Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Perancangan Produk Aquascape Dengan Metode Quality Function Deployment (QFD) Miftahul Imtihan, Elly Lestari,
JENIUS : Jurnal Terapan Teknik Industri Vol 1 No 1 (2020): Jenius: Jurnal Terapan Teknik Industri
Publisher : LPPMPK - Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1107.93 KB) | DOI: 10.37373/jenius.v1i1.24

Abstract

Inovasi produk menjadi kunci utama bagi keberlanjutan industri agar produk tetap bertahan dan mampu bersaing dengan kompetitor yang berpeluang. Perancangan produk Aquascape yang dilakukan secara inovatif, konsisten, untuk memenuhi kebutuhan konsumen dengan sistem perancangan yang tepat dan terukur akan mampu memperoleh hasil produk Aquascape yang optimal. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk merancang produk Aquascape yang mengacu pada keinginan konsumen sehingga mampu menciptakan peningkatan produksi. Implementasi rancangan produk Aquascape mengacu pada matrik kebutuhan konsumen melalui metode Quality Function Deployment (QFD). Hasil penelitian yang diperoleh terhadap 9 atribut secara prioritas utama ; Multifungsi (5,00), Kokoh (4,00), Hemat Listrik (4,00), Produk Inovasi (4,00), Lampu Tahan Lama (3,00), Ukuran Disesuaikan (3,00), Bobot Ringan (3,00), Bentuk Unik (3,00), dan Nilai Estetika (2,70). Perancangan produk Aquascape mengacu pada kriteria produk Aquascape Multifungsi yaitu dalam satu produk mampu digunakan untuk 3 fungsi sekaligus (3in1). Fungsi pertama untuk pencahayaan tanaman sebagai pengganti cahaya matahari dengan lampu LED 57,6 W yang jumlahnya disesuaikan dengan ukuran akuarium. Fungsi kedua untuk stabilitas suhu air sekaligus hemat listrik dengan menggunakan kipas DC 8” kisaranya 25-27°C. Fungsi ketiga untuk hiasan ruangan sebagai bentuk penerapan inovasi produk yang dibuat unik berbentuk jembatan dilengkapi aksesoris akrilik
PENGENDALIAN PERSEDIAN PRODUK DENGAN METODE EOQ MELALUI KONSEP SUPPLY CHAIN MANAGEMENT Wijaya, M Aldi; Nugroho, Suwaryo; M. Ali Pahmi; Miftahul Imtihan
JENIUS : Jurnal Terapan Teknik Industri Vol 2 No 1 (2021): JENIUS: Jurnal Terapan Teknik Industri
Publisher : LPPMPK - Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (797.255 KB) | DOI: 10.37373/jenius.v2i1.92

Abstract

Pengendalian persediaan produk merupakan bagian dari model yang mengintegrasikan biaya pemesanan, penggunaan bahan baku per-tahun, biaya penyimpanan per-unit. Stock out menjadi persoalan krusial yang terjadi terkait tidak terpenuhi permintaan konsumen dan berakibat menurunnya penjualan. Tujuan penelitian ini untuk mengatasi stock out pengendalian persediaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah economic order quantity dengan strategi supply chain managament. Hasil penelitian bahwa total biaya mencapai Rp 113.946.970,00 dengan kuantitas produk agar optimal adalah 165 box, dengan reorder point sebesar 119 box. Hal ini berarti perusahaan harus memesan kembali produk sebanyak nilai reorder point dalam memenuhi permintaan branch main warehouse atau gudang-gudang cabang agar tidak menjadi hutang kirim yang berdampak pada penurunan penjualan perusahaan.
Perancangan Perbaikan Proses Produksi Top Plug Assy Untuk Efisiensi Biaya Produksi Imtihan, Miftahul; Hidayatullah, Asep; Mulyono, Kristanto
JENIUS : Jurnal Terapan Teknik Industri Vol 2 No 2 (2021): JENIUS: Jurnal Terapan Teknik Industri
Publisher : LPPMPK - Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.608 KB) | DOI: 10.37373/jenius.v2i1.98

