadipuro berprofesi sebagai nelayan, sehingga ikan lokal menjadi salah satu sumber pangan yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Namun, potensi hasil alam tersebut masih perlu dikembangkan agar tidak hanya dikonsumsi secara langsung, tetapi juga dapat diolah menjadi produk pangan yang lebih beragam, bernilai tambah, dan mendukung kesehatan serta kebugaran keluarga. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan memberikan pemahaman secara akademis dan praktis kepada masyarakat mengenai pemanfaatan dan pengolahan ikan lokal serta sayur laut sebagai sumber pangan yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan kualitas konsumsi keluarga dan mendukung kebugaran jasmani. Kegiatan dilaksanakan kepada warga Desa Ngadipuro melalui metode ceramah dan praktik. Metode ceramah digunakan untuk menyampaikan pengetahuan mengenai kandungan gizi, manfaat konsumsi ikan dan sayur laut, serta pentingnya pola makan yang mendukung kebugaran. Selanjutnya, metode praktik digunakan untuk memberikan pengalaman langsung dalam pengolahan hasil alam menjadi produk pangan yang lebih menarik dan memiliki potensi nilai tambah bagi masyarakat. Peserta kegiatan adalah masyarakat Desa Ngadipuro, khususnya warga yang memiliki keterkaitan dengan hasil perikanan dan kehidupan pesisir. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penyampaian materi dan praktik secara langsung dapat membantu masyarakat memahami bahwa hasil alam di sekitar mereka memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi sumber pangan yang sehat sekaligus memiliki nilai ekonomi. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk lebih optimal memanfaatkan hasil perikanan dan sumber daya laut, meningkatkan kreativitas dalam pengolahan pangan, serta membangun kebiasaan konsumsi yang mendukung kesehatan dan kebugaran keluarga. Dengan demikian, pemanfaatan hasil alam secara tepat dapat menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat Desa Ngadipuro.
OPTIMALISASI KEBUGARAN JASMANI MELALUI SARANA-PRASANA DAN PENERAPANNYA DI ERA DIGITAL PADA PONDOK PESANTREN "WALISONGO" SRAGEN Andhega Wijaya; M. Turhan Yani; Mufarrihul Hazin; Lutfhi Abdil Khuddus; Aprilyan Putra Bimantoro
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 8 No 1 (2027): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v8i1.7251

Abstract

Kebugaran jasmani merupakan salah satu aspek penting dalam mendukung kualitas kehidupan santri, baik dalam menjalankan aktivitas pendidikan maupun dalam melaksanakan ibadah dan kegiatan keagamaan di lingkungan pondok pesantren. Dalam perspektif Islam, menjaga kesehatan dan kekuatan tubuh merupakan bagian dari ikhtiar dalam mensyukuri nikmat Allah SWT serta mendukung manusia dalam menjalankan amanah dan aktivitas kehidupan secara optimal. Pondok Pesantren Walisongo Sragen memiliki lingkungan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada penguatan ilmu keagamaan, tetapi juga memiliki potensi dalam mengembangkan pola hidup sehat dan aktif bagi para santri. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mengoptimalkan kebugaran jasmani santri melalui pemanfaatan sarana dan prasarana olahraga serta penerapannya dengan dukungan teknologi digital. Metode kegiatan dilakukan melalui sosialisasi, penyampaian materi, demonstrasi, dan praktik aktivitas jasmani yang disesuaikan dengan kondisi lingkungan pesantren. Pemanfaatan teknologi digital diarahkan sebagai media pendukung untuk mengenalkan aktivitas fisik, memantau aktivitas olahraga, serta meningkatkan motivasi santri dalam membangun kebiasaan hidup aktif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya respons positif dan antusiasme peserta dalam mengikuti sosialisasi dan praktik aktivitas jasmani. Peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebugaran, pemanfaatan sarana-prasarana olahraga secara optimal, serta penggunaan teknologi digital sebagai pendukung aktivitas fisik. Kegiatan ini menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai keislaman, aktivitas jasmani, sarana-prasarana olahraga, dan teknologi digital dapat menjadi pendekatan yang relevan dalam membangun budaya hidup sehat di lingkungan pesantren. Optimalisasi kebugaran jasmani diharapkan dapat mendukung santri agar memiliki kondisi fisik yang sehat, kuat, disiplin, dan mampu menjalankan aktivitas pendidikan serta ibadah dengan lebih optimal.