Khairul Amdani
Universitas Negeri Medan

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK SUHU DAN KALOR DI KELAS X SEMESTER II DI SMA CERDAS MURNI TEMBUNG Nur Anita Asmaida Nst; Khairul Amdani
INPAFI (Inovasi Pembelajaran Fisika) Vol 10, No 2 (2022): INPAFI
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (721.319 KB) | DOI: 10.24114/inpafi.v10i2.34981

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe group investigation terhadap hasil belajar siswa pada materi  pokok  suhu dan kalor di kelas X  semester II  SMA Cerdas Murni Tembung T.P 2017/2018. Penelitian ini termasuk jenis penelitian quasi eksperimen. Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas X  semester II SMA Cerdas Murni Tembung T.P 2017/2018. Sampel penelitian ini diambil dengan teknik class random sampling, yang terdiri dari dua kelas, yaitu kelas eksperimen diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe group investigation, dan kelas kontrol diterapkan pembelajaran konvensional yaitu model pembelajaran langsung, masing-masing kelas sebanyak 36 siswa untuk kelas eksperimen dan 36 siswa untuk kelas kontrol. Data penelitian ini diperoleh dengan menggunakan instrumen berupa tes pilihan berganda sebanyak 15 soal. Analisis data untuk kelas eksperimen yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe group investigation diperoleh rata-rata pretes 45,58 dan nilai rata-rata postes 77,58. Kelas kontrol yang diajar dengan menggunakan pembelajaran konvensional diperoleh rata-rata pretes 44,08 dan rata-rata postes 68,92. Uji normalitas dan uji homogenitas diperoleh data dari kedua sampel normal dan homogen. Berdasarkan uji t data pretes diperoleh H0 diterima maka kemampuan awal siswa pada kelas eksperimen sama dengan kemampuan awal siswa pada kelas kontrol. Selama proses pembelajaran diperoleh nilai rata-rata keterampilan siswa kelas eskperimen adalah 75,66 dan nilai rata-rata sikap siswa kelas eksperimen adalah 74,21 termasuk dalam kriteria aktif. Uji t postes diperoleh Ha diterima maka ada perbedaan yang signifikan akibat pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe group investigation terhadap hasil belajar. Diperoleh kesimpulan bahwa ada pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe group investigation terhadap hasil belajar siswa pada  materi  pokok  suhu dan kalor di kelas  X  semester II SMA Cerdas Murni  Tembung T.P 2017/2018.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY TRAINING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA BERBANTUAN POWERPOINT PADA MATERI POKOK SUHU DAN KALOR DI KELAS X SMA NEGERI 21 MEDAN T.P 2017/2018 Ruth Carolina Sijabat; Khairul Amdani
INPAFI (Inovasi Pembelajaran Fisika) Vol 7, No 3 (2019): INPAFI
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.721 KB) | DOI: 10.24114/inpafi.v7i3.14572

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran inquiry training terhadap hasil belajar siswa pada materi pokok Suhu dan Kalor di Kelas X SMA Negeri 21 Medan T.P 2017/2018. Jenis penelitian ini adalah quasi experiment. Populasi dalam penelitian ini seluruh siswa kelas X semester genap SMA Negeri 21 Medan yang terdiri dari empat kelas. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik random sampling dan diberikan perlakuan yang berbeda, kelas X-IPA 1sebagai kelas eksperimen dengan model pembelajaran inquiry training dan X-IPA 4 sebagai kelas kontrol dengan pembelajaran konvensional yang masing-masing berjumlah 30 siswa. Instrumen yang digunakan adalah tes pilihan berganda yang terdiri dari 15 item dan diperoleh hasil postes dengan hasil rata-rata kelas eksperimen 73,56 dan kelas kontrol 59,11. Berdasarkan hasil uji t diperoleh 0,012<0,05. Ada pengaruh hasil belajar siswa yang signifikan menggunakan model pembelajaran pembelajaran inquiry training dari pembelajaran konvensional pada materi pokok suhu dan kalor di kelas X SMA Negeri 21 Medan T.P. 2017/2018.Kata Kunci: : inquiry training, suhu dan kalor, hasil belajar
Pengembangan E-LKPD Berbasis Discovery Learning dengan Aplikasi Liveworksheets pada Materi Suhu dan Kalor Shintya Febrianta Ginting; Khairul Amdani
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 5 No. 2 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.5.2.2025.1058

