Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

PENERAPAN SENAM KAKI UNTUK MENGATASI MASALAH KETIDAKSTABILAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II Ida Yatun Khomsah; Ferry
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 4 No 1 (2022): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.074 KB) | DOI: 10.59030/jkbd.v4i1.32

Abstract

ABSTRAK Diabetes Melitus merupakan kelompok gangguan metabolik heterogen yang menyebabkan hiperglikemia, yang diakibatkan karena ketidakadekuatan produksi insulin, sekresi insulin, atau kombinasi keduannya. Penatalaksanaan yang tidak tepat dalam menangani penyakit diabetes melitus akan menyebabkan komplikasi seperti kerusakan saraf (neuropati), stroke, jantung, gagal ginjal dan kaki diabetik (diabetic foot), jika hal tersebut tidak segera ditangani dapat bermanifestasi sebagai ulkus, infeksi dan luka gangren. Untuk mencegah terjadinya komplikasi, maka perlunya dilakukan tindakan yang tepat dalam mengatasinya, salah satu tindakan yang tepat yaitu dengan latihan senam kaki. Tujuanya yaitu tergambarnya karakteristik responden yang dilakukan intervensi senam kaki untuk mengatasi masalah ketidakstabilan kadar glukosa darah pada pasien diabetes militus tipe II. Tergambarnya nilai penurunan kadar glukosa darah pre dan post dilakukan penerapan senam kaki untuk mengatasi masalah ketidakstabilan kadar glukosa darah pada pasien diabetes militus tipe II. Metode penelitian menggunakan metode literature review dan menggunakan database google scholar. Hasil jurnal 1-5 menunjukan bahwa senam kaki berpengaruh secara signifikan pada saat sebelum dan sesudah dilakukan latihan senam kaki terhadap ketidakstabilan kadar glukosa darah pada pasien diabetes melitus tipe II. Kesimpulannya adalah Senam kaki diabetes melitus dapat direkomendasikan sebagai salah satu upaya pencegahan komplikasi penyakit, salah satunya seperti diabetic foot pada penderita diabetes melitus tipe II.
EFEKTIFITAS PEMBERIAN EKSTRAK BAWANG PUTIH UNTUK MENURUNKAN NILAI TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI Ida Yatun Khomsah; Ferry
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 4 No 2 (2022): EDISI AGUSTUS
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.77 KB) | DOI: 10.59030/jkbd.v4i2.53

Abstract

Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah keadaan dimana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah diatas normal, peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg pada dua kali pengukuran dengan selang waktu lima menit dalam keadaan cukup istirahat/tenang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak bawang putih untuk menurunkan nilai tekanan darah pada pasien hipertensi berdasarkan literature review. Desain yang digunakan dalam penelitian adalah studi literature review, dengan kriteria literatur ekstrak bawang putih,tekanan darah, hipertensi. Hasil dari kelima jurnal menunjukkan bahwa ekstrak bawang putih terbukti berpengaruh dalam menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi dengan hasil p-value <0,05. Jurnal 1 menggunakan analisis bivariat t-test dependen, jurnal 2 & 3 menggunakan analisis uji paired t-test, jurnal 4 menngunakan one way anova, dan jurnal 5 menggunakan univariat test. Kandungan ekstrak bawang putih yang dikonsumsi oleh responden mampu mengurangi ketegangan otot dan emosional sehingga dapat mengurangi resiko hipertensi atau berdampak positif terhadap tekanan darah dan memiliki efek hiperpolarisasi pada pembuluh darah yang terbukti mempengaruhi beban kerja jantung yang bersifat menenangkan sehingga berdampak positif pada tekanan darah, dengan demikian terapi seduhan bawang putih cukup efektif dalam menurunkan dan mengontrol tekanan darah. Kata Kunci : Ekstrak Bawang Putih, Hipertensi, Tekanan Darah.
PENGARUH PEMBERIAN MASSAGE ABDOMEN TERHADAP KONSTIPASI PADA PASIEN STROKE NON HEMORAGIK ferry; Ida Yatun Khomsah
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 4 No 2 (2022): EDISI AGUSTUS
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.875 KB) | DOI: 10.59030/jkbd.v4i2.57