Abstract

PProses perancangan produksi yang menyimpang akan memberikan dampak pada posisi keuangan perusahaan secara negatif. Hal penting terkait perancangan perbaikan adalah alur proses produksi dan alur proses pembiayaan yang efektif. Adanya alur proses yang tidak efektif, diluar skenario rancangan, maka perusahaan akan mengeluarkan biaya diluar anggaran dan menjadi akumulasi beban biaya yang semakin membengkak. Tujuan penelitian ini untuk perbaikan proses produksi agar tercapai efisiensi biaya produksi. Metode yang digunakan dengan analisis diagram fishbone yaitu mencari akar permasalahan yang terjadi. Hasil penelitian menunjukan bahwa material, mesin, dan metode menjadi faktor penyebab terjadinya proses produksi top plug assy tidak efektif. Rancangan perbaikannya dengan menerapkan perubahan alur proses menjadi satu tahapan dengan mengganti alat potong pada jaw yang berfungsi sebagai pencengkeram benda kerja. Disimpulkan bahwa total efisiensi biaya produksi mencapai 75.29% atau setara dengan nilai Rp. 1.111.211.971,61 dengan rincian besarnya biaya tenaga kerja 68.57%, biaya proses operasi 81.02%, biaya alat potong 46.81%, serta biaya oli pendingin mencapai 50.00%.
Assistance in Managing Efficacious Drinks Using Red Ginger Raw Material Hilman Sholih; Wilarso; Miftahul Imtihan; Verry Surya Hendrawan; Hanifah Syayidah Lutfiyah
Jurnal Dedikasi Vol. 18 No. 2 (2021): November
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/dedikasi.v18i2.18326

Abstract

In managing and marketing the production of red ginger intonutritious drinks, there are often obstacles, starting from theprocess of selecting materials, production, packaging, to themarketing process. The purpose of this activity is to understandthe production process to sales. The method used is to provideassistance in managing red ginger production from production toonline marketing. From the results of the assistance carried outon the production of red ginger, 80% of the percentage isconsidered to provide a very good contribution to producersregarding their sales. As for the marketing process, it is donethrough social media or online digital marketing and the nearestwarung. The suggestion in the production of red ginger is thatthere needs to be an increase in more beautiful packaging models,to get the product's appeal to its customers.
REDESIGN ALAT TAMBAHAN PADA MESIN PRODUKSI KOMPONEN OTOMOTIF BODY INNER DALAM MENINGKATKAN KUALITAS MELALUI STRATEGI DMAIC Miftahul - Imtihan; Revino Revino
Journal of Industrial Engineering Management Vol 4, No 1 (2019): Journal of Industrial Engineering Management Vol. 4 No. 1
Publisher : Center for Study and Journal Management FTI UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.791 KB) | DOI: 10.33536/jiem.v4i1.125

Abstract

Peluang yang dimiliki perusahaan sangat terbuka dalam berkompetisi dengan para pesaing di industri komponen otomotif. Penelitian ini bertujan untuk melakukan redesign alat tambahan mesin produksi komponen otomotif dalam meningkatkan kualitas produksi komponen Body Inner  melalui strategi DMAIC. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan analisa strategi DMAIC yaitu implementasi dari Define, Measure, Improve dan Control. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua vital faktor yang menyebabkan produk cacat adalah Clamp Welding Jig Kurang Sempurna dengan Dimensi Pin Stopper tidak berfungsi sebagai pengunci sekaligus detektor. Melalui strategi DMAIC pada tahapan Improve dengan melakukan Redesign alat tambahan yaitu Install Clamp Welding Jig, maka produk yang dihasilkan mampu meningkatkan kualitas yang diinginkan pelanggan dengan indikator nilai sigma level meningkat dari 3,14 σ menjadi 4,32 σ. Efek finansial perusahaan terhadap improving continuous yang telah dilakukan mencapai sekitar Rp. 1.513.655.000,- artinya rata-rata efisiensi perusahaan adalah Rp. 504.551.666,67 per-tahun. Sehingga dengan kondisi tersebut perusahaan tetap layak untuk dijalankan dan dikembangkan.
REDESIGN ALAT TAMBAHAN PADA MESIN PRODUKSI KOMPONEN OTOMOTIF BODY INNER DALAM MENINGKATKAN KUALITAS MELALUI STRATEGI DMAIC Miftahul Imtihan; Revino Revino
Journal of Industrial Engineering Management Vol 2, No 2 (2017): Journal of Industrial Engineering Management Vol. 2 No. 2
Publisher : Center for Study and Journal Management FTI UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (740.279 KB) | DOI: 10.33536/jiem.v2i2.153

