Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Branding Barapan Kebo Berbasis CBT (Community-Based Tourism) di Kabupaten Sumbawa Abdurrozaq, Abdurrozaq; Deni, Gustu Rahma
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2023): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.2 KB) | DOI: 10.54371/jiip.v6i1.1441

Abstract

Barapan kebo merupakan salah satu destinasi wisata budaya di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Namun, branding barapan kebo sebagai sebuah destinasi wisata budaya belum maksimal dilakukan. Wisatawan yang datang menyaksikan barapan kebo masih sangat minim. Strategi CBT (community-based tourism) sangat memungkinkan diterapkan karena barapan kebo memiliki masyarakat penyangga yang kuat, serta tren pariwisata dunia mengarah pada keunikan budaya. Melalui branding barapan kebo sebagai destinasi wisata budaya berbasis CBT diharapkan brand awarness barapan kebo semakin meningkat dan mampu menarik minat wisatawan domestik maupun asing datang berkunjung. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Metode pengumpulan data melalui observasi, kajian pustaka, dan wawancara. Penelitian ini bertujuan menghasilkan strategi branding yang kreatif dan tepat sasaran melalui perancangan media komunikasi visual, seperti website, billboard, poster, banner, dan merchandise.
Alat Musik Tradisional Gong Genang Sebagai Sumber Inspirasi Perancangan Motif Batik Sumbawa Deni, Gustu Rahma
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol 8, No 3 (2023): Juni, socio-economics, community law, cultural history and social issues
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimps.v8i3.26412

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kecendrungan masyarakat lebih menyukai alat musik modern sehingga menjadi rendahnya minat masyarakat akan alat musik tradisional Sumbawa khususnya Gong Genang. Gong Genang merupakan sebutan khusus bagi alat kesenian Sumbawa secara keseluruhan, umumnya terdiri dari sepasang gendang, sebuah gong dan sebuah serunai. Gong Genang digunakan untuk mengiringi acara adat istiadat seperti barodak, nyorong, maupun musik pengiring tari Sumbawa. Metode yang digunakan dalam merancang motif batik ini mulai dari tahap eksplorasi, perancangan dan perwujudan. Melalui penelitian ini maka diharapkan masyarakat Sumbawa dapat terus mengingat, melestarikan, dan memperkenalkan Gong Genang kepada generasi muda melalui media yang baru, yakni Batik. Batik dan motif batik Gong Genang juga dapat mendukung berkembangnya industri batik di Kabupaten Sumbawa yang masih belum dikelola dengan baik, sehingga akan dapat berdampak pada penguatan budaya, seni dan ekonomi masyarakat Sumbawa.
PERANCANGAN PERLENGKAPAN BUSANA BERBAHAN DASAR TENUN TRADISIONAL SUMBAWA Deni, Gustu Rahma
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 7, No 1 (2023): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan) (Januari)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jisip.v7i1.4595

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh kurang berkembangnya produk tenun tradisonal Sumbawa. Hasil produksi para penenun hanya berupa sarung tenun dan mengandalkan pesanan pelanggan saja. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang diversifikasi produk tenun menjadi produk-produk perlengkapan busana, seperti tas, dompet, topi, dan ikat pinggang yang sesuai dengan kebutuhan dan selera masyarakat masa kini. Diharapkan dari penelitian ini akan memunculkan minat perajin muda untuk menekuni profesi sebagai penenun. Melalui diversifikasi produk tenun ini, juga diharapkan animo masyarakat untuk membeli produk-produk berbahan dasar tenun tradisonal semakin meningkat, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan para penenun di Sumbawa. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Proses pengumpulan data dilaksanakan melalui observasi atau pengamatan, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka.
DevelopmentofMotifs: Designing the Barapan KeboMotif in Kre Alang Deni, Gustu Rahma; Abdurrozaq, Abdurrozaq
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 13 No. 2 (2024): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v13i2.63184

Abstract

The development of the Kre Alang motif (traditional Sumbawa Songket woven cloth) is currently limited to changing the shape and positioning of the motif, which is not very different from the existing motif. This makes the Kre Alang motif less developed and causes boredom among the artisans and consumers of this woven fabric. The objective of this research is to create Kre Alang woven motifs with ideas from one of the traditional games of the Sumbawa people, namely Barapan Kebo (buffalo race). This research employs a textile craft creation method, starting from the exploration stage, followed by design, and then embodiment. Research data was collected through observation, literature review, and interviews. The results of the research are two Barapan Kebo motif designs on Kre Alang woven cloth by incorporating several parts of the Barapan Kebo game which will be used as the main motif on Kre Alang woven cloth, including the buffalo head, joki, and kareng. In addition, Lasuji's motif is used as a supporting motif.
Creation of Adhyatsa Dance Clothing Deni, Gustu Rahma
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 8, No 3 (2024): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan) (Juli)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jisip.v8i3.7160

Abstract

The Adhyatsa dance is a work of choreography created by Hana Medita. The work was inspired by the art of banteng. Bantengan art is one of the traditional arts that is particularly well-known among the people of East Java. The character of Bantengan is derived from the symbol of the bull, which represents the people who are characterised by strength, courage and protection. The objective of this research is to ascertain the influence of Bantengan art on the form of the Adhyatsa dance dress. The research method employed is the Double Diamond Model Method. The method comprises four stages: discovery, definition, development, and delivery. The outcome of this dance attire is employed in the Adhyatsa dance performance, where the garments are designed to be comfortable and facilitate unrestricted movement during the dance. The clothing in this dance work is presented in a different version from the original, yet still embodies the concept of bantengan and has been adapted to suit the character of the dancers in this Adhyatsa dance work.