Gustu Rahma Deni
Program Studi Seni Tari Fakultas Psikologi Dan Humaniora, Universitas Teknologi Sumbawa Nusa Tenggara Barat

Published : 10 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Branding Barapan Kebo Berbasis CBT (Community-Based Tourism) di Kabupaten Sumbawa Abdurrozaq, Abdurrozaq; Deni, Gustu Rahma
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2023): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.2 KB) | DOI: 10.54371/jiip.v6i1.1441

Abstract

Barapan kebo merupakan salah satu destinasi wisata budaya di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Namun, branding barapan kebo sebagai sebuah destinasi wisata budaya belum maksimal dilakukan. Wisatawan yang datang menyaksikan barapan kebo masih sangat minim. Strategi CBT (community-based tourism) sangat memungkinkan diterapkan karena barapan kebo memiliki masyarakat penyangga yang kuat, serta tren pariwisata dunia mengarah pada keunikan budaya. Melalui branding barapan kebo sebagai destinasi wisata budaya berbasis CBT diharapkan brand awarness barapan kebo semakin meningkat dan mampu menarik minat wisatawan domestik maupun asing datang berkunjung. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Metode pengumpulan data melalui observasi, kajian pustaka, dan wawancara. Penelitian ini bertujuan menghasilkan strategi branding yang kreatif dan tepat sasaran melalui perancangan media komunikasi visual, seperti website, billboard, poster, banner, dan merchandise.
Istana Dalam Loka Sebagai Ide Perancangan Batik Sumbawa Gustu Rahma Deni; Abdurrozaq Abdurrozaq
Melayu Arts and Performance Journal Vol 6, No 1 (2023): Melayu Arts and Performance Journal
Publisher : Pascasarjana Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/mapj.v6i1.3174

Abstract

This research is conducted based on the low appreciation of the public and tourists towards the existence of the Dalam Loka Palace in Sumbawa Regency. Istana Dalam Loka was designed as a leading regional tourist attraction, yet its existence is not outstanding both in terms of management and facilities. It is expected that the research on the design of Sumbawa Batik whose pattern is inspired by Istana Dalam Loka will motivate Sumbawa people and tourists to show more appreciation towards the Istana Dalam Loka better. In addition, it can provide new ideas or alternatives related to the batik industry in Sumbawa Regency. This research is qualitative research with a case study approach. Methods of collecting data used are observation, literature study, and interview. The research data were analyzed to determine the design of ornamental motifs and designs of Sumbawa Batik. This research is very important to be carried out because it can offer novelty in the development of the batik industry in Sumbawa Regency and increase the interest of the community or tourists to know more about Istana Dalam Loka.Keywors: Istana Dalam Loka; Various Batik Motifs;Sumbawa Batik AbstrakIstana Dalam Loka dirancang sebagai objek wisata unggulan daerah, namun keberadaannya kurang mendukung baik dari sisi manajemen pengelolaan maupun fasilitas yang ada sebagai sebuah objek wisata. Melalui penelitian perancangan Batik Sumbawa dengan Istana Dalam Loka sebagai sumber inspirasi, maka diharapkan masyarakat Sumbawa maupun wisatawan dapat mengapresiasi Istana Dalam Loka dengan lebih baik dan mampu memberikan alternatif gagasan baru terkait industri batik di Kabupaten Sumbawa. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Metode pengumpulan data melalui observasi, studi pustaka, dan wawancara. Data penelitian dianalisa guna menentukan rancangan motif hias dan rancangan Batik Sumbawa. Penelitian ini sangat penting untuk dilaksanakan karena dapat menawarkan kebaruan dalam pengembangan industri batik di Kabupaten Sumbawa serta meningkatkan animo masyarakat atau wisatawan untuk dapat mengenal lebih jauh tentang Istana Dalam LokaKatakunci : Istana Dalam Loka; Motif Batik; Batik Sumbawa
Alat Musik Tradisional Gong Genang Sebagai Sumber Inspirasi Perancangan Motif Batik Sumbawa Gustu Rahma Deni
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol 8, No 3 (2023): Juni, socio-economics, community law, cultural history and social issues
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimps.v8i3.26412

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kecendrungan masyarakat lebih menyukai alat musik modern sehingga menjadi rendahnya minat masyarakat akan alat musik tradisional Sumbawa khususnya Gong Genang. Gong Genang merupakan sebutan khusus bagi alat kesenian Sumbawa secara keseluruhan, umumnya terdiri dari sepasang gendang, sebuah gong dan sebuah serunai. Gong Genang digunakan untuk mengiringi acara adat istiadat seperti barodak, nyorong, maupun musik pengiring tari Sumbawa. Metode yang digunakan dalam merancang motif batik ini mulai dari tahap eksplorasi, perancangan dan perwujudan. Melalui penelitian ini maka diharapkan masyarakat Sumbawa dapat terus mengingat, melestarikan, dan memperkenalkan Gong Genang kepada generasi muda melalui media yang baru, yakni Batik. Batik dan motif batik Gong Genang juga dapat mendukung berkembangnya industri batik di Kabupaten Sumbawa yang masih belum dikelola dengan baik, sehingga akan dapat berdampak pada penguatan budaya, seni dan ekonomi masyarakat Sumbawa.
Alat Musik Tradisional Gong Genang Sebagai Sumber Inspirasi Perancangan Motif Batik Sumbawa Deni, Gustu Rahma
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol 8, No 3 (2023): Juni, socio-economics, community law, cultural history and social issues
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimps.v8i3.26412