Abstract

Urgensi penelitian ini penting dilakukan untuk meningkatkan keterlibatan aktif peserta didik, melatih keterampilan berpikir kritis, serta mempermudah pemahaman konsep abstrak melalui pembelajaran interaktif dan digital. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R&D) dengan model ADDIE. Populasi penelitian ini terdiri dari 1 kelas yaitu Kelas XI-A SMA RK Deli Murni Bandar Baru tahun ajaran 2025/2026. Sampel penelitian ini terdiri dari 40 peserta didik kelas XI-A SMA RK Deli Murni Bandar Baru. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini untuk mengumpulkan data adalah lembar validasi, angket, dan tes hasil belajar. Pemilihan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan, angket untuk menilai kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan E-LKPD. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dianalisis berdasarkan skor angket untuk menentukan kategori validitas, kepraktisan, dan efektivitas produk. Hasil kepraktisan berdasarkan angket kepraktisan menunjukkan E-LKPD berbasis Discovery Learning pada pembelajaran fisika memenuhi kriteria praktis. Kriteria praktis diperoleh dari peserta didik kelas XI-A SMA RK Deli Murni Bandar Baru dan guru bidang studi. Hasil kepraktisan diperoleh sangat praktis oleh peserta didik 89,69% dan oleh guru bidang studi dengan kategori sangat praktis dengan 86,66%. Hasil uji kepraktisan oleh kelompok kecil, kelompok besar dan juga guru bidang studi memperoleh rata-rata sebesar 88,17% yang menunjukkan E-LKPD yang dikembangkan sangat praktis. Hasil efektivitas berdasarkan hasil belajar memenuhi kriteria efektif. Kriteria efektif diperoleh dari hasil belajar siswa, terlihat bahwa tes hasil belajar memperoleh ketuntasan 87,5% dan rata-rata nilai 76,78 dengan kategori sangat efektif. Sehingga diperoleh kesimpulan berhasilnya pengembangan E-LKPD berbasis discovery learning berbantuan liveworksheet terhadap hasil belajar siswa pada materi suhu dan kalor.
Pengembangan E-Modul Pembelajaran Fisika Berbasis Saintifik Berbantuan Kvisoft Flipbook Maker pada Materi Gelombang Bunyi Naomi Cristin Siringoringo; Khairul Amdani
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 6 No. 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.6.1.2026.1169

Abstract

Urgensi penelitian ini adalah meningkatkan kualitas pembelajaran fisika melalui pengembangan e-modul interaktif berbasis saintifik yang mampu meningkatkan pemahaman konsep dan keterlibatan siswa pada materi gelombang bunyi di era digital. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat belajar siswa pada mata pelajaran fisika serta belum adanya bahan ajar interaktif yang dipakai oleh guru khususnya penggunaan pendekatan saintifik dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan e-modul pembelajaran fisika berbasis Saintifik pada materi gelombang bunyi di SMA. Fokus penelitian ini mencakup tiga aspek utama, yaitu kelayakan E-modul, kepraktisan, serta keefektifan e-modul. Metode yang digunakan adalah Research and Development (RnD) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas XII-6 SMA N 1 Pematangsiantar yang berjumlah 36 orang. Produk yang dihasilkan dari penelitian ini telah divalidasi oleh ahli materi dan ahli media. Instrumen penelitian berupa lembar observasi, lembar validasi ahli, angket respon peserta didik, dan tes hasil belajar; teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan angket; sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif untuk menilai kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan E-modul. Hasil validasi menunjukkan bahwa e-modul tergolong sangat layak, dengan nilai rata-rata 98,3% dari ahli media dan 85% dari ahli materi. Efektivitas e-modul terlihat dari hasil peningkatan nilai post-test dibanding dengan nilai pre-test peserta didik dengan nilai n-gain 0,68. Dengan demikian, e-modul pembelajaran fisika berbasis fisika ini terbukti layak, praktis, dan efektif pada materi gelombang bunyi.
Pengembangan Media Berbantuan Articulate Storyline 3 Pada Materi Usaha dan Energi Untuk Soswa Kelas X di SMA/MA Riski Maulidah Afni; Khairul Amdani
INPAFI (Inovasi Pembelajaran Fisika) Vol. 13 No. 2 (2025): INPAFI
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/inpafi.v13i2.57613

