Ni Wayan Trisnadewi
Program Studi Keperawatan Program Sarjana, STIKes Wira Medika Bali

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Edukasi Gergasi (Gerakan Mencegah Komplikasi) DM terhadap Perilaku Perawatan Kaki dan Senam Kaki pada Pasien DM Tipe 2 Ni Wayan Trisnadewi; Ni Putu Wiwik Oktaviani; I Made Sudarma Adiputra
Jurnal Keperawatan Vol 14 No S1 (2022): Jurnal Keperawatan: Supp Maret 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.766 KB) | DOI: 10.32583/keperawatan.v14iS1.1

Abstract

Diabetes Melitus (DM) adalah salah satu jenis penyakit degeneratif yang mengalami peningkatan setiap tahun di negara-negara di seluruh dunia. Penyakit ini dikenal sebagai silent killer karena biasanya tidak disadari oleh penderitanya dan saat diketahui sudah terjadi komplikasi. Pengetahuan tentang kesehatan adalah salah satu dari pengelolaan diabtes melitus. Upaya meningkatkan pengetahuan dan sikap dalam mengubah suatu perilaku pemeliharan kesehatan terus-menerus diperlukan suatu edukasi kesehatan yang merupakan salah satu pilar pengelolaan penting bagi penderita diabtes melitus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh edukasi “GERGASI” (Gerakan Mencegah Komplikasi) DM terhadap perilaku Perawatan kaki dan senam kaki diabetiK pada pasien DM tipe 2 di Puskesmas Blahbatuh II Gianyar. Penelitian ini menggunakan rancangan Pra-experimental pre-test and post-test without control group design, jumlah sampel 30 orang dan analisis dilakukan dengan Wilcoxon Signed Rank Test. Didapatkan hasil p-valuae 0.000 untuk variabel pengaruh edukasi GERGASI terhadap perilaku perawatan kaki dan p-value 0.005 untuk variabel pengaruh edukasi GERGASI terhadap perilaku senam kaki diabetik pada pasien DM tipe 2. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh edukasi GERGASI terhadap perilaku perawatan kaki dan senam kaki diabetik pada pasien DM tipe 2. Penderita diabetes perlu mendapatkan edukasi secara terus menerus dalam meningkatkan kualitas hidup melalui manajemen yang tepat sehingga komplikasi dapat dicegah. Pengetahuan merupakan bagian yang sangat penting bagi penderita karena dapat membantu penderita untuk melaksanakan program pengelolaan yang tepat. Pengetahun ini akan mempengaruhi perilaku penanggulangan penyakit DM terutama dalam melaksanakan perawatan kaki dan senam kaki diabetik.
Peningkatan Pengetahuan Masyarakat tentang Vaksinasi Covid-19 melalui Edukasi tentang Kejadian Ikutan Pasca IMUNISASI (KIPI) Theresia Anita Pramesti; Ni Wayan Trisnadewi; Ketut Lisnawati; Sri Idayani; I Gusti Putu Agus Ferry Sutrisna
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat Vol 1 No 1 (2021): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat: Oktob
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal Bekerjasama dengan CV Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi COVID-19 di Indonesia masih belum dapat dikendalikan, ditandai dengan tingginya kasus melebihi 1,5 juta kasus. Pada awal tahun 2021 ini, Indonesia memulai program vaksinasi COVID-19 sebagai salah satu upaya untuk membentuk kekebalan kelompok (Herd Immunity). Seiring dengan dimulainya program vaksinasi di Indonesia, muncul permasalahan terkait banyaknya pemberitaan yang tidak benar terutama tentang kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) vaksin COVID-19. Beberapa pemberitaan terkait KIPI dapat menimbulkan keraguan dan kecemasan di kalangan masyarakat untuk divaksin. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang KIPI vaksinasi COVID-19 di Puskesmas Abiansemal 1 Badung. Metode yang dipilih adalah pemberian materi menggunakan media leaflet dan video edukasi. Media ini dianggap tepat untuk mengurangi interaksi antar manusia tetapi memiliki ruang lingkup luas. Setelah kegiatan pemberian edukasi, terdapat perubahan tingkat pengetahuan dari partisipan. Sebelum diberikan pendidikan kesehatan, 25 orang (62.5%) memiliki pengetahuan baik, 13 orang (32.5%) memiliki pengetahuan cukup dan 2 orang (5%) memiliki pengetahuan kurang. Setelah diberikan informasi kesehatan, 32 orang (80%) memiliki pengetahuan baik, 8 orang (20%) memiliki pengetahuan cukup dan tidak ada partisipan yang memiliki pengetahuan kurang. Pemberian edukasi sangat penting untuk dilakukan meningkatkan persepsi positif dan motivasi masyarakat dalam melakukan vaksinasi COVID-19.