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kecendrungan masyarakat lebih menyukai alat musik modern sehingga menjadi rendahnya minat masyarakat akan alat musik tradisional Sumbawa khususnya Gong Genang. Gong Genang merupakan sebutan khusus bagi alat kesenian Sumbawa secara keseluruhan, umumnya terdiri dari sepasang gendang, sebuah gong dan sebuah serunai. Gong Genang digunakan untuk mengiringi acara adat istiadat seperti barodak, nyorong, maupun musik pengiring tari Sumbawa. Metode yang digunakan dalam merancang motif batik ini mulai dari tahap eksplorasi, perancangan dan perwujudan. Melalui penelitian ini maka diharapkan masyarakat Sumbawa dapat terus mengingat, melestarikan, dan memperkenalkan Gong Genang kepada generasi muda melalui media yang baru, yakni Batik. Batik dan motif batik Gong Genang juga dapat mendukung berkembangnya industri batik di Kabupaten Sumbawa yang masih belum dikelola dengan baik, sehingga akan dapat berdampak pada penguatan budaya, seni dan ekonomi masyarakat Sumbawa.
PERANCANGAN PERLENGKAPAN BUSANA BERBAHAN DASAR TENUN TRADISIONAL SUMBAWA Deni, Gustu Rahma
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 7, No 1 (2023): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan) (Januari)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jisip.v7i1.4595

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh kurang berkembangnya produk tenun tradisonal Sumbawa. Hasil produksi para penenun hanya berupa sarung tenun dan mengandalkan pesanan pelanggan saja. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang diversifikasi produk tenun menjadi produk-produk perlengkapan busana, seperti tas, dompet, topi, dan ikat pinggang yang sesuai dengan kebutuhan dan selera masyarakat masa kini. Diharapkan dari penelitian ini akan memunculkan minat perajin muda untuk menekuni profesi sebagai penenun. Melalui diversifikasi produk tenun ini, juga diharapkan animo masyarakat untuk membeli produk-produk berbahan dasar tenun tradisonal semakin meningkat, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan para penenun di Sumbawa. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Proses pengumpulan data dilaksanakan melalui observasi atau pengamatan, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka.
DEVELOPMENTS OF MOTIFS: DESIGNING THE BARAPAN KEBO MOTIF IN KRE ALANG Gustu Rahma Deni; Abdurrozaq Abdurrozaq
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 13 No. 2 (2024): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v13i2.63184

Abstract

The development of the Kre Alang motif (traditional Sumbawa Songket woven cloth) is currently limited to changing the shape and positioning of the motif, which is not very different from the existing motif. This makes the Kre Alang motif less developed and causes boredom among the artisans and consumers of this woven fabric. The objective of this research is to create Kre Alang woven motifs with ideas from one of the traditional games of the Sumbawa people, namely Barapan Kebo (buffalo race). This research employs a textile craft creation method, starting from the exploration stage, followed by design, and then embodiment. Research data was collected through observation, literature review, and interviews. The results of the research are two Barapan Kebo motif designs on Kre Alang woven cloth by incorporating several parts of the Barapan Kebo game which will be used as the main motif on Kre Alang woven cloth, including the buffalo head, joki, and kareng. In addition, Lasuji's motif is used as a supporting motif.
DevelopmentofMotifs: Designing the Barapan KeboMotif in Kre Alang Deni, Gustu Rahma; Abdurrozaq, Abdurrozaq
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 13 No. 2 (2024): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v13i2.63184

Abstract

The development of the Kre Alang motif (traditional Sumbawa Songket woven cloth) is currently limited to changing the shape and positioning of the motif, which is not very different from the existing motif. This makes the Kre Alang motif less developed and causes boredom among the artisans and consumers of this woven fabric. The objective of this research is to create Kre Alang woven motifs with ideas from one of the traditional games of the Sumbawa people, namely Barapan Kebo (buffalo race). This research employs a textile craft creation method, starting from the exploration stage, followed by design, and then embodiment. Research data was collected through observation, literature review, and interviews. The results of the research are two Barapan Kebo motif designs on Kre Alang woven cloth by incorporating several parts of the Barapan Kebo game which will be used as the main motif on Kre Alang woven cloth, including the buffalo head, joki, and kareng. In addition, Lasuji's motif is used as a supporting motif.
Perancangan Branding Kre Sesek Sentra Tenun “Karya Mandiri” Sumbawa melalui Media Desain Komunikasi Visual Abdurrozaq, Abdurrozaq; Rahma Deni, Gustu
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 6, No 1 (2022): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jisip.v6i1.2638

