Articles
Faktor-Faktor yang Berhubungan Kejadian Rest Plasenta Pada Post Partum di RSUD Syekh Yusuf Gowa Tahun 2017
Arifuddin, Asyima
JURNAL KESEHATAN DELIMA PELAMONIA Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Delima Pelamonia
Publisher : UNIT PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT AKBID PELAMONIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (299.607 KB)
|
DOI: 10.37337/jkdp.v1i1.22
Berdasarkan data pelaporan dan pencatatan RSUD Syekh Yusuf Gowa 2017 jumlah ibu bersalin sebanyak 2523 orang dan yang mengalami Rest Plasenta sebanyak 78 orang Sedangkan tahun 2016 jumlah ibu bersalin sebanyak 2674 orang dan yang mengalami Rest Plasenta sebanyak 82 orang. Sedangkan pada tahun 2017 periode Januari-Mei jumlah ibu bersalin sebanyak 285 orang dan yang mengalami Rest Plasenta sebanyak 36 orang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan Rest Plasenta pada Post Partum Di RSUD Syekh Yusuf Gowa. Penelitian ini menggunakan Metode kuantitatif, dengan populasi jumlah ibu bersalin Di RSUD Syekh Yusuf Gowa sebanyak 285 0rang dan sampel sebanyak 74 orang. Pengambilan sampel menggunakan tekhnik Randem Sampling. Dari hasil uji statistic dengan menggunakan uji chi-square (person chi-square) diperoleh untuk variabel Umur ibu nilai p= 0,00 < nilai a=0,05. Diperoleh bahwa ada hubungan antara umur dengan Rest Plasenta Di RSUD Syekh Yusuf Gowa. Untuk variabel jarak kelahiran nilai p=0,199>nilai a=0,05. Tidak ada hubungan antara jarak kelahiran dengan kejadian Rest Plasenta. Untuk variabel paritas nilai p=0,36 >nilai a=o,05.tidak ada hubungan antara paritas dengan kejadian Rest Plasenta Di RSUD Syekh Yusuf Gowa. Kesimpulan dari ketiga variabel umur, jarak kelahiran, dan paritas hanya umur yang memiliki hubungan dengan kejadian Rest Plasenta di RSUD Syekh Yusuf Gowa sehingga diharapkan kepada pihak rumah sakit agar melaksanakan setiap asuhan berdasarkan sistematika asuhan kebidanan sehingga dapat mengidentifikasi masalah pada ibu serta melakukan tindakan dengan cepat dan tepat terutama dalam tindakan kejadian Rest Plasenta.
Faktor-Faktor yang Berhubungan Tentang Pemberian ASI Eksklusif di RSKDIA Siti Fatimah Makassar Tahun 2017
Arifuddin, Asyima
JURNAL KESEHATAN DELIMA PELAMONIA Vol 1 No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Delima Pelamonia
Publisher : UNIT PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT AKBID PELAMONIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (231.133 KB)
|
DOI: 10.37337/jkdp.v1i2.40
Data yang diperoleh dari Rumah Sakit Khusus Daerah Ibu dan Anak Siti Fatimah Makassar pada tahun 2016 jumlah ibu yang bersalin yaitu 2.542 jiwa, jumlah bayi yang mendapatkan ASI eksklusif yaitu 2.472 dan bayi yang tidak mendapatkan ASI eksklusif yaitu 70 bayi dan pada tahun 2017 periode Januari –Mei jumlah ibu yang bersalin yaitu 899 jiwa dan yang mendapatkan ASI eksklusif. Penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan desain penelitian cross sectional study untuk mengetahui hubungan pendidikan, pekerjaan, dan pengetahuan ibu dengan jumlah populasi 97 orang dan jumlah sampel 75 orang dengan menggunakan teknik Random Sampling. Dari hasil uji statistik menggunakan Chi-Square (pearson chi-square) diperoleh untuk variabel pendidikan ibu nilai P=0,000 < a =0,05. Diperoleh bahwa ada hubungan antara pendidikan ibu dengan pemberian ASI eksklusif di RSKDIA Siti Fatimah Makassar. Untuk variabel pekerjaan ibu P=0,000 < a =0,05. Diperoleh bahwa ada hubungan anatara pekerjaan ibu dengan pemberiana ASI eksklusif di RSKDIA Siti Fatimah Makassar. Untuk variabel pengetahuan ibu P=0,000 < a =0,05. Diproleh bahwa ada hubungan anatara pengetahuan ibu dengan pemberian ASI eksklusif di RSKDIA Siti Fatimah Makassar. Kesimpulan adalah bahwa ada hubungan antara pendidikan dengan pemberian ASI ekslusif, ada hubungan antara pekerjaan dengan pemberian ASI ekslusif, dan ada hubungan antara pengetahuan dengan pemberian ASI eksklusif. Bagi tenaga kesehatan baik tenaga medis maupun paramedis untuk selalu meningkatkan pelayanan kesehatan utamanya pada ibu untuk selalu diingatkan dalam memberikan ASI eksklusif pada bayinya.
