Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

DIMENSI TRUST DALAM INTERAKSI SOSIAL DI PT PAL SURABAYA MENURUT PERSEPSI MIDDLE MANAGER jurnalmap map; Indra Prasetyo; Yuventius Sugiarno; Wiyono ÔÇÄ
MAP (Jurnal Manajemen dan Administrasi Publik) Vol 3 No 3 (2020): MAP (Jurnal Manajemen dan Administrasi Publik)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Wijaya Putra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.724 KB) | DOI: 10.37504/map.v3i3.267

Abstract

ABSTRACT This study is to describe the qualitative dimensions of trust from the perspective of PT PAL Surabaya's middle managers. Then to minimize the various conflicts that might arise due to miscommunication and misperception both at the level of middle managers and in influence with top management. In addition, developing mutual expectations to have a trust relationship (mutual trust behavior) between structural levels both in groups (within groups) and within groups (outside groups). The method used in this study is the Focus Group Discussion (FGD). The results showed the most dominant inhibiting factors were lack of confidence, fear, ineffective communication both horizontally and vertically, lack of confidence in team cohesiveness. While the driving factor is the willingness to get to know each other and get the character of a colleague, reciprocity for mutual trust is increasingly developing, trusting with team cohesiveness. Keywords: dimensions of trust, social interaction, perceptions of middle managers
Analisis kurikulum biologi berbasis konteks lingkungan pendekatan holistik dalam pembelajaran sains di SMA Antartika Sidoarjo Satunggale Kurniawan; Yuventius Sugiarno; Muhammad Afifi Rahman
Science Education and Development Journal Archives Vol. 3 No. 1 (2025): Science Education and Development Journal Archives
Publisher : Yayasan Insan Mulia Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59923/sendja.v3i1.415

Abstract

Pengembangan kurikulum biologi berbasis konteks lingkungan merupakan langkah strategis dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa terhadap permasalahan ekologi serta penerapannya dalam kehidupan nyata. Pendekatan holistik dalam pembelajaran sains memungkinkan siswa untuk memahami konsep-konsep biologi secara lebih komprehensif, menghubungkan aspek teori dengan praktik serta relevansinya terhadap lingkungan sekitar. Studi ini membahas implementasi kurikulum berbasis lingkungan dalam pembelajaran biologi, dengan menyoroti metode, strategi, serta dampak yang ditimbulkan terhadap pemahaman siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis terhadap efektivitas penerapan kurikulum holistik dalam meningkatkan kompetensi siswa. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan konteks lingkungan dalam pembelajaran biologi dapat meningkatkan minat belajar, pemahaman konseptual, serta keterampilan berpikir kritis siswa. Selain itu, penerapan pendekatan ini juga mendorong kesadaran lingkungan dan sikap bertanggung jawab terhadap ekosistem. Dengan demikian, pengembangan kurikulum biologi berbasis konteks lingkungan dapat menjadi solusi inovatif dalam menghadapi tantangan pendidikan sains di era modern.
The Use of AI Media in Indonesian Language Learning at SMPN 3 Taman (Case Study, Learning Material Short Story Making Narration) Satunggale Kurniawan; Rahman, Muhammad Afifi; Yuventius Sugiarno
Expert Net: Exploration Journal of Technological Education Trends Vol. 2 No. 1 (2025): Edisi Juni
Publisher : Yayasan Insan Mulia Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59923/expertnet.v2i1.392

Abstract

Along with the development of technology, the use of information and communication technology (ICT) in the world of education is increasingly inevitable. One form of ICT utilization that is currently developing rapidly is the use of artificial intelligence (AI) in the learning process. AI technology has great potential in supporting the teaching and learning process, both in terms of delivering materials, interacting with students, and in terms of assessment and evaluation. In junior high schools, especially at SMPN 3 Taman, learning Indonesian still faces challenges in developing students' writing skills, especially in narrative learning materials, such as making short stories. Learning short stories requires creativity, understanding of text structure, and good language skills. However, this learning process is often hampered by limited teaching resources and less innovative teaching techniques. This study analyzes the effectiveness of using AI media in learning to write short stories at Taman 3 State Junior High School, Sidoarjo Regency. This study uses a qualitative approach with a case study method in several secondary schools that have implemented AI in Indonesian language learning, By using a case study method involving observation, interviews, and document analysis, the results of the study show that AI contributes to increasing student creativity, helping to compile a more systematic storyline, and increasing student confidence in writing. However, the use of AI in learning to write short stories still requires teacher guidance so that it remains in line with educational goals and does not reduce students' natural creativity.
Sosialisasi Kegiatan Kelompok Kerja Guru (KKG) Di Kecamatan Tanggulangin Sidoarjo Guna Menghadapi Tantangan Pendidikan Abad 21 Satunggale Kurniawan; Rahman, Muhammad Afifi; Yuventius Sugiarno
Jurnal Dharma Jnana Vol. 5 No. 1 (2025): JURNAL DHARMA JNANA
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sosialisasi kegiatan Kelompok Kerja Guru (KKG) di Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menghadapi tantangan pendidikan abad 21. Program ini dirancang untuk membekali guru dengan keterampilan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi (4C), serta kemampuan memanfaatkan teknologi pembelajaran. Metode pelaksanaan melibatkan pelatihan, diskusi kolaboratif, dan pendampingan selama satu bulan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman konsep KKG, penggunaan teknologi, serta penerapan metode pembelajaran inovatif di kelas. Kegiatan ini juga memperkuat kolaborasi antar guru dan menumbuhkan semangat kepemimpinan profesional. Tantangan seperti keterbatasan fasilitas teknologi dan resistensi terhadap perubahan pedagogik dapat diatasi melalui komitmen semua pihak. Kegiatan KKG terbukti efektif sebagai sarana pengembangan profesionalisme guru secara berkelanjutan. Secara keseluruhan, sosialisasi KKG ini bukan hanya meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan dan kepemimpinan profesional di antara para guru, yang pada akhirnya akan meningkatkan kualitas pendidikan di Kecamatan Tanggulangin. Ke depan, KKG harus tetap dijadikan sebagai sarana berkelanjutan untuk pengembangan profesionalisme guru, guna menghadapi tantangan pendidikan di masa depan.