Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pemodelan Debit Sungai Kahayan Menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan Berdasarkan Data Hujan dan Evapotranspirasi Very Dermawan; Widandi Soetopo; Jano Alpikarigo
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol. 11 No. 1 (2020)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pengairan.2020.011.01.05

Abstract

Debit merupakan suatu dasar dalam perencanaan pada sebuah kegiatan pengelolaan sumber daya air. Penentuan nilai debit dapat dilakukan melalui pengukuran secara langsung di lapangan ataupun melalui analisa. Dengan adanya analisa curah hujan terhadap debit sungai dapat menjadi alternatif dalam perencanaan bangunan air, dengan penggunaan metode yang tepat hasil analisa debit akan mendekati nilai hidrologis. Dalam studi ini analisa yang dilakukan menggunakan metode Jaringan Syaraf Tiruan untuk mengetahui hasil pemodelan debit sungai berdasarkan data hujan dan evapotranspirasi dan mengetahui perbandingan debit model dengan debit lapangan. Untuk mengetahui kesesuaian antara debit pemodelan terhadap debit lapangan, maka dilakukan kalibrasi dan pelatihan Jaringan Arsitektur dengan data latih 6 sampai 9 tahun serta verifikasi debit model dengan pembagian data 4 sampai 1 tahun dari data sisa kalibrasi. Pelatihan jaringan arsitektur digunakan epoch 500 sampai 2000. Uji yang digunakan yaitu Mean Square Error (MSE), Mean Absolute Error (MAE), Kesalahan Relatif (Kr), Koefisien Korelasi (R), Nash-Sutcliffe Efisiensi (NSE). Hasil pengujian debit model menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan terhadap debit lapangan berdasarkan hasil pengujian didapatkan bahwa di pembagian data latih 7 tahun dan data uji 3 tahun dengan epoch 1000 yang memenuhi kriteria dan memiliki nilai paling baik, berdasarkan nilai Nash-Sutcliffe Efisiensi (NSE), dan Koefisien Korelasi (R).
Implementasi 6D Building Information Modelling (BIM) pada Saluran Pengelak Bendungan Margatiga dengan Aplikasi Civil 3D dan HEC-RAS 2D Muhammad Fahmi Fawji; Evi Nur Cahya; Very Dermawan
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol. 13 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pengairan.2022.013.01.06

Abstract

Building information modelling (BIM) mulai diterapkan dalam kegiatan kontruksi di Indonesia, salah satunya pada pekerjaan saluran pengelak di Bendungan Margatiga. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan contoh penerapan BIM pada kontruksi saluran pengelak bendungan yang menerapkan tingkatan BIM pada level 3D BIM berupa pemodelan tiga dimensi menggunakan Civil 3D dan 6D untuk menganalisa dampak pada lokasi kontruksi saluran pengelak bendungan berupa aliran banjir dengan aplikasi HEC-RAS. Dari perhitungan Q10 sebesar 789,10 m3/s menghasilkan model 3D BIM pada Civil 3D dengan lebar saluran 31 meter, tinggi 5 meter, serta kemiringan talud 2. Hal tersebut dapat menahan aliran banjir Q10 dan Q25 di Sungai Way Sekampung. Pada saluran pengelak terjadi aliran subkritis dengan kecepatan tertinggi 2,01 m/s dan dapat mereduksi banjir sebesar 22% untuk Q10 dan 21% untuk Q25. Hasil model 3D BIM tersebut selanjutnya diekstrak, kuantitas volume pekerjaannya melalui Civil 3D sebesar 148.994 m3 untuk pekerjaan galian tanah dan untuk 11.259 m3 untuk timbunan tanah.
Bahasa Inggris Bahasa Inggris Alifa Fajriani Martius; Emma Yuliani; Andre Primantyo Hendrawan; Very Dermawan
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 11 (2025): November
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i11.12615