Hubungan Paritas dan Dukungan Suami Terhadap Kejadian Hyperemesis Gravidarum Di RSUD Syekh Yusuf Gowa Tahun 2018
Arifuddin, Asyima
JURNAL KESEHATAN DELIMA PELAMONIA Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Kesehatan Delima Pelamonia
Publisher : UNIT PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT AKBID PELAMONIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (464.291 KB)
|
DOI: 10.37337/jkdp.v2i1.60
Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan paritas dan dukungan suami terhadap kejadian hyperemesis gravidarum di RSUD Syekh Yusuf Gowa 2018. Penelitian ini menggunakan metode penelitian analitik dengan melakukan pendekatan cross sectional study untuk mengetahui hubungan paritas dan dukungan suami terhadap kejadian hyperemesis gravidarum. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil yang berkunjung di RSUD Syekh Yusuf Gowa dari tanggal 17 s.d 19 Juli sebanyak 42 orang dan sampel pada penelitian ini sebanyak 27 orang dengan menggunakan tehnik total sampling .Hasil penelitian diketahui dari 42 responden terdapat responden yang hyperemesis gravidarum sebanyak 27 orang (64,3%), dimana ibu primigravida sebanyak 23 orang (54,76%) dan multigravida 4 orang (9,5%), ibu primigravida yang tidak mengalami hyperemesis gravidarum sebanyak 2 orang (4,76%), dan ibu multigravida sebanyak 13 orang (31%). Dari hasil uji statistik dengan menggunakan uji Chi-Square (pearson chi-square) diperoleh nilai p = (0,000)lebih kecil dari α = (0,05), ini berarti Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian ada hubungan antara paritas dengan kejadian hyperemesis gravidarum. Hubungan dukungan suami terhadap kejadian hyperemesis gravidarum di RSUD Syekh Yusuf Gowa pada bulan Juli 2018. Dari 42 responden ibu dengan dukungan suami baik 36 orang (85,7%) lebih tinggi dibandingkan responden yang dukungan suami tidak baik 6 orang (14,3%). Berdasarkan hasil analisis Chi-Square diperoleh nilai p = 0,212lebih besar dari α = 0,05, ini berarti Ha ditolak dan Ho diterima. Dengan demikian tidak ada hubungan dukungan suami dengan kejadian hyperemesis gravidarum.Kesimpulan dari kedua variabel paritas dan dukungan suami hanya paritas yang memiliki hubungan dengan terjadinya hyperemesis gravidarum di RSUD Syekh Yusuf Gowa sehingga diharapkan kepada ibu hamil lebih intensif memeriksakan kehamilannya demi mencegah secara dini terjadinya tanda bahaya kehamilan.
