Anemia yang terjadi pada masa kehamilan menyebabkan peningkatan resiko kelahiran premature dan BBLR, perdarahan postpartum dan kematian ibu, resiko persalinan section caesarea (SC) dan berpengaruh pada keterlambatan dan terhambatnya perkembangan mental anak. Selain itu dampak lain yang juga dapat terjadi pada ibu hamil yang mengalami anemia yaitu peningkatan resiko preeklamsia, solusio plasenta dan gagal jantung. Puskesmas Biha merupakan salah satu puskesmas yang memiliki angka prevalensi anemia ibu hamil yang cukup tinggi dibandingkan dengan wilayah puskesmas lainnya di Kabupaten Pesisir Barat. Laporan angka kejadian anemia ibu hamil di Puskesmas Rawat Inap Puskesmas Biha sebesar 76,66% pada bulan maret tahun 2021. Untuk mengetahui faktor paling dominan yang menyebabkan anemia pada ibu hamil. Jenis Penelitian menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini adalah 46 ibu hamil trimester II di Wilayah Kerja Puskesmas Biha, yang diambil dengan teknik purposive sampling. Variabel yang diukur adalah kejadian anemia, kepatuhan konsumsi tablet zat besi, usia ibu, paritas, pendidikan, pengetahuan, KEK (Kekurangan Energi Protein), dan ANC. Analisis data multivariat menggunakan uji regresi logistik berganda. Sebanyak 43,5% ibu hamil mengalami anemia. Ada hubungan yang signifikan antara kepatuhan konsumsi tablet zat besi (pvalue=0,022), KEK (pvalue= 0,05), Usia Ibu (pvalue=0,05), dan pengetahuan (pvalue=0,044) dengan kejadian anemia ibu hamil pada trimester II. Kepatuhan konsumsi tablet zat besi (pvalue = 0,0021, OR = 5,391) sebagai faktor dominan yang mempengaruhi kejadian anemia pada ibu hamil trimester II. Sebaiknya dilakukan pemberdayaan kader pengawas minum obat (PMO) tablet zat besi agar meningkatkan kepatuhan ibu dalam mengkonsumsi tablet zat besi sebagai upaya peningkatan kadar HB ibu selama kehamilan.