Hana Nurhanifah Budiadi
Prodi DIII Kebidanan, STIKes Budi Luhur Cimahi; Hananurhanifah4@gmail.com (koresponden)

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Video Edukasi Kontrasepsi Islami Dalam Meningkatkan Pengetahuan PUS Tentang Metode Kontrasepsi Islami Di PMB Nenden Kopo Bandung Mochamad Salman Hasbyalloh; Niknik Nursifa; Hana Nurhanifah Budiadi
Jurnal Kesehatan Rajawali Vol 13 No 1 (2023): Jurnal Kesehatan Rajawali
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Rajawali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54350/jkr.v13i1.169

Abstract

Information on Islamic contraception in ripe-age couples is still extremely low. The number of couples of childbearing age who are unaware of the Islamic Family Planning (KB) method is influenced by a number of factors, including education. One technique that can give information to fruitful age couples is utilizing the Varying media Strategy Wellbeing. This study was conducted at the Midwifery Clinic "Bidan Nenden" to ascertain the impact of audiovisual health education on knowledge of Islamic contraception among couples of reproductive age. The examination strategy utilizes Trial One Gathering Pretest-Posttest Plan Without Control. The proposed sampling method was used to select 45 participants for the study's sample. The findings demonstrated that prior to receiving the Audiovisual Method Health Education, respondents with less knowledge had the highest level of knowledge—21 (46.7%)—while those who received it had the highest level of knowledge—23 (51.1%). Based on the results of the paired t-test, P value of (0.000) (0.05) was found to be the effect of audiovisual health education on knowledge of Islamic contraception among couples of reproductive age, Ho is rejected. Conclusion: there is an impact of well-being instruction about contraception as indicated by Islam on the information on Discharge about contraception as per Islam. The idea is the decision of the Birthing assistance Facility 'Bidan Nenden' and well-being authorities can further develop medical care administrations in aiding Rich Age Couples by giving great Varying media Strategy Wellbeing Training.
Pengaruh Distraksi Menonton Animasi Kartun Terhadap Tingkat Stres Hospitalisasi Pada Anak Prasekolah Halimatusyadiah, Halimatusyadiah; Tampubolon, Briefman; Nursifa, Niknik; Maryati, Sri; Budiadi, Hana Nurhanifah
Patria Artha Journal of Nursing Science Vol 7, No 1 (2023): Patria Artha Journal of Nursing Science
Publisher : Patria Artha University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33857/jns.v7i1.695

Abstract

Hospitalisasi adalah ketika seorang anak dirawat di rumah sakit, baik sengaja atau karena keadaan darurat. Prevalensi hospitalisasi pada anak usia prasekolah menurut data World Health Organisation (WHO) pada tahun 2015 adalah sebanyak 45% dari keseluruhan jumlah pasien anak usia prasekolah yang hospitalisasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distraksi menonton animasi kartun terhadap tingkat stress hospitalisasi pada anak prasekolah di RSU Kasih Bunda Cimahi. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan Quasi Experimental Design dengan one group pretest posttets design. Teknik pengambilan sampel menggunakan non random (non probability) sampling dengan teknik purposive sampling dengan jumlah 15 sampel.  Instrumen yang digunakan adalah kuisioner DASS 21 (Depression Anxiety Stress Scale 21). Analisis yang digunakan adalah uji marginal homogeneity. Hasil penelitian: menunjukkan sebelum dan sesudah diberikan perlakuan menonton animasi kartun didapatkan sebagian besar anak prasekolah memiliki tingkat stres hospitalisasi berat yaitu sebelum 33,33% dan sesudah dengan hasil normal 66,67%. Hasil uji statistic marginal homogeneity dengan hasil nilai p = 0,000 (p 0,05). Implikasi Penelitian: Tindakan distraksi menonton animasi kartun terhadap terbukti efektif dalam menurunkan tingkat stress hospitalisasi pada anak prasekolah. Rekomendasi: Diharapkan rumah sakit dapat menjadikan tindakan distraksi menonton animasi kartun ini sebagai prosedur tetap dalam mengatasi permasalahan stres hospitalisasi pada pasien anak.
Pengaruh Pemberian Puding Daun Kelor Terhadap Produksi ASI Ibu Nifas 4-10 Hari Mulyani, Irma; Ivana Yasmin, Diya; Nurhanifah Budiadi, Hana
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 16 No 4 (2024): DESEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/job.v16i4.2421

