Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Pembuatan Elektroda Berbahan Dasar Biji Tanaman Putri Malu(mimosa Pudica) Untuk Aplikasi Kapasitor Elektrokimia Rudi Adi Setiawan; Indra Wahyudhin Fathona; Abrar Abrar
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak 3Electrochemical supercapacitor merupakan sebuah alat yang menjanjikan dalam penyimpanan energilistrik dengan kapasitansi dan densitas daya yang tinggi. Electrochemical supercapacitor memiliki beberapakeunggulan diantaranya memiliki kapasitansi spesifik yang tinggi, modelnya sederhana dan aman dalampenggunaannya. Mekanisme penyimpanan energi pada electrochemical supercapacitor menggunakan doublelayer yang terdapat pada pori elektroda [1]. Elektroda berpori yang memiliki permukaan spesifik yang besarmenjadi perhatian yang serius dalam penelitian saat ini. Selain itu, unsur material dari penyusun elektroda tersebutjuga menjadi aspek yang mempengaruhi kapasitansi. Mangan secara teoritis memiliki kapasitansi yang tinggiyaitu 1,370 F/g. Beberapa peneliti telah menggunakan electrodeposition untuk membuat film oksida manganberpori yang digunakan sebagai elektroda superkapasitor. Metode ini menghasilkan kapasitansi spesifik elektrodaberkisar antara 377 F/g sampai dengan 445 F/g [1]. Tumbuhan seperti putri malu merupakan sumber dari bahanyang dapat digunakan untuk membuat elektroda superkapasitor. Proses sederhana yang dilakukan sepertipenumbukan telah dilakukan pada biji putri malu dan menghasilkan lapisan tipis elektroda dengan ketebalan yangberukuran mikrometer. Kemudian kinerja dari lapisan tipis elektroda tersebut dievaluasi menggunakan cyclicvoltammetry dan didapatkan nilai kapasitansi spesifik maksimum yaitu 0.113 F/g. Kata kunci : superkapasitor, mangan, elektroda, kapasitansiAbstract Electrochemical supercapacitor is a promising tool in storing electrical energy with high capacitanceand power density. Electrochemical supercapacitor has several advantages including having a high specificcapacitance, a simple and safe model of its use. The energy storage mechanism in electrochemical supercapacitoruses a double layer found in the pore electrode[1]. Porous electrodes that have large specific surface are inserious concern on research nowadays. In addition, the material elements of those electrode constituents are alsoan aspect that affects the capacitance. Mangan theoretically has a high capacitance of 1,370 F / g. Someresearchers have used the electrodeposition to make porous manganese oxide films which are used assupercapacitor electrodes. This method produces electrode specific capacitance ranging from 377 F / g to 445 F/ g [1].plants such as sensitive seed plant are a source of material that can be used to make supercapacitorelectrodes. The simple process that is carried out such as pulverization is carried out on sensitive seed plant andproduces a thin layer of electrode with the thickness needed by the micrometer. Then using a thin layer of electrodewas evaluated using cyclic voltammetry and obtained a specific capacitance value of 0.113 F/g.Keywords : supercapacitor, manganese, electrode, capacitance
Optimasi Suhu Kalsinasi Terhadap Sintesis Nanostruktur Zno Sebagai Fotokatalis Dengan Memanfaatkan Buah Nanas Sebagai Pengkelat Anisa Nur Rezky; Abrar Abrar; Indra Wahyudin Fathonah
