Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Rancangan Usulan Perbaikan Untuk Mengurangi Waiting Time Pada Proses Produksi Gitar Tipe Bolt-on Di Pt Genta Trikarya Dengan Pendekatan Lean Manufacturing Argari Alpharianto; Pratya Poeri Suryadhini; Murni Dwi Astuti
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak - PT Genta Trikarya merupakan perusahaan manufaktur yang memproduksi gitar. Dalam penelitian ini, jenis gitar berfokus pada gitar bolt-on tipe FKV. Dalam proses produksinya, terdapat aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah. Salah satunya adalah aktivitas menunggu dari operator atau mesin untuk mengerjakan material atau disebut waste waiting. Dalam meminimasi waste waiting, digunakan pendekatan lean manufacturing. Langkah awal yang dilakukan adalah dengan mengumpulkan data primer untuk diolah dalam current state mapping melalui value stream mapping dan process activity mapping dan didapatkan lead time sebesar 109590.27 detik dengan aktivitas value added sebesar 96892.91 detik atau 88.41 % dari lead time. Tahap selanjutnya adalah mencari penyebab masalah waste waiting menggunakan fishbone diagram lalu melakukan pembobotan menggunakan diagram pareto terhadap penyebab masalah untuk mencari penyebab dominan. Tahap selanjutnya adalah pencarian akar masalah menggunakan 5 Why terhadap faktor dominan. Tahap selanjutnya adalah analisis 5W1H untuk menjabarkan masalah secara detail serta menentukan rancangan usulan perbaikan. Didapatkan rancangan usulan perbaikan berupa pemasangan timer pada rak dan meja pengeringan, penyediaan genset, dan penyeimbangan lini dalam meminimasi waste waiting pada produksi gitar bolt-on tipe FKV. Berdasarkan rancangan usulan yang dilakukan didapatkan lead time sebesar 102331.78 detik dengan aktivitas value added sebesar 96892.94 detik atau 94.68 % dari lead time. Kata kunci : Lean Manufacture, Waste Waiting, VSM, PAM, Penyembangan lini
Stock Valuation on Energy Sector Companies within IDX High Dividend 20 Index Year 2025 Argari Alpharianto; Dadan Rahadian
Asean International Journal of Business Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Asosiasi Dosen Peneliti Ilmu Ekonomi dan Bisnis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54099/aijb.v5i1.1455

Abstract

The energy sector constitutes one of the largest component of the IDX High Dividend 20 Index for 2025, comprising five companies such as ADRO, AKRA, ITMG, PGAS, and PTBA. Over the past three years, this sector has exhibited the strongest upward trajectory, achieving a cumulative growth rate of 136% and an average annual return of 18.52% among these companies, thereby underscoring its appeal to dividend-seeking investors. This study examines the intrinsic value of five said companies using the Dividend Discount Model (DDM) and two relative valuation metrics (EV/EBITDA and Price to Earnings Ratio or PER). Under the DDM framework, ADRO, ITMG, and PTBA appear as undervalued relative to their intrinsic value, while AKRA and PGAS appear overvalued. When benchmarked against the sector’s mean EV/EBITDA and PER, all five companies register as undervalued. However, comparing company multiples to the sector median EV/EBITDA recasts AKRA as overvalued, PTBA as fairly valued, and the remaining three as undervalued. A parallel comparison using the sector median PER identifies AKRA as overvalued, with the other four companies maintaining undervalued status. On the basis of these findings, investors may prioritize acquisitions of ADRO and ITMG shares, given their consistent undervaluation across all models. AKRA and PGAS warrant caution due to overvaluation in at least one metric. PTBA merits continued monitoring, as it is fairly valued on an EV/EBITDA basis yet undervalued when assessed by PER and DDM valuation.