Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Formulasi dan Uji Karakteristik Hair Tonik Minyak Biji Kelor Yulius Baki Korassa; Yorida Maakh; Satria Mandala Pua Upa; Stefany Fernandez
Jurnal Farmasetis Vol 11 No 2 (2022): Jurnal Farmasetis: Agustus 2022
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.744 KB)

Abstract

Minyak biji kelor merupakan golongan edible oil yang memiliki aktivitas sebagai antioksidan, antiaging, emolien, pencerah kulit, antiketombe dan antikebotakan. Potensi minyak biji kelor dalam perawatan rambut perlu dikembangkan menjadi sediaan hair tonik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi dan karakteristik sediaan hair tonic minyak biji kelor. Proses untuk mengetahui stabilitas sediaan hair tonic dilakukan melalui uji Freeze thaw dengan pengujian pada suhu dingin (40C), suhu kamar (300C) dan suhu panas (400C) selama 24 jam (1 siklus) yang dilakukan sebanyak 14 siklus. Formul hair tonik minyak biji kelor dibuat menjadi 3 varian konsentrasi yakni 7.5%, 10% dan 12.5%. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pada uji organoleptis tidak mengalami perubahan fisik pada warna, aroma, bentuk sediaan, dan homogenitas begitu pula dengan sediaan kontrol positif (finasteride 1%) dan kontrol negatif (tween 80 1%). Pada pemeriksaan pH relatif mengalami perubahan namun masih dalam kisaran yang sesuai standar yakni 4.0-5.8. Pengukuran viskositas sediaan menjadi lebih encer dengan bertambahnya waktu dan uji bobot jenis mengalami perubahan namun masih dalam kisaran yang sesuai standar yakni kurang dari 1, sehingga dapat disimpulkan bahwa minyak biji kelor konsentrasi 7,5%, 10% dan 12,5% dapat dibuat menjadi sediaan hair tonik serta menunjukkan kestabilan yang baik dan memenuhi persyaratan berdasarkan parameter uji homogenitas, pH, viskositas dan bobot jenis.
AKTIVITAS ANALGETIK DAN ANTI-INFLAMASI EKSTRAK ETANOL DAUN FALOAK (STERCULIA QUADRIFIDA R.Br) Dominus Mbunga; Stefany Fernandez
JURNAL KATALISATOR Vol. 8 No. 1 (2023): Jurnal Katalisator Volume 8 No. 1, April 2023
Publisher : LLDIKTI X Sumbar, Riau, Jambi, Kepri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.043 KB) | DOI: 10.62769/katalisator.v8i1.2110

Abstract

Penggunaan obat-obatan analgetik opioid, AINS dan atau kortikosteroid untuk meredakan nyeri maupun inflamasi memiliki resiko efek samping yang cukup besar, sehingga mendorong penggunaan obat tradisional di masyarakat. Salah satu tanaman yang digunakan di provinsi NTT adalah tanaman faloak (Sterculia quadrifida R.Br). Selama ini masyarakat hanya menggunakan kulit batang faloak sebagai obat tradisional yang tentu saja bersifat destruktif terhadap tanaman tersebut, padahal daun tanaman faloak memiliki kandungan senyawa yang mirip dengan kandungan kulit batangnya. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan secara ilmiah khasiat daun faloak sebagai analgetik dan anti-inflamasi. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol. Ekstrak daun faloak dosis 100, 200 dan 400 mg/kg bb diuji aktivitas analgetik peripheral dengan metode siegmund, dan analgetik sentralnya dengan metode tail immersion. Ekstrak juga diuji aktivitas anti-inflamasinya menggunakan metode induksi karagenan pada telapak kaki mencit. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak daun faloak dosis 400 mg/kg bb memberikan aktivitas farmakologi terbesar baik sebagai analgetik maupun anti-inflamasi yang dibandingkan terhadap kelompok control negatif (p<0.05). Khusus untuk metode siegmund dan induksi karagenan, aktivitas ekstrak dosis 400 mg/kg bb menyerupai control positif (p>0.05). Semua kelompok dosis ekstrak daun faloak memiliki aktivitas analgetic dan anti-inflamasi sehingga diharapkan dapat dijadikan alternative dalam pengobatan.