Abstract

Stroke non hemoragik adalah gangguan peredaran darah ke otak yang dapat menimbulkan kerusakan pusat gerakan motorik di lobus frontalis sehingga akan mengalami gangguan mobilisasi yang dapat menyebabkan konstipasi. Konstipasi merupakan pelambatan pengeluaran isi fekal dari rektum dengan menghasilkan feses yang keras, kering, dan volume yang lebih kecil dari normal, dengan adanya penerapan terapi Massage Abdomen dapat mengurangi konstipasi. Dalam terapi ini dapat merangsang pristaltik usus serta memperkuat otot-otot abdomen yang akan membantu sistem pencernaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh massage abdomen dalam mengatasi konstipasi pada pasien stroke non hemoragik berdasarkan literature review. Desain penelitian yang digunakan adalah studi literature review, dengan kriteria literature Konstipasi, Massage Abdomen, Stroke Non Hemoragik.Hasil dari 5 jurnal menunjukkan bahwa Pengaruh Pemberian Massage Abdomen terhadap Konstipasi pada Pasien Stroke Non Hemoragik efekif menurunkan tingkat konsipasi dengan hasil p-value <0,05.Jurnal 1 menggunakan analisis teknik Uji t-independent, jurnal 2 menggunakan uji Wilcoxon dan uji Mann Whitney, jurnal 3 menggunakan teknik Independent t-test, jurnal 4 menggunakan uji T, jurnal 5 menggunakan uji ANOVA.Massage Abdomen merupakan teknik relaksasi yang dapat mempercepat reabsorbsi fases di kolon dan dapat meningkatkan frekuensi buang aing besar, sehingga dalam terapi komplementer ini memiliki fungsi yang dapat mengurangi masalah konstipasi pada pasien stroke non hemoragik.
PENGARUH TERAPI RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP KETIDAKSTABILAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II Ferry; Wijonarko
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 5 No 1 (2023): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.936 KB) | DOI: 10.59030/jkbd.v5i1.63

Abstract

Diabetes merupakan pemyakit kronis yang terjadi ketika pankreas tidak dapat menghasilkan insulin secara cukup. Insulin adalah hormon yang mengatur glukosa darah. Diabetes merupakan suatu keadaan ketika tubuh tidak menggunakan insulin yang telah dihasilkan. Efek dari diabetes yang tidak terkontrol dapat menyebabkan kerusakan serius pada jantung, pembuluh darah, mata, ginjal, dan saraf. Relaksasi otot progresif dapat dilakukan oleh semua orang dalam berbagai kondisi. Relaksasi diketahui dapat membantu menurunkan kadar glukosa darah pada pasien diabetes mellitus karena dapat menekan pengeluaran hormon hormon yang dapat meningkatkan kadar glukosa darah, yaitu epinefrin, kortisol, glukagon, adre nocorticotropic hormone (ACTH), kortikosteroid, dan tiroid. Penurunan hormon kortisol akan menghambat proses glukoneogenesis dan meningkatkan pemakaian glukosa. Desain penelitian yang digunakan adalah studi literature riview, dengan kriteria literature riview Relaksasi Otot Progresif, Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah, Diabetes Melitus. Hasil dari 5 jurnal menunjukkan bahwa terdapat Pengaruh terapi relaksasi otot progresif terhadap ketidakstabilan kadar glukosa darah pada pasien diabetes mellitus dengan hasil p-value rata-rata <0,05. Terapi yang dapat dilakukan pada pasien DM tipe 2 yaitu terapi relaksasi otot progresif yang merupakan salah satu bentuk mind-body therapy (terapi pikiran dan otot-otot tubuh) dalam terapi komplementer. Relaksasi otot progresif ini mengarahkan perhatian pasien untuk membedakan perasaan yang dialami saat kelompok otot dilemaskan.
PENCEGAHAN DAN PENATALAKSANAAN GASTRITIS DI POSYANDU LESTARI II DI KELURAHAN TANJUNG RAYA KOTA BANDAR LAMPUNG Wijonarko; Ferry
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 1 (2022): EDISI AGUSTUS
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.205 KB) | DOI: 10.59030/jpmbd.v1i1.13

Abstract

Gastritis merupakan masalah terbesar di seluruh dunia, sekitar 1,7 milyar kasus terdapat di negara yang sedang berkembang. Gastritis di Indonesia mencapai 40,8% di beberapa daerah dengan prevalensi 274.396 kasus dari 238.452.952 jiwa penduduk dan termasuk sepuluh penyakit terbanyak yang masuk rawat inap, termasuk di Provinsi Bandar Lampung. Puskesmas Satelit mengalami peningkatan sejak 3 tahun terakhir dari tahun 2015-2017 yaitu 13% (1.650 kasus), 15% (1.979 kasus), 17% (1.867 kasus). Salah satu penyebab peningkatan adalah kurangnya pengetahuan, sehingga perlu dilakukan edukasi kesehatan secara tatap muka. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang gastritis di wilayah Posyandu Lestari II Wilayah Puskesmas Satelit Kota Bandar Lampung. Pengabdian ini di laksanakan tanggal 18 Agustus 2022. Hasil Pengabdian ini terdapat peningkatan pengetahuan masyarakat tentang pengetahuan dan pencegahan Gastritis. Kesimpulan, pemberian edukasi kesehatan berpengaruh terhadap pengetahuan masyarakat tentang penyakit Gastritis agar masyarakat dapat terhindar dari penyakit tersebut. Kata Kunci: gastritis, pengetahuan, edukasi kesehatan
PENGARUH TERAPI MUSIK MOZART PADA PASIEN YANG MENGALAMI NYERI AKUT PASCA-OPERASI FRAKTUR EKSTREMITAS BAWAH Ferry; Nuriman, Arif
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 5 No 2 (2023): EDISI AGUSTUS
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v5i2.83