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak ZnO telah disintesis dengan metode sol-gel menggunakan pengkelat dari ekstrak buah nanas sebagai solusi agardapat mengurangi penggunaan zat kimia. Buah nanas yang digunakan yaitu nanas madu dan nanas batu yangmemiliki kandungan kadar gula total berbeda. Pada nanostruktur ZnO yang menggunakan pengkelat nanas madu disintesis pada suhu kalsinasi 500, 600, 700, 800, dan 900˚C. Nanostruktur ZnO yang menggunakan pengkelatnanas batu berhasil disintesis pada suhu kalsinasi 700 dan 800˚C. Dalam eksperimen ini dipelajari efek suhukalsinasi terhadap hasil nanostruktur ZnO serta pengaruhnya saat diaplikasikan sebagai fotokatalis untukmendegradasi methylene blue. Hasil karakterisasi morfologi dengan SEM sampel menggunakan pengkelatnanas madu di suhu kalsinasi 800˚C diketahui bahwa ukuran partikel berada pada rentang 0,540 – 3,614 μmdengan rata-rata 1,858 μm, hasil yang masih besar diperkirakan terjadi karena adanya aglomerasi. Karakterisasiterhadap sifat kristal dengan menggunakan XRD di dapatkan ukuran kristal pada sampel menggunakanpengkelat nanas madu di suhu kalsinasi 800˚C dengan rata-rata 35,10 nm sementara pengkelat nanas madu disuhu kalsinasi 700˚C, ukuran kristalit yaitu dengan rata-rata 30.90 nm. Kedua sampel yang dikarakterisasi sifatkristalnya dengan menggunakan XRD memiliki struktur kristal wurtzite berbentuk heksagonal yang berukuran a= 3,25 x 10−10 m dan c = 5,21 x 10−10 m.Kata kunci : ZnO, green synthesis, metode sol-gel, degradasi metilen biru, suhu kalsinasi Abstract ZnO has been synthesized by the sol-gel method with chelate from pineapple (Ananas comosus (L.)) extract, asa solution to reduce the chemical substances. Pineapple extract is used as a chelate because it has high totalsugar content. ZnO nanostructure that has been synthesized with cayenne pineapple chelate was synthesized atcalcination temperatures of 500, 600, 700, 800 and 900 ˚C, whereas ZnO nanostructure that has beensynthesized with queen pineapple chelate was synthesized at calcination temperatures of 700 and 800 ˚C. Themorphology of ZnO nanostructure has been checked by Scanning Electron Microscopy (SEM). ZnOnanostructure that has been synthesized with cayenne pineapple chelate at calcination temperature of 800 ˚Cshowed particle size average of 1,858 μm, these result was still too large and occurred due to agglomeration.The crystallite structure of calcined powders were analyzed using XRD. The average size of zno nanostructurecrystallite was synthesized with cayenne pineapple chelate at 800 ˚C calcination temperature, which was 35,10nm while at calcination temperature 700 ˚C the average size of crystallite was 30.90 nm. The diffraction peaks can be indexed as hexagonal wurtzite structure of ZnO (a = 3,25 x 10−10 m, c = 5,21 x 10−10 m) and diffractiondata were in good agreement with the JCPDS card for ZnO (JCPDS 36-1451). The photocatalytic activity ofZnO catalysts obtained by modified sol-gel method at different calcination was valuated for the photodegradation of methylene blue under UV light. The most effective degradation occurred in Zno nanostructurewhich was synthesized with cayenne pineapple as chelate at 700 ˚C calcination temperature during UVirradiation for 240 minutes, the degradation rate was 55,87% at a concentration of 10 ppm MB solution. Keywords: ZnO, green synthesis, sol-gel method, degradation of methylene blue, calcination temperature
Study Dan Fabrikasi Pemanen Energi Getaran Menggunakan Generator Linier Tubular 3 Fasa Jesika Winona Teda Br.tarigan; Abrar Abrar; Gandi Sugandi