Hubungan Paritas dan Umur Ibu Terhadap Kejadian Kehamilan Ektopik Terganggu (KET) di RSUD Syekh Yusuf Gowa Tahun 2018
Arifuddin, Asyima
JURNAL KESEHATAN DELIMA PELAMONIA Vol 2 No 2 (2018): Jurnal Kesehatan Delima Pelamonia
Publisher : UNIT PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT AKBID PELAMONIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (372.537 KB)
|
DOI: 10.37337/jkdp.v2i2.70
Berdasarkan data yang diperoleh dari Rekam Medik RSUD Syekh Yusuf Gowa, pada tahun 2016 terdapat 356 ibu hamil, pada tahun 2017 terdapat 413 ibu hamil dan pada tahun 2018 periode Januari-April terdapat 204 ibu hamil. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan paritas dan umur ibu terhadap kejadian Kehamilan Ektopik Terganggu (KET) di RSUD Syekh Yusuf Gowa 2018.Penelitian ini menggunakan metode penelitian analitik dengan menggunakan pendekatan Cross Section Study untuk mengetahui hubungan paritas dan umur terhadap kejadian Kehamilan Ektopik Terganggu di RSUD Syekh Yusuf Gowa dengan jumlah populasi 204 orang dan jumlah sampel 135 orang dengan menggunakan teknik Random Sampling. Responden yang memiliki paritas tinggi terhadap kejadian Kehamilan Ektopik Terganggu (KET) terdiagnosa sebanyak 87 orang (64,4%) dan yang memiliki paritas rendah terhadap kejadian Kehamilan Ektopik Terganggu (KET) sebanyak 48 orang (35,6%). Dari hasil uji statistik dengan menggunakan uji Chi-Square diperoleh nilai P (0,020) ≤ α (0,05), maka Ho diolak Ha diterima.Responden yang memiliki umur risiko tinggi terhadap kejadian kehamilan ektopik terganggu terdiagnosis sebanyak 76 orang (56,3%) dan responden yang memiliki umur risiko rendah terhadap kejadian kehamilan ektopik terganggu terdiagnosis sebanyak 59 orang (43,7%). Dari hasil uji statistik dengan menggunakan uji Chi-Square diperoleh nilai P (0,038) ≤ α (0,05), maka Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan dari kedua variabel yaitu paritas dan umur, kedua variabel berhubungan terhadap kejadian Kehamilan Ektopik Terganggu (KET) di RSUD Syekh Yusuf Gowa 2018
Hubungan prostaglandin terhadap kejadian premenstrual syndrome (PMS) pada remaja putri
Noviyani Hartuti;
Asyima Asyima
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 15, No 4 (2021)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33024/hjk.v15i4.5307
Background: Young women and middle-aged women during the luteal phase of the menstrual cycle will experience emotional and physical problems called premenstrual syndrome (PMS).Purpose: To determine the relationship of prostaglandins to the incidence of premenstrual syndrome in young women at the Pelamonia Midwifery Academy.Method: A Cross-Sectional Study with a population was the student of nursing academy Pelamonia Makassar. The sampling technique used a total sampling technique with a sample of 50 respondents. The research instrument used a daily note sheet (LCH), questionnaire data collection which included identity and symptoms or complaints of premenstrual syndrome. Prostaglandin examination using the Prostaglandin Enzyme-Linked ImmunoSorbent Assay (ELISA) kitResults: Showed that of the 26 respondents with mild PMS, 23 respondents (46%) had prostaglandin F2α levels <420.6 pg / mL and 3 respondents (6%) had prostaglandin F2α levels> 420.6 pg / mL. Meanwhile, of the 24 respondents who had severe PMS, 15 respondents (30%) had prostaglandin F2α levels <420.6 pg / mL and 9 respondents (18%) had prostaglandin F2α levels> 420.6 pg / mL. The results of the Chi-Square statistical test for the relationship of prostaglandins to the incidence of premenstrual syndrome in adolescent girls at the 0.05 level indicate that p value = 0.047, so p value ≤ α so that Ha is accepted and H0 is rejected.Conclusion: The study was a prostaglandin relationship to the incidence of premenstrual syndrome at the Pelamonia Midwifery Academy in Makassar in 2020.Keywords: Adolescents; Pre Menstrual Syndrome; ProstaglandinsPendahuluan: Remaja putri dan wanita setengah baya selama fase luteal pada siklus menstruasi akan mengalami gangguan emosional dan gangguan fisik yang dinamakan dengan premenstrual syndrome (PMS).Tujuan: Diketahui hubungan prostaglandin terhadap kejadian premenstrual syndrome pada remaja putri di akademi kebidanan pelamonia.Metode: Cross Sectional Study dengan populasinya mahasiswi Akbid Pelamonia Makassar. Teknik pengambilan Sampel menggunakan teknik total sampling dengan didapatkan sampel berjumlah 50 responden. Instrumen penelitian menggunakan lembar catatan harian (LCH), kuisioner pengumpulan data yang meliputi identitas serta gejala ataupun keluhan dari premenstrual syndrome. Pemeriksaan prostaglandin menggunakan prostaglandin Enzim Linked Immuno Sorbent Assay (ELISA) kit.Hasil: Didapatkan bahwa dari 26 responden yang PMS Ringan terdapat 23 responden (46%) memiliki kadar prostaglandin F2α <420,6 pg/mL dan 3 responden (6%) memiliki kadar prostaglandin F2α >420,6 pg/mL. Sedangkan, dari 24 responden yang PMS Berat terdapat 15 responden (30%) memiliki kadar prostaglandin F2α <420,6 pg/mL dan 9 responden (18%) memiliki kadar prostaglandin F2α >420,6 pg/mL. Hasil uji statistik Chi-Square hubungan prostaglandin terhadap kejadian premenstrual syndrome pada remaja putri pada taraf kepercayaan 0,05 menunjukkan bahwa p Value = 0,047, jadi p Value ≤ α sehingga Ha diterima dan H0 ditolak.Simpulan: Terdapat hubungan prostaglandin terhadap kejadian premenstrual syndrome di Akademi Kebidanan Pelamonia Makassar Tahun 2020.
