Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Status Gizi pada Remaja Putri yang Mengalami Anemia: Literature Review Nurlaela Nurlaela; Indah Laily Hilmi; Salman Salman
Jurnal Farmasetis Vol 11 No 3 (2022): Jurnal Farmasetis: November 2022
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.892 KB)

Abstract

Anemia pada remaja putri sampai saat ini masih cukup tinggi, prevalensi anemia didunia berkisar 40-88%. Pada penduduk Indonesia penderita anemia dengan usia 15-24 tahun sebanyak 18,4%. Anemia merupakan suatu keadaan dimana kurangnya jumlah sel darah merah atau jumlah hemoglobin (Hb) dari batas normal dengan ciri-ciri nya yaitu lesu, pusing, mata berkunang-kunang dan wajah pucat. Kadar Hb normal pada remaja putri adalah ≥ 12 g/dL. Kekurangan zat gizi dapat mengalami anemia yang menyebabkan keletihan, dan sulit konsentrasi sehingga pada saat bekerja atau belajar menjadi kurang produktif. Kekurangan zat gizi yang menyebabkan anemia adalah kekurangan zat gizi mikro seperti: yodium, zat besi dan vitamin A. Metode penelitian yang digunakan menggunakan metode review jurnal yang dilakukan secara studi literature pada database Google Schoolar dengan bahan acuan 15 jurnal atau artikel ilmiah yang berkaitan dengan Hubungan Status Gizi dengan Anemia Pada Remaja Putri.
Literature Review: Analisis Kadar Kafein Menggunakan Metode Spektrofotometri Uv-Vis Vriezka Mierza; Nur Aenah; Nurlaela Nurlaela; Angel Novia Fransiska; Lhidya Halizah Malik; Putri Wulanbirru
Jurnal Farmasetis Vol 12 No 1 (2023): Jurnal Farmasetis: Februari 2023
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.192 KB)

Abstract

Kafein merupakan jenis senyawa turunan alkaloid yang ditemukan dalam kopi dan teh. Kafein memiliki efek menstimulasi susunan saraf pusat, menghilangkan rasa lelah, lapar, kantuk, serta dapat meningkatkan daya konsentrasi dan memperkuat kontraksi jantung. Namun, kafein seringkali ditambahkan pada minuman. Batas aman konsumsi kafein yang masuk kedalam tubuh perharinya 100-150 mg. Kopi (Coffeasp) sudah lama dikenal oleh masyarakat sejak berabad-abad silam. Kebutuhan masyarakat terhadap kopi akan terus meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk, sehingga peluang pasar tetap prospektif sepanjang masa. Terdapat efek negatif kafein ketika mengkonsumsi kopi secara rutin yaitu detak jantung tidak normal, pusing dan lambung. Metode penelitian yang digunakan yaitu menggunakan metode studi literatur dalam bentuk referensi primer berupa jurnal nasional 10 tahun terakhir yang dicari pada database Google Scholar dengan bahan acuan 8 jurnal atau artikel ilmiah yang dipublikasikan dari 2016 sampai 2021. Pencarian sumber data ini menggunakan kata kunci Analisis kadar kafein menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil penelitian pengujian kafein pada biji kopi menggunakan spektrofotometri UV-Vis menunjukkan hasil baik dan aman, walaupun metode lain juga dapat digunakan untuk melakukan pengujian kafein seperti metode spektrofotometri Ultra Violet dan HPLC. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui batasan minum kopi agar tidak berlebihan yang nanti akan mengganggu kesehatan tubuh kita sendiri.
Efektivitas Senyawa Antioksidan dalam Saffron (Crocus Sativus L) Wildani Zakiyah; Anisa Fauziah; Siti Farikha; Nurlaela Nurlaela; Irene Virda Sakina; Lely Sulfiani Saula
PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science Vol. 2 No. 1 (2021): PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science
Publisher : Bachelor of Pharmacy Study Program, Faculty of Health Sciences, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/pc.v2i1.5579

Abstract

Crocus sativus L atau dikenal di masyarakat sebagai saffron atau kuma-kuma yang berasal dari marga crocus dengan famili iridaceae. Kandungan utama di dalam saffron yaitu Crocin, Crocetin, Picrococin, dan safranal yang memiliki khasiat sebagai anti kanker, anti inflamasi, dan anti artritis. Kandungan antioksidan yang ada pada saffron diantaranya adalah senyawa fenolik dan karotenoid. Metode yang digunakan dalam pembuatan review artikel ini adalah pengumpulan literatur dari sumber jurnal yang ada yang berkaitan dengan safron (Crocus Sativus L), dimana pencarian literature jurnal yang bersumber dari Google, google scholar, libgen, dan pubmed. Pengujian antioksidan saffron menggunakan sel A549, crocin, dimethylcrocetin, crocetin, dan crocin. Selain iu ada pula apocarotenoid, cocetin, safranal. Eksrak saffron secara in vitro diuji dengan konsentrasi 200-2000 microgram/ml dapat menurunkan viabilitas sel MCF-7 dengan dosis waktu IC50 400 +/- 18,5 mikrog / ml setelah 48 jam.