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini membahas simulasi, fabrikasi dan karakterisasi generator linier tubular 3 fasa. Penelitiandimulai dengan membuat desain dan simulasi untuk mencari tegangan keluaran yang dihasilkan divaisgenerator linier tubular 3 fasa. Divais terdiri dari bagian stator dan bagian rotor. Stator terdiri dari 3 buahkumparan yang dililit sebanyak 380 lilitan dengan diameter kumparan sebesar 0,3 mm. Rotor terdiri dariinti besi, core dan 5 buah magnet. Tegangan keluaran yang dihasilkan pada simulasi ketika diberikanfrekuensi 13,7 Hz adalah 1,8 Vp dan pada frekuensi 17,2 Hz menghasilkan tegangan sebesar 2 Vp. Setelahmelakukan perancangan dan simulasi maka divais generator linier tubular 3 fasa difabrikasi dan dikarakterisasi. Karakterisasi divais dilakukan dengan dua cara yaitu karakterisasi tanpa penyangga dankarakterisasi dengan penyangga. Karakterisasi tanpa penyangga memiliki frekuensi resonansi 17,2 Hz.Pada frekuensi resonansi coil 1 menghasilkan tegangan keluaran sebesar 0,625 Vrms, coil 2 menghasilkan0,633 Vrms dan coil 3 menghasilkan 0,412 Vrms. Karakterisasi dengan penyangga memiliki frekuensiresonansi 13,7 Hz menghasilkan tegangan keluaran pada coil 1 sebesar 1,44 Vrms, 1,45 Vrms pada coil 2dan 1,25 Vrms pada coil 3.Kata kunci: Generator Linier tubular, frekuensi.Abstract This research is devoted to study the design, fabrication and characterization of linear tubular generator 3phase. The research began by creating designs and simulations to find output voltage of the 3-phase Tubularlinear Generator. The Divais consist of stator and rotor parts. Stator consists of 3 coil that are wrapped inas much as 380 coil with coil diameter of 0.3 mm. The Rotor consists of an iron core, a core and 5 magnets.The study started with The simulation result in this study with a frequency of 13,7 Hz produced 3.6 Vpp ofoutput voltage while at a frequency of 17.2 Hz produced 4 Vpp of voltage. After the simulation, the 3 phasetubular linear generator device is fabricated and characterized. Characterization of devices carried out intwo ways, namely characterization without cantilever and with cantilever. Characterization withoutcantilever has 17,2 Hz of resonance frequency. At resonance frequency coil 1 produced out voltage of 0.625 Vrms, coil 2 produced 0.633 Vrms and coil 3 produced 0.412 Vrms. Characterization with cantilever has13.7 of resonant frequency and produced an 13.7 Hz of output voltage produced 1.44Vrms on coil 1, coil 2produced 1.45 Vms and coil 3 produced 1.25 Vms.Keywords: Tubular linear generators, resonancefrequency.
Studi Pembuatan Perekat Serat Untuk Kertas (study On The Making Of Fiber Adhesives For Paper) Fernandus Wahyu Ratna Bima Satria; Indra Wahyudhin Fathona; Abrar Abrar
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKemajuan zaman telah membuat banyak teknologi untuk mempermudah segala kegiatan dan kebutuhan manusia, salah satunya adalah teknologi dalam bidang pembuatan serat. Banyak kegiatan yang membutuhkansebuah perekat untuk merekatkan berbagai bahan yang dibutuhkan. Dalam penelitian tugas akhir ini dilakukanstudi pembuatan perekat untuk bahan-bahan ringan seperti kertas, dengan menggunakan bahan utama polimerpolivinil alkohol, telah dilakukan eksperimen dengan metode electrospinning yang menghasilkan perekat dariserat. Daya rekat dari perekat serat telah diuji dengan berbagai variasi konsentrasi larutan, konsentrasi larutanmasing-masing 12%, 15%, dan 18% telah menghasilkan serat yang berhasil menjadi sebuah perekat dengan dayarekat masing-masing 0.8 N/cm2, 2.6 N/cm2, dan 3.2 N/cm2, hasil daya rekat tersebut adalah hasil yang diperolehselama melakukan proses electrospinning selama 90 menit. Dilakukan eksperimen lebih lanjut denganmenggunakan serat yang memiliki daya rekat tertinggi, yaitu konsentrasi 18%, dengan menambah jumlah waktuselama proses