Abstract

Peluang yang dimiliki perusahaan sangat terbuka dalam berkompetisi dengan para pesaing di industri komponen otomotif. Penelitian ini bertujan untuk melakukan redesign alat tambahan mesin produksi komponen otomotif dalam meningkatkan kualitas produksi komponen Body Inner melalui strategi DMAIC. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan analisa strategi DMAIC yaitu implementasi dari Define, Measure, Improve dan Control. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua vital faktor yang menyebabkan produk cacat adalah Clamp Welding Jig Kurang Sempurna dengan Dimensi Pin Stopper tidak berfungsi sebagai pengunci sekaligus detektor. Melalui strategi DMAIC pada tahapan Improve dengan melakukan Redesign alat tambahan yaitu Install Clamp Welding Jig, maka produk yang dihasilkan mampu meningkatkan kualitas yang diinginkan pelanggan dengan indikator nilai sigma level meningkat dari 3,14 σ menjadi 4,32 σ. Efek finansial perusahaan terhadap improving continuous yang telah dilakukan mencapai sekitar Rp. 1.513.655.000,- artinya rata-rata efisiensi perusahaan adalah Rp. 504.551.666,67 per-tahun. Sehingga dengan kondisi tersebut perusahaan tetap layak untuk dijalankan dan dikembangkan. 
ANALISIS DEFECT PADA PROSES STRANDING DENGAN METODE DMAIC PT. X Angga Adi Pratama; Miftahul Imtihan; Suwaryo Nugroho
JENIUS : Jurnal Terapan Teknik Industri Vol 1 No 2 (2020): JENIUS: Jurnal Terapan Teknik Industri
Publisher : LPPMPK - Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1347.446 KB) | DOI: 10.37373/jenius.v1i2.59

Abstract

Penerapan perencanaan produksi yang tepat akan menghasilkan produksi yang memenuhi standar kualitas dengan jumlah cacat produk (defect) yang rendah. Permasalahan yang terjadi yaitu defect pada alur proses stranding yang menjadi temuan masih terhitung tinggi. PT. X adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang manufacture of power cable, telecommunication cable, enameled wires. Tujuan penelitian ini untuk melakukan analisis defect secara spesifik pada proses Stranding sebagai upaya meningkatkan kualitas produk kabel. Adapun metode yang digunakan adalah DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improvement dan Control). Hasil penelitian pada tahap Define melalui diagram pareto terdapat 3 jenis defect yaitu (1).Loss 76.80%, (2). Attenuation Big 19.20%, (3). Loose Tube Brittle 4.00%. Tahap Measure diperoleh nilai level sigma 3.27 , pada tahap analyze yang menjadi faktor penyebab defect adalah material dan mesin, dan Improve yang diterapkan adalah dengan membuat Design of Experiments (DOE) yaitu dengan pemasangan keramik penghalang Filler dan memasang Dies CSM di area pay off CSM proses Stranding dan level sigma diperoleh menjadi 3,76σ. Adapun tahap Control menunjukkan bahwa produk masuk dalam area batas kontrol atas dan batas kontrol atas (UCL dan LCL). Bahwa defect pada proses stranding dengan metode DMAIC setelah dilakukan improve menurun dari 625,034 meter (11.63 %) menjadi 126,050 meter (3.54 %).
Analisis beban kerja pada kitting medium part dengan metode work force analysis Agnes Febby Lestari; Kristanto Mulyono; Susiyanti, Susiyanti Nurjanah; Miftahul Imtihan
JENIUS : Jurnal Terapan Teknik Industri Vol 4 No 2 (2023): JENIUS: Jurnal Terapan Teknik Industri
Publisher : LPPMPK - Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37373/jenius.v4i2.629