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui kelayakan produk media (2) mengetahui efektivitas penggunaan media berbantuan Articulate Storyline 3 pada materi usaha dan energi. Penelitian ini menggunakan metode (R&D) dengan model pengembangan 4D meliputi tahapan (define, design, dan development). Produk media yang dikembangkan divalidasi oleh 3 validator ahli yang terdiri dari 2 orang dosen fisika dan 1 orang guru fisika. Rata-rata hasil validasi media berbantuan Articulate Storyline 3 yang telah dikembangkan dari ahli media dengan persentase 89.6%, ahli materi 97% dengan masing-masing persentase tersebut termasuk dalam kategori sangat layak. Penilaian persentase respon siswa terhadap media berbantuan Articulate Storyline 3 yang telah dikembangkan sebesar 94.7% dengan kriteria respon tinggi. Penggunaan media berbantuan Articulate Storyline 3 pada materi usaha dan energi diperoleh rata-rata N-Gain Score sebesar 0.7 dengan kategori tinggi. Sehingga dapat dikatakan bahwa efektivitas penggunaan media berbantuan Articulate Storyline 3 yang dikembangkan dalam proses pembelajaran dapat dinilai efektif, karena terdapat peningkatan kemampuan kognitif siswa dibandingkan sebelum menggunakan media. Kata kunci: Media, Articulate Storyline 3, Usaha dan Energi, 4D
PENGEMBANGAN E-MODUL FISIKA BERBASIS SAINTIFIK BERBANTUAN FLIP PDF CORPORATE EDITION PADA MATERI GELOMBANG BUNYI Ririn Anggraini; Khairul Amdani
Al-Irsyad Journal of Physics Education Vol 4 No 1 (2025): Al-Irsyad Journal of Physics Education
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Darud Da'wah Wal Irsyad Pinrang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58917/ijpe.v4i1.131

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran fisika dan keterbatasan bahan ajar berupa e-modul yang dimiliki guru. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menghasilkan E-Modul Fisika berbasis saintifik berbantuan berbantuan Flip Pdf Corporate Edition pada materi gelombang bunyi yang layak, praktis, dan efektif. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XI IPA SMA Swasta Nurul Islam Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan metode Research and Development (R&D) dan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation dan Evaluation). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari lembar uji kelayakan ahli materi dan ahli media, angket kepraktisan guru dan peserta didik, instrumen tes hasil belajar, serta wawancara. Hasil dari penelitian ini adalah telah dihasilkannya E-Modul berbasis saintifik yang layak ditinjau dari kelayakan ahli materi dengan presentase 93,75% dan ahli media dengan presentase 92,30% yang termasuk kategori sangat layak digunakan dalam proses pembelajaran fisika. Hasil uji kepraktisan guru fisika terhadap e-modul yang dikembangkan diperoleh persentase 93% dengan kategori sangat praktis, dan hasil uji kepraktisan oleh peserta didik mendapatkan rata-rata persentase 90,25% dengan kategori sangat praktis. Hasil penilaian tes hasil belajar pada peserta didik memperoleh skor N-gain sebesar 0,71 dengan kategori tinggi, maka E-Modul dikatakan sangat efektif. Dengan demikian disimpulkan bahwa E-Modul yang dikembangkan sangat layak, sangat praktis dan sangat efektif digunakan dalam pembelajaran fisika.