Basuki Rahmat MS
Institut Ilmu Kesehatan Pelamonia Kesdam XIV/Hasanuddin

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Penggunaan Media Audio Visual Video Sadari Terhadap Tingkat Pengetahuan dan Sikap Santriwati Pondok Pesantren Tarbiyah Takalar Asyima Arifuddin; Basuki Rahmat MS
JURNAL KESEHATAN DELIMA PELAMONIA Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Delima Kesehatan Pelamonia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan Pelamonia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.551 KB) | DOI: 10.37337/jkdp.v5i1.218

Abstract

Kanker payudara merupakan kanker paling umum terjadi di dunia dengan jumlah presentase yangtinggi. Hal ini dipengaruhi oleh kurangnya pengetahuan dan sikap remaja putri tentang pemeriksaanpayudara sendiri (SADARI). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruhPenggunaan media audio visual video sadari terhadap tingkat pengetahuan dan sikap santriwatipondok pesantren tarbiyah takalar. Penelitian ini menggunakan metode quasi experiment, denganpendekatan one group pre-test and post-test. Populasi dalam penelitian ini adalah semua Santriwatiyang berada di pondok pesantren tarbiyah takalar yang berjumlah 30 orang. Tehnik pengambilansampel menggunakan tehnik accidental sampling yaitu penentuan sampel berdasarkan kebetulanbertemu dengan peneliti. Analisa data dilakukan dengan menggunakan Uji Normalitas dan UjiStatistik yang alternatifnya Uji Wilcoxon. Hasil Uji Normaltas dengan menggunakan KolmogorovSmirnov diperoleh untuk variabel pengetahuan dan sikap peserta Penggunaan p=0,00 < ɑ = 0,05artinya data tidak berdistribusi normal berdistribusi normal. Sedangkan uji statistic (Uji Wilcoxon)diperoleh data p=0,00 < ɑ = 0,05 artinya terdapat perbedaan tingkatan pengetahuan dan sikap yangbermakna setelah peserta mengikuti Penggunaan. Hasil penelitian Penggunaan pemeriksaanpayudara sendiri mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap tingkat pengetahuan dan sikapdalam pemeriksaan payudara sendiri yang ditunjukkan dari nilai hitung p=0,000 < ɑ=0,05. Kesimpulan Penggunaan berpengaruh terhadap tingkat pengetahuan dan sikap tentang pemeriksaanpayudara sendiri sebelum dan sesudah mengikuti Penggunaan
The Relationship Between Mothers’ Knowledge and Attitudes Toward Reproductive Health Preparedness in Disaster Situations in East Polongbangkeng District, Takalar Regency, 2026 Ruqaiyah Ruqaiyah; Noviyani Hartuti; Yoan Putri Praditia Susanto; Asyima Asyima; Fatmawati Amir; Basuki Rahmat MS; Sahabuddin Sahabuddin; Ayatullah Harun
International Journal of Health and Social Behavior Vol. 3 No. 2 (2026): May: International Journal of Health and Social Behavior
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/ijhsb.v3i2.616

Abstract

Women’s reproductive health is a particularly vulnerable aspect of well-being in disaster situations, making maternal preparedness essential for minimizing health risks. This study aims to analyze the relationship between mothers’ knowledge and attitudes toward reproductive health preparedness in disaster situations in East Polongbangkeng District, Takalar Regency, 2026. A quantitative observational analytic design with a cross-sectional approach was employed. A total of 117 mothers were recruited as respondents based on established inclusion criteria. Data were collected using validated and reliable questionnaires and analyzed through univariate and bivariate analyses using the chi-square test at a significance level of α = 0.05. Results showed that the majority of respondents had good knowledge (82.1%), good attitudes (94.0%), and good preparedness (78.6%). Statistically significant associations were found between mothers’ knowledge and reproductive health preparedness (p = 0.003), and between mothers’ attitudes and reproductive health preparedness (p = 0.037). It is concluded that better maternal knowledge and attitudes are associated with better reproductive health preparedness in disaster situations. Health centers and healthcare workers are recommended to strengthen community-based reproductive health preparedness education and promotion in disaster-prone areas.