Abstract

Latar Belakang. Ketidakcukupan produksi ASI sebagai salah satu faktor yang menyebabkan kegagalan pemberian ASI eksklusif mempengaruhi ibu melakukan pemberhentian dini dalam menyusui. Dalam pemberian ASI ibu nifas sering mengalami kendala. Salah satunya adalah produksi ASI yang tidak lancar. Daun kelor mengandung laktagogum untuk meningkatkan volume produksi ASI pemberian daun kelor dapat meningkatkan prolactin dan volume ASI. Tujuan Penelitian. Untuk mengetahui Pengaruh pemberian puding daun kelor terhadap produksi ASI ibu nifas 4-10 hari. Desain Penelitian. Menggunakan desain quasi experiment one group pre test and post test design. Dengan sampel ibu nifas 4-10 hari berjumlah 30 orang menggunakan teknik purposive sampling. Uji yang digunakan uji t berpasangan. Hasil Penelitian. Produksi ASI sebelum diberikan puding daun kelor rerata sebesar 61,33 cc dan produksi ASI setelah diberikan puding daun kelor rerata sebesar 183,67 cc. Terdapat pengaruh pemberian puding daun kelor terhadap peningkatakan produksi ASI secara signifikan dengan p value 0,000 < 0,05. Simpulan. Terdapat pengaruh pemberian puding daun kelor terhadap produksi ASI ibu nifas 4-10 hari .
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. ”I” G2P1A0 DENGAN PEMANFAATAN TEKNOLOGI APLIKASI SENAM KEGEL UNTUK MENGURANGI KETIDAKNYAMANAN SERING BUANG AIR KECIL DI PMB “P” KOTA CIMAHI Uswatun Hasanah, Sinta; Putriastuti, Widya; Purwanti; Nurhanifah, Hana
Jurnal Osadhawedyah Vol 3 No 1 (2025): Jurnal Osadhawedyah
Publisher : PT NAFATIMAH GRESIK PUSTAKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kehamilan adalah proses alami di mana telur yang dibuahi berkembang menjadi janin selama 38-40 minggu. Pada masa kehamilan, terutama trimester III, sering dijumpai ketidaknyamanan yang bisa terjadi secara fisiologis maupun patologis. Pemberian asuhan kebidanan komprehensif dilakukan untuk mendukung kesehatan, mencegah komplikasi, mendeteksi masalah dini, dan memberikan pendidikan kesehatan pada ibu hamil, khususnya yang mengalami keluhan sering buang air kecil akibat tekanan janin pada kandung kemih. Metode pada penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus.  Pengumpulan data pada penelitian ini melalui wawancara dan observasi. Subjek penelitian pada asuhan kebidanan ini adalah Ny. “I” G2P1A0 usia kehamilan 36 minggu dengan keluhan sering buang air kecil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa senam kegel dengan aplikasi dilakukan tiga kali sehari selama 13 hari dan konseling mengenai pengaturan minum di malam hari, berhasil mengurangi keluhan sering buang air kecil dan membuat ibu merasa lebih nyaman. Pada masa persalinan, ibu dirujuk karena oligohidramnion, dan pada masa nifas diberikan pendidikan kesehatan mengenai perawatan luka pasca operasi. Kesimpulan studi kasus ini adalah bahwa asuhan yang diberikan selama kehamilan, persalinan, nifas, dan bayi baru lahir pada Ny. “I” sesuai teori dan efektif mengatasi ketidaknyamanan. Diharapkan asuhan kebidanan komprehensif ini dapat diaplikasikan terutama pada ibu hamil yang sering buang air kecil, serta pemanfaatan aplikasi senam kegel dapat dilakukan oleh setiap ibu hamil sebagai sarana edukasi yang dapat dimanfaatkan kapan saja dan di mana saja.
Pengaruh Penyuluhan Kesehatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Terhadap Tingkat Pengetahuan Ibu Yang Memiliki Balita Diare Hana Nurhanifah Budiadi; Niknik Nursifa; Rudi Karmi
Jurnal Sains & Kesehatan Vol 4 No 1 (2025): Jurnal Sains dan Kesehatan
Publisher : Politeknik Baubau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57151/jsika.v4i1.1055