electrospinning selama 150 menit, menghasilkan daya rekat sebesar 6.1 N/cm. Volume serat yangterkumpul mempengaruhi daya rekat yang dihasilkan.Kata kunci : electrospinning, perekat, polimer, serat AbstractThe progress of the times has made many technologies to facilitate all activities and human needs, one of which is technology in the field of making fiber. Many activities require an adhesive to glue the various materialsneeded. In this final project research conducted a study of making adhesives for lightweight materials such aspaper, using the main ingredient of polyvinyl alcohol polymers, experiments have been conducted with theelectrospinning method that produces adhesives from fiber. The adhesive strength of fiber adhesives has beentested with various variations in the concentration of the solution, the solution concentrations of 12%, 15%, and18%, respectively, have produced fibers that succeeded in becoming adhesives with adhesives of 0.8 N / cm2, 2.6N / cm2 respectively and 3.2 N / cm2, the results of the adhesive power are the results obtained during theelectrospinning process for 90 minutes. Further experiments were carried out using fibers that had the highestadhesive power, namely concentrations of 18%, by increasing the amount of time during the electrospinningprocess for 150 minutes, resulting in a sticky power of 6.1 N / cm2. The volume of fiber collected affects theadhesion produced. Keywords : electrospinning, adhesive, polymer, fiber
Perancangan Dan Fabrikasi Pemanen Energi Getaran Pada Speedbump Menggunakan Generator Linear Nancy Pristcha Sitohang; Abrar Abrar; Gandi Sugandi
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini membahas perancangan, simulasi, fabrikasi dan karakterisasigenerator linear tiga fasa sebagai salah satu komponen dari divais pemanen energi vibrasielektromagnetik. Generator linear tiga fasa disimulasikan menggunakan software ComsolMultyphysics 4.3. Panjang dan lebar magnet yang digunakan pada penelitian ini yaitu 5 mmdan 5 mm dengan diameter dalam magnet yaitu 20 mm. Jumlah lilitan kumparan yangdigunakan tiap coil sebanyak 68 lilitan. Setelah difabrikasi, selanjutnya divais generator linear3 fasa dikarakterisasi dengan variasi frekuensi dimulai dari frekuensi 10 Hz sampai dengan23 Hz. Karakterisasi bertujuan untuk mengetahui pengaruh frekuensi terhadap tegangankeluaran yang dihasilkan serta mengetahui besar frekuensi resonansi pada tiap coil. Hasilkarakterisasi menunjukkan frekuensi resonansi ketiga coil yaitu berada pada frekuensi 20,7Hz dengan besar tegangan keluaran yang dihasilkan coil 1, 2 dan 3 masing-masing yaitu 139mV, 161 mV dan 169,2 mVKata kunci : Pemanen energi vibrasi elektromagnetik, generator linear tiga fasa, frekuensiresonansi, permanen magnet NdFeB N42Abstract This research is devoted to study the design, simulation, fabrication, and characterization of threephase linear generator as component of Electromagnetic Vibration Energy Harvesting (EVEH)device. The three phase linear generator was simulated by using Comsol Multyphysics 4.3software. The length and width of the magnets used during the fabrication were 5 mm and 5 mm. The number of turns for each coil was used 68 turns. After fabrication, a linear 3 phase generatordevice has been characterized by variations of frequency that started from 10 Hz to 23 Hz. Theaims of characterization was to determine the effect of frequency on the output voltage and tofind out the magnitude of the resonance frequency for each coil. The result of characterizationshow that each coil produced a resonant frequency at 20.7 Hz with the output voltage generatedby coil 1, 2 and 3 were 139 mV, 161 mV and 169.2 mVKeywords: Electromagnetic vibration energy harvesting, three phase linear generator, resonancefrequency, permanent magnet NdFeB N42 