Abstract

Fraktur telah menjadi masalah yang paling sering dijumpai di pusat-pusat pelayanan kesehatan diseluruh dunia. Menurut WHO 2010 Penyebab dari fraktur yang paling banyak yaitu karena kecelakaan lalu lintas. Fraktur adalah kondisi dimana terjadi patahan pada tulang yang bisa menimbulkan nyeri, nyeri merupakan masalah yang paling sering dijumpai pada penderita fraktur. Musik mozart adalah musik klasik yang paling banyak digunakan untuk mengurangi nyeri. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pengaruh terapi musik mozart untuk mengatasi masalah nyeri akut pada pasien dengan post op fraktur ekstermitas bawah berdasarkan literature review. Jenis penelitian ini adalah studi literature review dengan cara mengumpulkan hasil penelusuran jurnal secara online. Desain penelitian menggunakan pre eksperimen dan quasi eksperimen dengan rancangan pre and post test design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pasien post op yang mengalami fraktur. Jumlah respondan yang dijadikan sampel sebanyak 98 responden. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data paired sample t- test dan uji wilcoxon. Hasil: Literatur review yang dilakukan pada 5 artikel didapatkan hasil yaitu bahwa uji statistik menyeluruh nilai p = 0,000 (p < 0,05). Berdasarkan hasil besarnya nilai p yang diperolah maka disimpulkan terdapat pengaruh yang signifikan antara terapi musik mozart terhadap intensitas nyeri pada pasien post op yang mengalami fraktur. Setelah penelitian ini di harapkan pasien mampu menerapkan terapi musik mozart sehingga dapat mengurangi nyeri. Kesimpulan: Terapi mozart efektif dalam penurunan intensitas nyeri pasien post operasi fraktur. Disarankan kepada responden untuk dapat menerapkan terapi mozart sebagai alternatif untuk meminimalkan nyeri pada pasien post operasi fraktur.
Pengaruh Latihan Otot Progresif Untuk Mengatasi Masalah Kecemasan Pada Pasien Hemodialisa: The Effect Of Progressive Muscle Training For Overcoming Anxiety Problems In Hemodialisa Patients Ferry; Nuriman, Arif
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 6 No 1 (2024): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v6i1.93

Abstract

Ginjal  adalah    salah    satu    organ sistem  kemih  atau  uriner  (traetsu urinalius)   yang  bertugas  menyaring  dan  membuang    cairan,    sampah  metabolisme dari dalam tubuh .Gagal ginjal kronik  merupakan  gangguan  fungsi  renal  yang progresif  dan  irreversibel  dimana  kemampuan tubuh manusia gagal untuk mempertahankan metabolisme, keseimbangan cairan, dan elektrolit, yang progresifitasnya  dapat  bertambah  buruk  karena potensial  komplikasi  yang  terjadi.  Komplikasi yang biasa terjadi yaitu hipertensi, anemia, perikarditis, hiperkalemia, bahkan sampai kematian.Hemodialisa  adalah suatu  teknologi  tinggi sebagai terapi  pengganti  fungsi  ginjal  untuk mengeluarkan sisa-sisa   metabolisme   atau racun  tertentu  dari peredaran  darah  menusia seperti air,  natrium, kalium,hydrogen, urea, kreatinin, asam urat, dan zat-zat lainmelalui membran  semi  permeabel sebagai  pemisahdarah  dan  cairan  dialisat  pada ginjal  buatan dimanaterjadi  proses  difusi,  osmosis dan ultra  filtrasi. Progressive muscle relaxation (PMR) salah satu pendekatan komplementer yang digunakan untuk mengurangi stres fisik dan psikologi. Teknik ini pertama kali diperkenalkan oleh Jacobson tahun 1920an. Tujuan menggambarkan pengaruh latihan otot progresif untuk mengatasi masalah kecemasanpada pasien hemodialisa. Metode Penelitian adalah literature review, pada penelitian Quasy eksperimen One group pre-test dan  post-test with control group. Hasil Pendekatan kelompok pre-test dan post-test dengan jumlah sampel 20 responden, Ketakutan dapat diatasi melalui teknik relaksasi. Relaksasi digunakan untuk menenangkan pikiran dan meredakan ketegangan. Salah satu teknik yang dapat digunakan untuk mengurangi kecemasan adalah penggunaan teknik relaksasi otot progresif. Diskusi latihan otot progresif adalah salah satu tindakan keperawatan non farmakologis yang dapat mengurangi  kecemasanpada pasien hemodialisa.
BAKTI SOSIAL MELALUI KHITAN MASSAL GRATIS DI RT. 010 , LK. 03 DI KELURAHAN KALI BALAU KENCANA KECAMATAN KEDAMAIAN KOTA BANDAR LAMPUNG Wijonarko; Ferry
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bunda Delima Vol 2 No 2 (2023): EDISI AGUSTUS
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jpmbd.v2i2.35