Abstract

The Indonesian Health Profile report on the prevalence of diarrhea among children under five in West Java in 2018 was 46.35% and increased in 2019 to 47.6%. Based on this data, the prevalence of diarrhea in West Java is included in the top 10 provinces with the highest diarrhea cases in Indonesia. Research suggests that the incidence of diarrhea in toddlers in general is the habit of mothers who do not apply PHBS while caring for their babies which results in babies tending to experience diarrhea. The purpose of this study was to determine the effect of health counseling on Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) on the level of knowledge of mothers who have diarrhea toddlers. This study used a quasi-experimental research design, namely a study by conducting activities to determine the effect of PHBS health counseling on the level of knowledge of mothers who have diarrhea toddlers with a one group pre-test post-test design which is an experimental research design without a comparison group. The population was 20 respondents and total sampling was taken. The results of the analysis obtained using the Marginal Homogeneity test obtained a p value = 0.000, p value = 0.000 < α (0.05), then Ho is rejected and Ha is accepted, meaning that there is an influence of health counseling on clean and healthy living behavior (PHBS) on the level of knowledge of mothers who have toddlers. There is an effect of PHBS health counseling on the level of knowledge of mothers who have diarrhea toddlers with a value of 0.000.
Pengaruh Edukasi Tentang Vaginal Hygiene Terhadap Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Pada Saat Menstruasi Budiadi, Hana Nurhanifah; Karmi, Rudi; Kurnia, Imas Siti
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 13, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik13104

