Penelitian ini bertujuan untuk untuk mendeskripsikan pemberdayaan perempuan melalui program life skills PKBM Sipatuwo Deceng Kota Parepare. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Informan dalam penelitian terdiri dari Pengelola Program, Instruktur pelatihan, Peserta Pelatihan yang berdaya dan peserta pelatihan yang tidak berdaya. Pengumpulan data dilakukan melalui kegiatan wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menemukan fakta bahwa implementasi penyelenggaraan program pemberdayaan perempuan pada program Life Skills dilakukan dengan beberapa tahapan 1) dimulai dari perencanaan program yang meliputi: survey lokasi, pengidentifikasian kebutuhan peserta pelatihan serta Menyiapkan tempat dan bahan belajar pelatihan. hal ini dilakukan agar pada saat pelatihan berlangsung peserta dapat dikelompokkan berdasarkan kemampuan, minat dan tingkah lakunya serta dapat mengetahui layak atau tidak tempat pelatihan digunakan, begitupun dengan bahan belajar seperti mesin jahit dan peralatan pelatihan lainnya yang akan digunakan. 2) Tahapan pelaksanaan program yang meliputi beberapa aspek yakni: metode dan alat belajar, bahan belajar, jadwal pembelajaran dan ragi belajar. Hal ini penting untuk di perhatikan agar pelaksana program dapat memastikan instruktur pelatihan memiliki kemampuan dalam menyampaikan materi pelatihan dengan baik dan memastikan bahwa materi pelatihan mengacu pada KKNI yang berlaku secara nasional serta pelaksanaan berjalan sesuai dengan perencanaan. 3) Hasil pelaksanaan program meliputi: kemampuan produksi alumni, kemampuan menaikkan keuntungan, dan kemampuan membuka lowongan pekerjaan oleh alumni pelatihan yang dilaksanakan di PKBM Sipatuo Deceng