Abstract

Sunat adalah salah satu ajaran Nabi Ibrahim AS, ini merupakan kewajiban bagi laki-laki. Tradisi sunat di Indonesia sudah dikenal sejak zaman dahulu, terutama sejak masuknya Islam di Nusantara. Namun, penting juga untuk diketahui bahwa tradisi sunat ini sebenarnya sudah ada sejak pertama kali manusia dibawa kembali ke bumi. Nabi Adam adalah orang pertama yang disunat. Selain perintah agama dari segi kesehatan, khitan juga sangat berpengaruh dalam meningkatkan kesehatan dan mencegah penyakit yang disebabkan oleh najisnya aurat laki-laki. WHO pada tahun 2007 menyatakan bahwa khitan bermanfaat dalam mencegah penularan HIV/AIDS dan kanker. Akper Bunda Delima mendukung khitanan massal anak secara gratis pada acara bakti sosial di desa Kali Balau Kencana. Tujuan dari kegiatan bakti sosial khitanan massal ini adalah khitanan massal anak-anak muslim menjelang pubertas di lingkungan desa Kali Balau Kencana, khususnya yang khitanan lengkap. kesulitan ekonomi. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah menyebarluaskan informasi kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui media soaial dan kunjungan langsung ke Kelurahan Kali Balau Kencana. Hasil pengabdian masyarakat ini adalah khitanan massal yang dilaksanakan pada tanggal 8 Juli 2023 di desa Kali Balau Kencana. Ada 28 peserta yang disunat dari berbagai komunitas . Ada 4 staf medis yang terlibat dan 15 Mahasiswa. kata kunci: kesehatan anak-anak; Khitan.
Upaya Peningkatan Keterampilan Kader Posyandu Lestari 3 Dalam Melakukan Pemeriksaan Kadar Gula Darah, Kolesterol, Asam Urat, Dan Tekanan Darah Secara Mandiri Wijonarko; Ferry
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bunda Delima Vol 3 No 1 (2024): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jpmbd.v3i1.41

Abstract

Kader Posyandu Lestari 3 memiliki peran yang signifikan dalam menyediakan layanan kesehatan masyarakat, terutama dalam pemeriksaan kesehatan preventif. upaya peningkatan keterampilan kader Posyandu Lestari 3 dalam melakukan pemeriksaan kadar gula darah, kolesterol, asam urat, dan tekanan darah secara mandiri. Metode yang digunakan meliputi pelatihan, pendampingan, dan penerapan praktik langsung dalam situasi lapangan. Hasil menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam keterampilan kader Posyandu dalam melakukan pemeriksaan kesehatan mandiri, yang berpotensi meningkatkan deteksi dini penyakit kronis dan mendorong pencegahan yang lebih efektif.
Peningkatan Pengetahuan Masyarakat dalam Perawatan Luka Khitan Paska Khitan Massal di Kelurahan Tanjung Raya Bandar Lampung: Improving Community Knowledge in Circumcision Wound Care After Mass Circumcision in Tanjung Raya Village, Bandar Lampung putra, hendrajaya; Ferry; Wijonarko
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bunda Delima Vol 3 No 2 (2024): EDISI AGUSTUS
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jpmbd.v3i2.49

Abstract

  Kegiatan Pengabdian  masyarakat  ini  bertujuan  untuk  meningkatkan  pengetahuan  dan  pemahaman  keluarga tentang tanda  dan  gejala  luka  pasca  khitan,  mengajarkan  cara  perawatan  luka  agar  cepat  sembuh serta  menberikan  pemahaman  mengenai  hal-hal  yang  harus  dilakukan  dan  dihindari  pada  anak pasca  khitan.  Metode  penyuluhan  kesehatan  yang  diberikan  melalui  ceramah  menggunakan bantuan  leaflet.  Pengabdian  Masyarakat  Perawatan  luka  pasca  khitan  metode  konvensional  yang optimal  diikuti oleh  50 orang  tua  anak  yang  di  khitan  massal  dan  diberikan  penyuluhan  secara private  kepada  orang-perorang  ketika  menunggu  anaknya  dikhitan.  Kegiatan  meliputi  pengisian data  anak  yang  dilakukan  khitan  dan  datang  di halaman kampus Akper Bunda Delima, yang selanjutnya dilakukan pendidikan kesehatan oleh 3 orang penyuluh menggunakan bantaun leaflet.