Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peningkatan Keterampilan Berpikir Historis Melalui Napak Tilas Peninggalan Sejarah Perang Dunia II di Kabupaten Biak Numfor Megiridha Loppies; Albert Rumbekwan; Kulyasin Kulyasin
Eastasouth Journal of Impactive Community Services Vol 1 No 02 (2023): Eastasouth Journal of Impactive Community Services (EJIMCS)
Publisher : Eastasouth Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2833.118 KB) | DOI: 10.58812/ejimcs.v1i02.83

Abstract

Rendahnya keterampilan berpikir historis mahasiswa yang ditandai dengan kecenderungan melihat peristiwa masa lalu dengan “kacamata” masa kini menjadi salah satu permasalahan dalam pembelajaran sejarah di Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Cenderawasih. Salah satu langkah yang dilakukan untuk mengatasi persoalan tersebut adalah mengupayakan pembelajaran sejarah yang kontekstual berupa napak tilas peninggalan sejarah perang dunia II di Kabupaten Biak Numfor. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah menelusuri langsung (napak tilas) peninggalan sejarah perang dunia II. Hasil kegiatan pengabdian ini menunjukan semangat dan antusiasme mahasiswa selama mengikuti kegiatan napak tilas. Selain itu hasil evaluasi menunjukan bahwa mahasiswa mampu mengkonstruksikan berpikir historisnya dalam mengerjakan tugas laporan hasil temuan. Diharapkan kegiatan pengabdian selanjutnya untuk meningkatkan literasi sejarah mahasiswa agar mereka mampu memahami berbagai peristiwa sejarah.
Pemanfaatan Museum Loka Budaya Sebagai Sumber Belajar Kontekstual pada Mata Kuliah Sejarah dan Usaha Pariwisata di Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Cenderawasih Megiridha Loppies; Muhammad Aqil
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 15 No. 4 (2025): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v15i4.3591

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya inovasi dalam pembelajaran di perguruan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada teks tetapi juga dapat memanfaatkan sumber belajar yang kontekstual dan berbasis kearifan lokal. Museum sebagai lembaga pelestari warisan budaya sangat berpotensi untuk dijadikan sebagai sumber belajar yang dapat mendukung capaian pembelajaran pada mata kuliah sejarah dan usaha pariwisata di Program Studi Pendidikan Sejarah, Universitas Cenderawasih. Museum Loka Budaya Universitas Cenderawasih (UNCEN) merupakah salah satu museum pendidikan tertua di Tanah Papua yang menyimpan koleksi benda-benda Etnografi dan Sejarah Lokal yang merepresentasikan keragaman budaya serta dinamika masyarakat Papua. Namun demikian, pemanfaatannya sebagai sumber belajar di lingkungan akademik masih belum optimal atau cenderung sporadis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pemanfaatan budaya lokal Papua pada museum Loka Budaya Universitas Cenderawasih sebagai sumber belajar mata kuliah Sejarah dan Usaha Pariwisata di Program Studi Pendidikan Sejarah, Universitas Cenderawasih. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung ke museum, wawancara, dan dokumentasi terhadap aktivitas mahasiswa yang terlibat dalam pembelajaran di museum. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan menekankan triangulasi sumber untuk menjamin validitas temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik pemanfaatan situs budaya lokal Papua pada Museum Loka Budaya UNCEN telah dilakukan melalui kegiatan kunjungan lapangan, observasi koleksi, penyusunan laporan dan pembuatan video wisata edukatif berbasis budaya lokal. Koleksi museum yang mencakup artefak arkeologi, benda-benda upacara tradisional, alat-alat musik, mas kawin serta benda-benda peralatan hidup masyarakat Papua terbukti relevan dengan kompetensi mata kuliah sejarah dan usaha pariwisata yang menekankan keterpaduan antara aspek historis dan potensi wisata budaya Papua. Pembelajaran di museum memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual dan bermakna bagi mahasiswa, menumbuhkan apresiasi terhadap warisan budaya lokal, serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif dalam merancang produk-produk wisata berbasis sejarah budaya lokal. Meskipun demikian, terdapat beberapa kendala seperti keterbatasan akses ke sumber referensi lokal yang memadai, namun dapat diatasi dengan penggunaan sumber-sumber sekunder dari buku maupun jurnal ilmiah yang relevan dengan materi pada pembelajaran tersebut.