Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS DEFECT PADA PROSES STRANDING DENGAN METODE DMAIC PT. X Angga Adi Pratama; Miftahul Imtihan; Suwaryo Nugroho
JENIUS : Jurnal Terapan Teknik Industri Vol 1 No 2 (2020): JENIUS: Jurnal Terapan Teknik Industri
Publisher : LPPMPK - Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1347.446 KB) | DOI: 10.37373/jenius.v1i2.59

Abstract

Penerapan perencanaan produksi yang tepat akan menghasilkan produksi yang memenuhi standar kualitas dengan jumlah cacat produk (defect) yang rendah. Permasalahan yang terjadi yaitu defect pada alur proses stranding yang menjadi temuan masih terhitung tinggi. PT. X adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang manufacture of power cable, telecommunication cable, enameled wires. Tujuan penelitian ini untuk melakukan analisis defect secara spesifik pada proses Stranding sebagai upaya meningkatkan kualitas produk kabel. Adapun metode yang digunakan adalah DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improvement dan Control). Hasil penelitian pada tahap Define melalui diagram pareto terdapat 3 jenis defect yaitu (1).Loss 76.80%, (2). Attenuation Big 19.20%, (3). Loose Tube Brittle 4.00%. Tahap Measure diperoleh nilai level sigma 3.27 , pada tahap analyze yang menjadi faktor penyebab defect adalah material dan mesin, dan Improve yang diterapkan adalah dengan membuat Design of Experiments (DOE) yaitu dengan pemasangan keramik penghalang Filler dan memasang Dies CSM di area pay off CSM proses Stranding dan level sigma diperoleh menjadi 3,76σ. Adapun tahap Control menunjukkan bahwa produk masuk dalam area batas kontrol atas dan batas kontrol atas (UCL dan LCL). Bahwa defect pada proses stranding dengan metode DMAIC setelah dilakukan improve menurun dari 625,034 meter (11.63 %) menjadi 126,050 meter (3.54 %).
USULAN PERBAIKAN MELALUI PENERAPAN TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE DENGAN METODE OEE PADA MESIN TWIN SCREW EXTRUDER PVC DI PT. XYZ T Budi Agung; Miftahul Imtihan; Suwaryo Nugroho
TEKNOSAINS : Jurnal Sains, Teknologi dan Informatika Vol 8 No 1 (2021): TEKNOSAINS: Jurnal Sains, Teknologi dan Informatika
Publisher : LPPMPK- Universitas Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37373/tekno.v8i1.78

Abstract

Perawatan pada esensinya untuk mengurangi atau meminimalisir kerusakan pada mesin atau  peralatan, yang berakibat pada penurunan hasil produksi. Keberlangsungan produktivitas proses produksi dapat ditentukan dengan indikator tingkat OEE. PT. XYZ sebuah perusahaan manufaktur yang menggunakan mesin twin screw extruder. Berdasarkan temuan di lapangan, bahwa selama proses produksi 12 bulan mesin ini seringkali mengalami isu terkait six big losses sehingga mengurangi tingkat availability, performance dan quality. Tujuan dari penelitian ini adalah memberikan usulan perbaikan pemeliharaan mesin secara preventif dan berkala sehingga kerusakan mesin mampu meminimalisir secara optimal. Metode yang diterapkan dalam mencapai target yaitu dengan menerapkan TPM (Total productive maintenance) melalui pendekatan metode OEE (Overall equipment effectiveness) dan analisis fishbone. Temuan dari data-data produksi ditemukan banyaknya isu terkait quality dan rework, dengan temuan defect rata-rata 12%, tingkat scrap rata-rata 2% dan tingkat rework rata-rata 6%. Dari hasil analisis perhitungan nilai rata-rata OEE pada mesin twin screw extruder PVC di PT. XYZ adalah 63.10% yang berarti masih jauh dari standar world class 85%, dengan deviasi sekitar (21.90%). Hal ini mengindikasikan masih adanya ruang improvement dan perbaikan yang harus dilakukan. Sedangkan dari indikator utama yang berpengaruh terhadap nilai OEE adalah equipment failure dengan kisaran 2502.50 jam, dan dari hasil diskusi terhadap analisis fishbone disimpulkan bahwa aspek metode merupakan yang paling berperan terhadap equipment failure tersebut perlunya beberapa usulan perbaikan guna memperbaiki tingkat OEE.