Abstract

Cleanliness of the reproductive organs during menstruation is very important, because if this is not done an infection can arise in the area. This study aims to determine the effectiveness of education about vaginal hygiene to increase knowledge of female adolescents about vaginal hygiene during menstruation. Cross-sectional was used as the design of this study. Respondents involved in this study were 30 female adolescents who were selected by simple random sampling technique. Data was collected by filling out a questionnaire, then analyzed using the marginal homogeneity test. The p value of the statistical analysis was 0.000, meaning that there was a difference in the level of knowledge between before and after education. It was concluded that education about vaginal hygiene was effective in increasing young female adolescents's knowledge about vaginal hygiene during menstruation.Keywords: menstruation; vaginal hygiene; female adolescents ABSTRAK Kebersihan organ reproduksi saat menstruasi sangat penting dilakukan, karena jika tidak dilakukan dapat timbul infeksi pada area tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk efektifitas edukasi tentang vaginal hygiene untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang vaginal hygiene pada saat menstruasi. Cross-sectional digunakan sebagai desain penelitian ini. Responden yang dilibatkan dalam penelitian ini adalah 3o remaja putri yang diplih dengan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner, lalu dianalisis menggunakan uji homogenitas marginal. Nilai p dari analisis statistik adalah 0,000, artinya ada perbedaan tingkat pengetahuan antara sebelum dan sesudah edukasi. Disimpulkan bahwa edukasi tentang vaginal hygiene efektif untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang vaginal hygiene pada saat menstruasi.Kata kunci: menstruasi; vaginal hygiene; remaja putri
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. ”N” G1P0A0 DENGAN METODE SENAM HAMIL, MASSAGE EFFLEURAGE, DAN BREAST CARE DI PMB “N” Herlia, Destalia; Nurhanifah Budiadi , Hana; Suaidah , Neng
Jurnal Osadhawedyah Vol 3 No 4 (2025): Jurnal Osadhawedyah | Nopember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT NAFATIMAH GRESIK PUSTAKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kehamilan merupakan proses yang dialami oleh setiap wanita sebelum melahirkan dan memiliki anak. Setiap wanita yang sudah menikah akan menunggu proses kehamilan, tetapi tidak menutup kemungkinan dalam setiap minggunya terdapat beberapa ketidaknyamanan yang akan dialami oleh wanita yang akan menjadi seorang ibu. Pada masa kehamilan, persalinan dan nifas akan dijumpai beberapa ketidaknyamanan dan keluhan, terutama pada trimester III. Keluhan yang dirasakan bisa terjadi secara fisiologis maupun patologis. Pemberian asuhan kebidanan komprehensif dilakukan untuk mengatasi ketidaknyamanan yang terjadi, khususnya pada ibu yang mengalami nyeri punggung saat kehamilan persalinan, dan mengalami putting lecet saat masa nifas. Metode pada penelitian ini merupakan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan wawancara dan observasi. Subjek pada asuhan kebidanan ini adalah Ny. “N” G1P0A0 usia kehamilan 37 minggu 3 hari dengan keluhan nyeri punggung pada akhir usia kehamilan. Setelah dilakukan senam hamil 3 kali dalam seminggu, terdapat pengurangan rasa nyeri pada punggung ibu. Kesimpulan studi kasus ini yaitu asuhan yang diberikan pada masa kehamilan, persalinan, nifas dan bayi baru lahir pada Ny. “N” efektif untuk mengatasi ketidaknyamanan yang dialami. Diharapkan asuhan kebidanan komprehensif ini dapat diaplikasikan terutama pada ketidaknyamanan ibu hamil, bersalin dan nifas, serta pemanfaatan senam hamil, massage effleurage dan breast care oleh setiap ibu hamil sebagai sarana edukasi yang dapat dimanfaatkan kapan saja dan dimana saja.
Enhancing Capacity of Health Workers and Community Health Cadres in Preterm Infant Care Through Behavior Change Communication: A Community-Centric Training Initiative in Bandung District Mira Miraturrofiah; Qorinah Estiningtyas Sakilah Adnani; Dwi Agustian; Yanyan Mulyani; Citra; Niknik Nursifa; Hana Nurhanifah; Ika Khairunnisa; Wenny Desmana; Nenden Nurul Aulia; Dany Hilmanto
Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan (Abdigermas) Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Bidang Kesehatan (Abdigermas)
Publisher : CV Media Inti Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58723/abdigermas.v4i2.690

Abstract

Background: Preterm birth, characterized as childbirth prior to 37 weeks of gestation, continues to pose a significant challenge in mother and child health due to the heightened susceptibility of preterm newborns to complications, including respiratory issues, hypothermia, infections, feeding difficulties, and developmental issues. Efficient post-discharge care is crucial to avert difficulties and hospital readmissions; nevertheless, numerous families possess insufficient knowledge and abilities to care for preterm newborns at home. Enhancing the capabilities of healthcare professionals and community health workers is essential to support families and maintain treatment continuity, thereby improving families’ ability to provide appropriate home care for preterm infants and reducing the risk of complications and readmissions.Aims: This study sought to enhance the capabilities of health workers and community health cadres to assist families of preterm children through a Behavior Change Communication (BCC)-oriented mentorship strategy in Bandung Regency, Indonesia.Methods: This community-oriented program employed a participatory capacity-building training methodology, engaging 69 participants, including 23 midwives and 46 community health workers from 23 primary health facilities. The program was delivered over three days, utilizing a blended learning strategy that integrated online lectures, workshops, discussions, simulations, role-playing, and skill-based practice stations. Knowledge enhancement was evaluated by pre-test and post-test assessments.Results: The findings indicated a significant enhancement in participants' understanding. The percentage of cadres with adequate knowledge rose from 58.7% to 91.3%, while among health workers it increased from 65.2% to 91.3%. Knowledge scores enhanced in 89.1% of cadres and 87.0% of health workers.Conclusion: The findings demonstrate that participatory training, which combines clinical care and behavior change communication, effectively enhances the capabilities of health workers and community cadres to support families in the home care of preterm newborns.