This Author published in this journals
All Journal Jurnal Psikologi
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Ketika Teman Jadi Penyelamat: Studi Dukungan Sosial Sebaya dalam Mengatasi Academic Burnout Mahasiswa Detri Sefianmi; Rina Sari; Indah Rachmani
Jurnal Psikologi Vol. 2 No. 4 (2025): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pjp.v2i4.4331

Abstract

Mahasiswa kerap menghadapi tekanan akademik yang kompleks, seperti tuntutan tugas, ujian, dan penyesuaian terhadap lingkungan sosial di kampus, yang berpotensi memicu kondisi academic burnout. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dukungan sosial teman sebaya terhadap tingkat academic burnout pada mahasiswa. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi linier sederhana, sebanyak 297 mahasiswa dari Universitas X menjadi sampel penelitian. Instrumen yang digunakan adalah Interpersonal Support Evaluation List (ISEL) dan Maslach Burnout Inventory-Student Survey (MBI-SS). Hasil menunjukkan bahwa dari empat bentuk dukungan sosial yang diteliti, information support dan self-esteem support memiliki pengaruh signifikan dan negatif terhadap burnout. Temuan ini menegaskan pentingnya kualitas dukungan teman sebaya dalam menjaga kesehatan mental mahasiswa dan dapat dijadikan dasar bagi pengembangan program intervensi berbasis komunitas kampus.
Harga Diri dan Self-Injury: Sebuah Studi pada Individu dengan Riwayat Adverse Childhood Experiences Rina Sari; Regina Kristy Akerpia
Jurnal Psikologi Vol. 3 No. 1 (2025): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pjp.v3i1.5118

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-esteem dan NSSI pada individu yang memiliki pengalaman buruk masa kecil serta pernah melakukan tindakan menyakiti diri tanpa niat bunuh diri. Penelitian ini menggunakan desain korelasional. Partisipan berjumlah 50 orang yang memenuhi kriteria pengalaman trauma masa kecil dan riwayat setidaknya satu kali melakukan NSSI, diperoleh melalui teknik accidental sampling. Instrumen yang digunakan meliputi The Coopersmith Self-Esteem Inventory (CSEI) – Adult Version untuk mengukur tingkat self-esteem, serta Inventory of Statements About Self-Injury (ISAS) untuk mengukur kecenderungan NSSI. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan negatif dan signifikan antara self-esteem dan NSSI (r = –0.281; p < 0.05). Temuan tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi self-esteem yang dimiliki individu, maka semakin rendah kecenderungan melakukan NSSI, khususnya pada individu dengan riwayat trauma masa kecil. Self-esteem memiliki peran penting dalam membantu individu menyesuaikan diri terhadap berbagai perubahan situasi serta lingkungan baru, sekaligus memfasilitasi penggunaan strategi coping yang adaptif dalam menghadapi permasalahan. Individu dengan self-esteem yang lebih baik cenderung mampu mengelola emosi secara efektif, sedangkan self-esteem yang rendah sering dikaitkan dengan munculnya perilaku maladaptif seperti nonsuicidal self-injury (NSSI). Implikasi penelitian ini memperkuat bukti empiris bahwa self-esteem berperan sebagai faktor protektif terhadap perilaku menyakiti diri tanpa niat bunuh diri. Selain itu, hasil ini menegaskan pentingnya intervensi psikologis yang berfokus pada penguatan self-esteem untuk meminimalkan risiko NSSI pada populasi dengan pengalaman traumatis. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mempertimbangkan variabel psikologis lain yang berpotensi berperan sebagai mediator atau moderator dalam hubungan tersebut.
Pengaruh Adverse Childhood Experiences terhadap Resiliensi: Peran Dukungan Sosial sebagai Faktor Protektif Rina Sari; Suci Lutfiah
Jurnal Psikologi Vol. 3 No. 4 (2026): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pjp.v3i4.6245

Abstract

Adverse Childhood Experiences (ACEs) merupakan pengalaman negatif pada masa kanak-kanak yang dapat memberikan dampak jangka panjang terhadap kemampuan individu dalam beradaptasi, termasuk resiliensi. Dukungan sosial dipandang sebagai faktor protektif yang berpotensi mengurangi dampak negatif ACEs, namun penelitian yang menguji peran masing-masing dimensi dukungan sosial sebagai moderator pada populasi emerging adulthood di Indonesia masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Adverse Childhood Experiences terhadap resiliensi serta menguji peran emotional support, informational support, tangible support, dan belonging support sebagai variabel moderator. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sebanyak 189 responden dengan riwayat ACEs berpartisipasi dalam penelitian ini. Data dikumpulkan menggunakan ACE Questionnaire, Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC) versi Bahasa Indonesia, dan skala dukungan sosial yang disusun berdasarkan teori Bert N. Uchino. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear dan analisis moderasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ACEs berpengaruh negatif dan signifikan terhadap resiliensi dengan kontribusi sebesar 7,5%. Dari empat dimensi dukungan sosial yang diuji, hanya belonging support yang terbukti memoderasi hubungan antara ACEs dan resiliensi, ditunjukkan oleh peningkatan koefisien determinasi (R²) dari 7,5% menjadi 18,8% serta efek interaksi yang signifikan (p = 0,032). Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi paparan ACEs, semakin rendah tingkat resiliensi, sedangkan belonging support berperan sebagai faktor protektif yang membantu mengurangi dampak negatif pengalaman buruk masa kanak-kanak terhadap resiliensi pada individu emerging adulthood.