Abstract

Sumber daya manusia merupakan aset terpenting dalam menjalankan aktivitas perusahaan. Dalam mencapai target perusahaan, berbagai cara dilakukan yaitu dengan cara memotivasi dan memaksimalkan potensi pada masing-masing individu. Beban kerja merupakan salah satu faktor utama yang mempengaruhi tingkat keberhasilan pada perusahaan, dengan dilakukan analisis beban kerja merupakan proses untuk menetapkan jumlah jam kerja orang yang digunakan atau dibutuhkan untuk merampungkan pekerjaan dalam waktu tertentu. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan aktifitas proses perakitan pada operator kitting medium part. Adapun metode yang digunakan adalah Work load Analysis & Work Force Analysis. Hasil perhitungan dengan metode WLA diperoleh nilai sebesar 2.401 dibulatkan menjadi 3 dan nilai tersebut memiliki arti bahwa beban kerja berlebih yang diterima oleh tenaga kerja. Untuk hasil perhitungan beban kerja dengan metode WFA diperoleh nilai 2.558 dibulatkan menjadi 3 dan nilai tersebut memiliki arti bahwa jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan adalah 3 orang. Disimpulkan bahwa perlu ditambahkan 1 tenaga kerja secara existing, sehingga total tenaga kerja menjadi 3 orang, agar tidak terjadi beban kerja berlebih di kitting medium part departemen logistik.
Pengembangan produk resleting dengan metode quality function development Jeni Carles; Miftahul, Miftahul Imtihan
JENIUS : Jurnal Terapan Teknik Industri Vol 5 No 1 (2024): JENIUS: Jurnal Terapan Teknik Industri
Publisher : LPPMPK - Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37373/jenius.v5i1.723

Abstract

Proses mempertahankan unit produksi agar customer lebih memilih produk yang dimiliki, maka perlu dilakukan tahapan proses yang diawali dari keinginan customer. Produk resleting adalah hasil penerapan, perancangan oleh industri tekstil yang dipergunakan pada perlengkapan baju, jaket, tas, celana, dan lain sebagainya. Tingginya kebutuhan resleting pada tingkat pengguna, diperlukan proses pengembangan produk agar mampu bertahan. Permasalahannya adalah keinginan pasar yang kompetitif, inovasi produk yang dinamis, dan isu lingkungan yang berkelanjutan (Sustainable Development Goals - SDGs). Tujuannya adalah pengembangan produk resleting yang berkelanjutan dengan memperhatikan keinginan customer dan isu lingkungan berkelanjutan. Metode yang digunakan terkait permasalahan yang ada adalah Quality Function Deployment, karena metode ini sebagai salah satu alat bagi pengembangan produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan produk resleting yang diterapkan perlu memperhatikan keinginan customer, hal ini terkait technical respons yang mengacu nilai koefisien relative important (D.1=13%, D.2=21%, D.3=32%, D.4=34%). Disimpulkan bahwa inovasi pengembangan produk pada spesifikasi resleting menjadi 5ZP+, komponen produk semua recycle material jenis PET kecuali pada komponen slider berbahan zinc alloy
Meningkatkan Pemahaman Konsep Teknik Kendaraan Ringan melalui Media Pembelajaran Animasi Mastang, Mastang; Imtihan, Miftahul; Pahmi, Muhammad Ali
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2025): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/bajpm.v5i3.2613

Abstract

Pendidikan vokasi di bidang Teknik Kendaraan Ringan (TKR) menghadapi tantangan dalam menjelaskan konsep-konsep mekanis dan elektris yang bersifat abstrak dan dinamis. Keterbatasan media pembelajaran konvensional sering kali menghambat pemahaman mendalam dan retensi pengetahuan siswa. Laporan ini menyajikan hasil dari sebuah program pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk mengatasi masalah tersebut melalui implementasi media pembelajaran berbasis animasi di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Babelan, Bekasi. Kegiatan ini dirancang dengan menggunakan pendekatan pra-eksperimental, di mana intervensi pedagogis berupa pengajaran menggunakan animasi diterapkan pada sekelompok siswa TKR. Evaluasi dilakukan melalui kuis pasca-intervensi yang dikerjakan melalui aplikasi digital yang menarik. Hasil kuantitatif menunjukkan tingkat pemahaman yang sangat tinggi, di mana 90 persen siswa berhasil menjawab seluruh pertanyaan dengan benar. Temuan ini, didukung oleh observasi kualitatif yang mencatat antusiasme dan keterlibatan aktif siswa, mengindikasikan bahwa media animasi merupakan instrumen pedagogis yang sangat efektif dalam pendidikan kejuruan otomotif. Simpulan dari studi ini adalah bahwa animasi mampu mentransformasikan materi yang kompleks menjadi lebih mudah dipahami dan diingat, sehingga secara signifikan meningkatkan hasil belajar siswa.