Penggunaan hipnoterapi untuk menurunkan nyeri pada ibu post seksio sesarea
Asyima Asyima;
Ikrawanty Ayu Wulandari
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 15, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33024/hjk.v15i1.4176
Hypnotherapy as a treatment for pain in patients with post-cesarean delivery pain Background: The (22%) of secsio cesaria occurred at age 35-49 years, (19%) first delivery, (19%), living in urban areas (23%), highly educated and (32%) in the top wealth quintile of 7% done in a planned manner (SC selective). Secsio cesaria (SC) causes pain and various problems. The hypnotherapy process can reduce pain because of modulation or strengthening of impulses from weak impulses / weak stimuli which are then strengthened so that they can immediately reach the brain and are immediately felt as well. Give a response so that post partum where the intensity of the pain experienced can adapt.Purpose: To determine the effectiveness of hypnotherapy as a treatment for pain in patients with post-cesarean delivery painMethod: A quasi-experimental by pretest and posttest approach, the sample divided into 2 groups, intervention and control, each of which was 15 samples. The pain evaluation by Numeric Rating Scale (NRS).Results: There was a significant difference in both groups with p-value of p = 0.000, this shows that there is a significant effectiveness of hypnotherapy as a treatment for pain in patients with post-cesarean delivery painConclusion: Finding that the effectiveness of hypnotherapy as a pain treatment in patients with post-cesarean labor pain at Tk.II Pelamonia Hospital.Keywords: Hypnotherapy; Treatment; Patients; Post-cesarean; Delivery painPendahuluan : Persentase bedah caesar paling banyak terjadi umur 35-49 tahun (22%), kelahiran pertama (19%), tinggal di perkotaan (23%), berpendidikan tinggi dan berada pada kuintil kekayaan teratas (masing-masing 32%), dan sebesar 7% persalinan di laksanakan secara terencana (SC selektif). Tindakan secsio cesaria (SC) menyebabkan nyeri yang menimbulkan berbagai masalah. Proses hipnoterapi dapat mengurangi nyeri karena adanya modulasi atau penguatan impuls dari impuls yang lemah/rangsangan yang lemah kemudian diperkuat agar dapat segera sampai kedalam otak dan segera dipersepsikan untuk segara pula tersebut senantiasa dilakukan dengan memberikan respon agar ibu post partum dimana intensitas nyeri yang di alami dapat beradaptasi.Tujuan : Untuk mengetahui efektifitas pemberian hypnoterapi terhadap penurunan respon nyeri ibu post seksio sesareaMetode :Penelitian Quasi Eksperimen pendekatan pretes dan post tes sampel dibagi menjadi 2 kelompok yaitu intervensi dan control masing-masing 15 sampel jadi total sampel sebanyak 30 partisipan. Evaluasi nyeri dengan menggunakan Numeric Rating Scale (NRS).Hasil: Terdapat perbedaan yang bermakna pada kedua kelompok dengan p-value p = 0,000 hal ini menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan hipnoterapi sebagai pengobatan penurunan respon nyeri ibu post secsio sesarea.Simpulan: Didapatkan pengaruh pemberian hypnoterapi terhadap penurunan respon nyeri ibu post seksio sesarea di Rumah Sakit Tk.II Pelamonia.