Penentuan Komposisi Plesteran Melalui Pengukuran Tegangan Induksi Medan Magnet Rosalinda Natalia Simanjuntak; Dudi Darmawan; Abrar Ismardi
eProceedings of Engineering Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Plesteran merupakan lapisan penutup dinding yang terbentuk dari campuran semen, pasir dan air. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh dari variasi komposisi bahan plesteran terhadap nilai tegangan menggunakan metoda induksi medan magnet. Dari pengukuran karakterisasi koil tanpa objek diperoleh frekuensi kerja yang optimal di 250 kHz, 20 Vpp dengan tegangan 14,279 Volt, pada pasangan koil 300 lilitan yang jarak antar koilnya 0,5cm. Frekuensi kerja digunakan untuk pengukuran karakterisasi koil di tiga keadaan variabel bebas komposisi plesteran. Peningkatan massa pasir menyebabkan penurunan terhadap nilai tegangan, nilai yang terukur dari 14,167 Volt menurun hingga 14,029 Volt dengan hasil regresi liniernya y = -0,0032x + 14,252 dan R2 = 0.9826. Pertambahan massa semen menunjukkan kenaikan pada nilai tegangan, nilai yang terukur dari 14,256 Volt menaik hingga 14,358 Volt dengan hasil regresi liniernya y = 0,0022x + 14,203 dan R2 = 0,9955. Pertambahan kuantitas air menyebabkan penurunan terhadap nilai tegangan, pada massa 35 gram nilai yang terukur dari 14,887 Volt menurun hingga 14,589 Volt dengan hasil regresi liniernya y = -0,0137x + 15,128 dan R2 = 0,9288, sedangkan pada massa 25 gram, nilai yang terukur 14,373 Volt menurun hingga 14,212 Volt dengan hasil regresi liniernya y = -0,0086x + 14,776 dan R2 = 0,9504. Kata kunci : Plesteran, Metoda Induksi Medan Magnet, Karakterisasi Koil, Frekuensi Kerja
Pengaruh Penambahan Tio2 Terhadap Sifat Optik Dan Listrik Nanokomposit Zno-pva Miftahul Khoiri; Abrar Abrar; Muhammad Nasir
eProceedings of Engineering Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nanopartikel TiO2 dengan konsentrasi berat 1, 2 dan 3% telah berhasil didoping ke dalam matriks nanokomposit ZnO-PVA. Karakterisasi SEM, XRD, UV-Vis dan IV telah dilakukan untuk mengetahui struktur morfologi, kristalinitas, sifat optik dan listrik. Lapisan tipis nanokomposit ZnO-PVA dan ZnO-PVA-TiO2 telah berhasil dideposisikan diatas substrat kaca/glass dengan metode spin coating. Karakterisasi SEM menunjukkan ada beberapa heterogenitas pada lapisan tipis nanokomposit ZnO-PVA dan ZnO-PVA-TiO2 yang disebabkan aglomerasi nanopartikel anorganik ZnO dan TiO2. Karakterisasi XRD menyatakan adanya kristal ZnO dan TiO2 dalam orientasi tertentu pada matrik PVA. Karakterisasi UV-Vis menunjukkan nilai absorbansi nanokomposit ZnO-PVA lebih besar dibanding ZnO-PVA-TiO2. Namun seiring penambahan TiO2 nilai absorbansi meningkat, yang dikaitkan dengan hamburan cahaya pada kekasaran permukaan dan grain boundary karena partikel yang kurang tersebar merata pada substrat. Semua sampel lapisan tipis nanokomposit ZnO-PVA tanpa dan dengan penambahan TiO2 mengalami red shifted kearah ultraviolet. Karakterisasi sifat listrik telah dilakukan dengan pengukuran I-V, dan hasilnya menunjukkan nanokomposit ZnO-PVA dan ZnO-PVA-TiO2 mengalami fluktuasi. Nilai arus yang mengalir sangat kecil yaitu 0.235 nA untuk nanokomposit ZnO-PVA dan -0.905 nA untuk penambahan 3% TiO2 saat diberikan variasi tegangan -5V hingga 5V tanpa pengaruh cahaya. Kata kunci : I-V, PVA, Spin Coating, TiO2, UV-Vis, ZnO
