Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

THE RELATIONSHIP BETWEEN MOTIVATION AND PERFORMANCE OF IMPLEMENTING NURSES IN PROVIDING NURSING CARE AT TUAN RONDAHAIM REGIONAL HOSPITAL PAMATANG RAYA SIMALUNGUN REGENCY Ibnu Fajar; Tresia Melianna Simanjuntak; Yeci Theresia Simanjuntak
Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue (MORFAI) Vol. 2 No. 4 (2023): January (January-March)
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/morfai.v2i4.719

Abstract

Motivation based on Maslow's theory of needs consists of physiological needs, a sense of security, belonging, self-esteem and self-actualization. Nurse performance starts from assessment, diagnosis, planning, implementation and evaluation. This study aims to determine the relationship between motivation and the performance of implementing nurses in providing nursing care at the Tuan Rondahaim Pamatang Raya Regional General Hospital (RSUD), Simalungun Regency. This research method is descriptive correlative, where the population of inpatient nurses is 35 people, the sampling technique is done by total sampling. Data collection was carried out in May 2014 using a questionnaire consisting of three parts, namely the first on demographic data, the second part on the motivational questionnaire and the third part in the form of nurse performance observation sheets. There was almost no difference in the motivation and performance of the implementing nurses where the percentage of good motivation was 48.6% and bad motivation was 51.4%. The majority of practicing nurses had a good performance of 57.1% even though there were 42.9% of nurses whose performance was not good. The results of the study showed that there was a relationship between motivation and the performance of implementing nurses with a value of p = 0.006 <0.05. Further research is suggested to pay more attention to data collection methods so that the data obtained is more accurate and representative. The results of the study showed that there was a relationship between motivation and the performance of implementing nurses with a value of p = 0.006 <0.05. Further research is suggested to pay more attention to data collection methods so that the data obtained is more accurate and representative. The results of the study showed that there was a relationship between motivation and the performance of implementing nurses with a value of p = 0.006 <0.05. Further research is suggested to pay more attention to data collection methods so that the data obtained is more accurate and representative.
Pengaruh Pola Asuh Orang Tua Terhadap Status Kesehatan Anak Dengan Down Syndrome Dalam Perspektif Kesehatan Masyarakat Di Yayasan Rumah Ramah Anak Berkebutuhan Khusus Melati WS Sitorus; Sondang Sidabutar; Nesya B Barus; Pernando Tamba; Ibnu Fajar
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i2.12410

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui tingkat pola asuh orang tua terhadap anak dengan Down Syndrome di Yayasan Rumah Ramah Anak Berkebutuhan Khusus; (2) menganalisis status kesehatan anak dengan Down Syndrome ditinjau dari perspektif kesehatan masyarakat; dan (3) menguji pengaruh yang signifikan antara pola asuh orang tua terhadap status kesehatan anak dengan Down Syndrome. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif kausal. Pendekatan ini dipilih karena penelitian bertujuan untuk menguji hubungan sebab-akibat antara satu variabel bebas, yaitu pola asuh orang tua, terhadap satu variabel terikat, yakni status kesehatan anak dengan Down Syndrome. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pola asuh orang tua terhadap anak dengan Down Syndrome tergolong dalam kategori tinggi, dengan nilai rata-rata sebesar 71,20, median 76,00, dan nilai maksimum 84 serta minimum 43. Pola asuh yang dominan adalah pola asuh demokratis, ditandai de ngan komunikasi terbuka, dukungan emosional, dan keterlibatan aktif orang tua dalam perawatan anak; (2) status kesehatan anak berada dalam kategori baik, dengan nilai rata-rata 77,03, median 84,00, modus 84, dan rentang nilai antara 39 hingga 95. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar anak berada dalam kondisi kesehatan yang cukup stabil meskipun memiliki kebutuhan khusus secara medis dan perkembangan; dan (3) terdapat pengaruh yang sangat signifikan antara pola asuh orang tua terhadap status kesehatan anak dengan Down Syndrome. Hasil uji korelasi Pearson menunjukkan nilai r = 0,972 dengan signifikansi p = 0,000, yang berarti hubungan tersebut sangat kuat dan positif. Analisis regresi linear sederhana menunjukkan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,945, yang menunjukkan bahwa 94,5% variasi dalam status kesehatan anak dapat dijelaskan oleh pola asuh orang tua, sedangkan sisanya 5,5% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model. Persamaan regresi yang diperoleh adalah Y = –12,289 + 1,255X. Hasil uji t menunjukkan nilai t-hitung sebesar 21,830 dengan p = 0,000, sedangkan uji F menghasilkan nilai F-hitung sebesar 476,550 dengan p = 0,000, yang mengonfirmasi bahwa model regresi signifikan secara statistik baik secara parsial maupun simultan
PENGARUH PELAYANAN SOSIAL DAN FISIOTERAPI REHABILITASI MEDIK TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR ANAK PENDERITA CEREBRAL PALSY DI RRABK SIANTAR KABUPATEN SIMALUNGUN Sondang Sidabutar; Yunardi Yunardi; Erlina Sri H.S; Laili Fadhillah; Angelia H Siburian; Ibnu Fajar
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i2.12362

Abstract

Tujuan penelitian adalah: (1) pengaruh pelayanan sosial terhadap perkembangan motorik kasar anak penderita Cerebral Palsy di RRABK Siantar, Kabupaten Simalungun; (2) pengaruh fisioterapi rehabilitasi medik terhadap perkembangan motorik kasar anak penderita cerebral palsy; dan (3) pengaruh pelayanan sosial dan fisioterapi rehabilitasi medik secara simultan terhadap perkembangan motorik kasar anak penderita cerebral palsy. Metode penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif kausal. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak penderita Cerebral Palsy yang mendapatkan pelayanan di RRABK Siantar, Kabupaten Simalungun. Teknik analisis data menggunakan regresi linear berganda untuk menguji pengaruh secara parsial dan simultan antara variabel bebas (pelayanan sosial dan fisioterapi rehabilitasi medik) terhadap variabel terikat (perkembangan motorik kasar anak). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat pengaruh yang signifikan antara pelayanan sosial terhadap perkembangan motorik kasar anak penderita Cerebral Palsy dengan nilai t-hitung sebesar 14,412 dan signifikansi 0,000 (< 0,05); (2) terdapat pengaruh yang signifikan antara fisioterapi rehabilitasi medik terhadap perkembangan motorik kasar dengan nilai t hitung sebesar 12,442 dan signifikansi 0,000; (3) terdapat pengaruh yang signifikan secara simultan antara pelayanan sosial dan fisioterapi rehabilitasi medik terhadap perkembangan motorik kasar dengan nilai F-hitung sebesar 206,695 dan signifikansi 0,000. Nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,898 menunjukkan bahwa 89,8% perkembangan motorik kasar anak dapat dijelaskan oleh kedua variabel tersebut secara bersama-sama