Faktor-Faktor yang Berhubungan Kejadian Rest Plasenta Pada Post Partum di RSUD Syekh Yusuf Gowa Tahun 2017
Asyima Arifuddin
JURNAL KESEHATAN DELIMA PELAMONIA Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Delima Pelamonia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan Pelamonia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (354.73 KB)
|
DOI: 10.37337/jkdp.v1i1.22
Berdasarkan data pelaporan dan pencatatan RSUD Syekh Yusuf Gowa 2017 jumlah ibu bersalin sebanyak 2523 orang dan yang mengalami Rest Plasenta sebanyak 78 orang Sedangkan tahun 2016 jumlah ibu bersalin sebanyak 2674 orang dan yang mengalami Rest Plasenta sebanyak 82 orang. Sedangkan pada tahun 2017 periode Januari-Mei jumlah ibu bersalin sebanyak 285 orang dan yang mengalami Rest Plasenta sebanyak 36 orang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan Rest Plasenta pada Post Partum Di RSUD Syekh Yusuf Gowa. Penelitian ini menggunakan Metode kuantitatif, dengan populasi jumlah ibu bersalin Di RSUD Syekh Yusuf Gowa sebanyak 285 0rang dan sampel sebanyak 74 orang. Pengambilan sampel menggunakan tekhnik Randem Sampling. Dari hasil uji statistic dengan menggunakan uji chi-square (person chi-square) diperoleh untuk variabel Umur ibu nilai p= 0,00 < nilai a=0,05. Diperoleh bahwa ada hubungan antara umur dengan Rest Plasenta Di RSUD Syekh Yusuf Gowa. Untuk variabel jarak kelahiran nilai p=0,199>nilai a=0,05. Tidak ada hubungan antara jarak kelahiran dengan kejadian Rest Plasenta. Untuk variabel paritas nilai p=0,36 >nilai a=o,05.tidak ada hubungan antara paritas dengan kejadian Rest Plasenta Di RSUD Syekh Yusuf Gowa. Kesimpulan dari ketiga variabel umur, jarak kelahiran, dan paritas hanya umur yang memiliki hubungan dengan kejadian Rest Plasenta di RSUD Syekh Yusuf Gowa sehingga diharapkan kepada pihak rumah sakit agar melaksanakan setiap asuhan berdasarkan sistematika asuhan kebidanan sehingga dapat mengidentifikasi masalah pada ibu serta melakukan tindakan dengan cepat dan tepat terutama dalam tindakan kejadian Rest Plasenta.
Faktor-Faktor yang Berhubungan Tentang Pemberian ASI Eksklusif di RSKDIA Siti Fatimah Makassar Tahun 2017
Asyima Arifuddin
JURNAL KESEHATAN DELIMA PELAMONIA Vol 1 No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Delima Pelamonia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan Pelamonia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (446.946 KB)
|
DOI: 10.37337/jkdp.v1i2.40
Data yang diperoleh dari Rumah Sakit Khusus Daerah Ibu dan Anak Siti Fatimah Makassar pada tahun 2016 jumlah ibu yang bersalin yaitu 2.542 jiwa, jumlah bayi yang mendapatkan ASI eksklusif yaitu 2.472 dan bayi yang tidak mendapatkan ASI eksklusif yaitu 70 bayi dan pada tahun 2017 periode Januari –Mei jumlah ibu yang bersalin yaitu 899 jiwa dan yang mendapatkan ASI eksklusif. Penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan desain penelitian cross sectional study untuk mengetahui hubungan pendidikan, pekerjaan, dan pengetahuan ibu dengan jumlah populasi 97 orang dan jumlah sampel 75 orang dengan menggunakan teknik Random Sampling. Dari hasil uji statistik menggunakan Chi-Square (pearson chi-square) diperoleh untuk variabel pendidikan ibu nilai P=0,000 < a =0,05. Diperoleh bahwa ada hubungan antara pendidikan ibu dengan pemberian ASI eksklusif di RSKDIA Siti Fatimah Makassar. Untuk variabel pekerjaan ibu P=0,000 < a =0,05. Diperoleh bahwa ada hubungan anatara pekerjaan ibu dengan pemberiana ASI eksklusif di RSKDIA Siti Fatimah Makassar. Untuk variabel pengetahuan ibu P=0,000 < a =0,05. Diproleh bahwa ada hubungan anatara pengetahuan ibu dengan pemberian ASI eksklusif di RSKDIA Siti Fatimah Makassar. Kesimpulan adalah bahwa ada hubungan antara pendidikan dengan pemberian ASI ekslusif, ada hubungan antara pekerjaan dengan pemberian ASI ekslusif, dan ada hubungan antara pengetahuan dengan pemberian ASI eksklusif. Bagi tenaga kesehatan baik tenaga medis maupun paramedis untuk selalu meningkatkan pelayanan kesehatan utamanya pada ibu untuk selalu diingatkan dalam memberikan ASI eksklusif pada bayinya.