Fabrikasi Elektroda Karbon Aktif Superkapasitor Dengan Menggunakan Metode Hotpress Faridz Abimanyu; Memoria Rosi; Abrar Abrar
eProceedings of Engineering Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Superkapasitor merupakan perangkat penyimpanan muatan yang sedang dikembangkan dari kapasitor konvensional. Terdapat dua material penting penyusun superkapasitor yaitu elektroda dan elektrolit. Elektroda terdiri dari material berpori (karbon aktif), material konduktif (carbon black), dan perekat binder Pada pembuatan elektroda terjadi permasalahan kurangnya daya rekat (adhesivitas) antara ketiga campuran bahan tersebut dengan pelat pengumpul arus (Current Collector). Hal ini disebabkan ketidakcocokan ikatan antara partikel ketiga bahan tersebut. Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut maka dilaku
Prototipe Screen-Printed Carbon Electrode Dengan Modifikasi Material Nanokomposit ZnO/PVA/Graphene Untuk Mendeteksi Cadmium Pada Sampel Cairan Rafsanjani, Mukhammad Fahlevi Ali; Ismardi, Abrar; Suhendi, Asep
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menghasilkan prototipe elektroda karbon screen printed electrode (SPE) dengan nanokompositZnO/PVA/Graphene termodifikasi untuk deteksi logam beratkadmium dalam sampel cair. Logam berat seperti kadmiummerupakan polutan serius di lingkungan perairan. PrototipeSPE dirancang dan diproduksi dengan hemat biaya, danhasilnya menunjukkan kualitas yang cukup untuk mendeteksikadmium. Nanokomposit ZnO/PVA dipilih karena stabilitaskimianya yang tinggi, mobilitas elektronik, dan kapasitasadsorpsi logam berat. Menambahkan graphene kenanokomposit ditemukan untuk meningkatkan respons saat ini,menunjukkan peningkatan kemampuan untuk menyeraplogam berat. Metode elektrokimia dengan teknik voltmeterdigunakan dalam pengukuran. Karakterisasi sifat kelistrikannanokomposit Uji elektrokimia menggunakan metode cyclicvoltmeter (CV) dan square wave voltmeter (SWV) untukmenguji respon arus terhadap perubahan konsentrasikadmium. Hasil pengujian menunjukkan respon linierterhadap konsentrasi kadmium dan sensitivitas padananokomposit ZnO/PVA/Graphene. Dengan perbandingankinerja dan biaya, prototipe SPE yang dikembangkan memilikipotensi untuk digunakan untuk mendeteksi kandungan logamberat dalam sampel cair dengan cara yang lebih hemat biaya. Kata kunci— Screen Printing, ZnO/PVA,Graphene, Kadmium, Nanokomposit, Prototipe
Prototipe Screen-Printed Carbon Electrode Dengan Modifikasi Material Nanokomposit Zno/Pva/Cnc Untuk Mendeteksi Cadmium Pada Sampel Cairan Mayundri, Siti Ashila Farikha; Ismardi, Abrar; Suhendi, Asep
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Zinc Oxide merupakan bahan nanokompositsemikonduktor yang marak digunakan untuk mendeteksikeberadaan logam berat. Sebagai bentuk peningkatanperforma material, penggabungan Cellulose Nanocrystal (CNC)dengan ZnO/PVA telah berhasil dilakukan dan dikarakterisasidiatas Screen Printed Carbon Electrode untuk memisahkan ioncadmium yang terkandung pada sampel cairan.ZnO/PVA/CNC dikarakterisasi dengan Pengukuran I-V danSpesifik Kapasitansi melalui Cyclic Voltammetry. Hasilpengukuran I-V menunjukkan penambahan 1,25 wt% CNCdapat meningkatkan konduktivitas dari ZnO-PVA. Selain itu,hasil Cyclic Voltametry dari ZnO/PVA/CNC juga menunjukkanpeningkatkan luas area pada penambahan 1,25 wt% CNC padananokomposit ZnO-PVA. Dalam pendeteksian cadmium,ZnO/PVA/CNC melalui dua metode yaitu Cyclic Voltammetrydan Square Wave Voltammetry (SWV). Pada SWV hasilmenunjukkan bahwa ZnO/PVA/CNC mampu mendeteksicadmium 0- 80 ppm pada sampel cairan. Kata kunci— nanokomposit, ZnO, CNC, semikonduktor,deteksi, cadmium