Abstract

This study investigates groundwater flow and nitrate transport in the Kasin Sub-watershed, Malang City, using Visual MODFLOW integrated with the MT3DMS module. Hydrogeological and geoelectrical data, groundwater levels, and nitrate concentration measurements (110 ppm) were used as model inputs. A transient simulation over 3,600 days (±10 years) was conducted to analyze plume migration. The results show that groundwater flow follows topographic gradients, moving from upland recharge zones to lowland discharge zones, with an average velocity of 0.25–0.40 m/day. The nitrate plume migrated southward, extending ±600–700 m horizontally and reaching ±25 m in depth. High concentrations (>100 ppm) remained near the source, while concentrations decreased to 20–40 ppm at greater distances due to advection and dispersion. Vertical sections indicated plume penetration into deeper aquifers, influenced by hydraulic pressure differences between strata, while permeable sandy and pumice tuff layers facilitated migration and clay acted as aquitards. These findings highlight the persistent nature of nitrate contamination, the role of aquifer heterogeneity, and the vulnerability of groundwater in urban catchments. In conclusion, nitrate pollution poses long-term risks to groundwater quality, emphasizing the importance of monitoring networks, aquifer protection policies, and improved land-use management to mitigate further contamination.
EDUKASI TEKNOLOGI SUMUR RESAPAN UNTUK MITIGASI GENANGAN BANJIR DI KAWASAN DINOYO, MALANG Anggara Wiyono Wit Saputra; Prasetyo Rubiantoro; Very Dermawan; Runi Asmaranto; Heri Suprijanto
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026): Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i2.55538

Abstract

Perubahan tata guna lahan di wilayah perkotaan mengakibatkan berkurangnya kawasan resapan air, yang berkontribusi pada peningkatan risiko genangan banjir. Hal ini khususnya terjadi di Kota Malang, terutama di kawasan Dinoyo, yang sering mengalami genangan air akibat terbatasnya ruang terbuka hijau dan drainase yang tidak memadai. Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat dan pelajar mengenai pentingnya sumur resapan dalam mitigasi genangan banjir dan konservasi air. Kegiatan ini juga melibatkan pembangunan sumur resapan di RW 05 Kelurahan Dinoyo. Metode yang digunakan adalah pendekatan kaji tindak (action research) dengan tahapan edukasi, sosialisasi, survei lapangan, pembangunan, dan pemeliharaan sumur resapan. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa pembuatan sumur resapan dapat mengurangi genangan air di kawasan tersebut, meningkatkan kualitas pengelolaan air tanah, serta memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan air hujan. Program ini diharapkan menjadi model bagi wilayah lain dalam mengatasi permasalahan serupa. Keberlanjutan proyek ini memerlukan pemeliharaan rutin dan perluasan pembuatan sumur resapan di daerah rawan genangan lainnya.
Vertical-horizontal flow roughing filter for improving water quality in sustainable water supply infrastructure Anggara Wiyono Wit Saputra; Prasetyo Rubiantoro; Very Dermawan
International Journal of Advances in Applied Sciences Vol 15, No 2: June 2026
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijaas.v15.i2.pp518-531

Abstract

Water is fundamental to cooking, bathing and hygiene, and essentially for life itself. Across many areas, communities rely on bore well water as a source of raw water for domestic needs. Yet this resulting water is mostly not of an appropriate quality, as it has a high iron content and hardness. This study evaluates the performance of a combined vertical-flow and horizontal flow roughing filter (VRF and HRF) system for bore well water treatment. The system was tested using various alternative filter media, including coconut fiber, silica sand, activated carbon, zeolite, pumice stone, and volcanic black sand, arranged in different configurations. The vertical-flow unit used a media depth of 6 cm, while the horizontal-flow unit used a depth of 15 cm. The results showed that all configurations effectively improved water quality and met standard requirements. The highest performing model, consisting of volcanic black sand, activated carbon, zeolite, and silica sand, achieved a 97.5% reduction in iron and a 13.2% reduction in hardness. These findings indicate that optimized roughing filter systems offer a low cost and efficient solution for decentralized water treatment.