Hubungan Pengetahuan Ibu Terhadap Pemberian Kolostrum Di Rumkit TK.II Pelamonia Makassar Tahun 2019
Asyima Arifuddin;
Riska Aziz riska
JURNAL KESEHATAN DELIMA PELAMONIA Vol 3 No 2 (2019): Jurnal Kesehatan Delima Pelamonia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan Pelamonia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (240.088 KB)
|
DOI: 10.37337/jkdp.v3i2.113
Berdasarkan data yang diperoleh dari Rumkit TK.II Pelamonia pada tahun 2017 jumlah ibu Nifas sebanyak 491 orang ,Tahun 2018 jumlah ibu nifas sebanyak 426 orang dan pada tahun 2019 periode Januari-Mei jumlah ibu nifas sebanyak 133 orang. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu terhadap pemberian kolostrum di Rumkit TK.II Pelamonia Makassar 2019.Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan Cross sectional Study untuk mengetahui hubungan pengetahuan Ibu terhadap pemberian kolostrum di Rumkit TK.II Pelamonia Makassar dengan jumlah populasi 30 orang dan jumlah sampel 30 orang dengan menggunakan teknik Total Sampling. Dari hasil uji statistik dengan menggunakan uji chi-square (pearson chi-square) diperoleh untuk variabel pengetahuan nilai p = 0,000 < dari a = 0,05, artinya bahwa ada hubungan antara tingkat pengetahuan ibu terhadap pemberian kolostrum. Kesimpulan yaitu pengetahuan ibu ada hubungan dengan pemberian kolostrum di Rumkit TK.II Pelamonia
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Terhadap Pelaksanaan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) Pada Ibu Bersalin Di Rumah Sakit TNI AL Jala Ammari Tahun 2019
Asyima Arifuddin;
Windah Muhtar;
Mita Wulandari
JURNAL KESEHATAN DELIMA PELAMONIA Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Delima Pelamonia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan Pelamonia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (364.443 KB)
|
DOI: 10.37337/jkdp.v3i1.117
Berdasarkan Medical Record di Rumah Sakit TNI AL Jala Ammari Makassar tahun 2016 periode Januari - Desember jumlah ibu bersalin ada 141 orang dan yang melaksanakan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) sebanyak 120 (85,11%) orang. Sedangkan pada tahun 2017 periode Januari - Desember jumlah ibu bersalin ada 127 orang dan yang melaksanakan IMD sebanyak 109 (85,83%) orang. Dan pada tahun 2018 periode Januari - Desember jumlah ibu bersalin ada 227 orang dan yang melaksanakan IMD sebanyak 157 (69,16%) orang. Adapun pada tahun 2019 periode Januari - Maret jumlah ibu bersalin ada 48 orang dan yang melaksanakan IMD sebanyak 41 (85,41%) orang. Tujuan dilakukanya penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu dan dukungan keluarga terhadap pelaksanaan inisiasi menyusu dini (IMD) pada ibu bersalin di Rumah Sakit TNI AL Jala Ammari Tahun 2019. Penelitian ini menggunakan metode penelitian analitik dengan melakukan pendekatan Cross Sectional Study dengan cara menggunakan data primer yaitu data di ambil langsung dengan membagikan kuesioner kepada reponden yang telah bersalin di Rumah Sakit TNI AL Jala Ammari untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu dan dukungan keluarga terhadap pelaksanaan inisiasi menyusu dini (IMD) pada ibu bersalin di Rumah Sakit TNI AL Jala Ammari dengan jumlah populasi sebanyak 31 orang dan jumlah sampel sebanyak 31 orang dengan menggunakan teknik total sampling. Dari hasil uji statistik dengan menggunakan uji Chi-Square diperoleh untuk variabel pengetahuan ibu nilai p = 0,004 < α = 0,05 artinya ada hubungan antara pengetahuan ibu terhadap pelaksanaan inisiasi menyusu dini (IMD) pada ibu bersalin di Rumah Sakit TNI AL Jala Ammari Tahun 2019 dan untuk variabel dukungan keluarga p = 1,000 > α = 0,05 artinya tidak ada hubungan antara dukungan keluarga terhadap pelaksanaan inisiasi menyusu dini (IMD) pada ibu bersalin di Rumah Sakit TNI AL Jala Ammari Tahun 2019. Kesimpulan yang di dapat dari dua variabel yaitu pengetahuan ibu dan dukungan keluarga adalah bahwa ada hubungan antara pengetahuan ibu terhadap pelaksanaan inisiasi menyusuvdini (IMD) dan ada hubungan antara dukungan keluarga terhadap pelaksanaan inisiasi menyusu dini (IMD) pada ibu bersalin di Rumah Sakit TNI AL Jala Ammari Tahun 2019.