Abstract

This research was motivated by the condition of the weaving craftsmen at the “Karya Mandiri” Weaving Center Sumbawa who had difficulty in marketing the woven fabric products they produced, Kre Sesek (traditional woven cloth typical of Sumbawa). This study aims to design the branding of Kre Sesek Sentra Weaving “Karya Mandiri” Sumbawa to be better known by the wider community through the use of visual communication media. The research method used is a qualitative research method with a case study approach. Methods of collecting data through observation, literature study, interviews, and documentation. The research data obtained, then analyzed in order to develop the right branding concept. The branding concept used is KRESAMAWA (Kre Sesek Samawa)
Creation of Adhyatsa Dance Clothing Deni, Gustu Rahma
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 8, No 3 (2024): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan) (Juli)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jisip.v8i3.7160

Abstract

The Adhyatsa dance is a work of choreography created by Hana Medita. The work was inspired by the art of banteng. Bantengan art is one of the traditional arts that is particularly well-known among the people of East Java. The character of Bantengan is derived from the symbol of the bull, which represents the people who are characterised by strength, courage and protection. The objective of this research is to ascertain the influence of Bantengan art on the form of the Adhyatsa dance dress. The research method employed is the Double Diamond Model Method. The method comprises four stages: discovery, definition, development, and delivery. The outcome of this dance attire is employed in the Adhyatsa dance performance, where the garments are designed to be comfortable and facilitate unrestricted movement during the dance. The clothing in this dance work is presented in a different version from the original, yet still embodies the concept of bantengan and has been adapted to suit the character of the dancers in this Adhyatsa dance work.
Eksplorasi Visual Motif Jamu TradisionalDalam Pengembangan Desain Batik Kontemporer Deni, Gustu Rahma; Sejati, Ardiansyah Mega; Priohananto, Gege Noby
Empiricism Journal Vol. 6 No. 4: December 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/c8ta0h50

Abstract

Jamu tradisional merupakan salah satu warisan budaya berbasis lokal yang patut untuk dilestarikan. Tradisi meracik jamu sudah menjadi kebiasaan masyarakat secara turun temurun dari nenek moyang. Bahan dari meracik jamu menggunakan bahan-bahan alami yang mudah ditemukan dilingkungan sekitar tempat tinggal. Selain digunakan sebagai bahan membuat masakan juga memiliki khasiat untuk kesehatan yaitu untuk mengobati berbagai penyakit, meningkatkan nafsu makan, menjaga imuntubuh atau hanya menjaga kebugaran tubuh. Ternyata sampai sekarang masih kurangnya pengetahuan masyarakat terhadap bahan baku jamu beserta manfaatnya dan masih belum bisa membedakan setiap bahan jamu yang digunakan sehingga muncullah ide untuk memvisualisasikan bahan-bahan tersebut menjadi motif batik kontemporer. Selain untuk menambah koleksi dari motif batik, diharapkan dapat memperkenalkan bahan-bahan jamu beserta manfaatnya kepada masyarakat terutaman untuk generasi muda melalui motif batik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penciptaan kriya yaitu tahap eksplorasi, perancangan dan perwujudan. Tahap eksplorasi yaitu pengumpulan data melalui observasi, studi pustaka dan wawancara. Tahap perancangan yaitu membuat sketsa dengan elemen-elemen yang sesuai dengan tema jamu tradisonal. Tahap perwujudan yaitu hasil penelitian berupa 2 desain motif batik kontemporer dibuat secara digital dan hasil akhir dimockup kebaju kemeja Kata Kunci: Desain; Batik; Motif; Jamu; Kontemporer Visual Exploration of Traditional Jamu Motifs in the Development of Contemporary Batik Design. Jamu (traditional Indonesian herbal medicine) represents a locally embedded cultural heritage that warrants systematic preservation. The practice of formulating herbal remedies has been transmitted across generations, with ingredients sourced from natural materials readily available in the surrounding environment. In addition to their use as culinary components, these materials possess a range of health-related functions, including treating various ailments, stimulating appetite, supporting immune function, and maintaining overall physical well-being. Despite this, public knowledge regarding the raw materials of herbal medicine and their associated benefits remains limited, and many people are still unable to distinguish among the different herbal ingredients employed. In response to this issue, the present study proposes the visualization of herbal ingredients in the form of contemporary batik motifs. Beyond enriching the repertoire of existing batik designs, this approach aims to introduce herbal ingredients and their benefits to the broader public, particularly younger generations, through the medium of batik. This research employs a craft-creation methodology consisting of three phases: exploration, design, and implementation. The exploration phase includes data collection through observation, literature review, and interviews. The design phase encompasses the development of sketches incorporating visual elements aligned with the theme of traditional herbal medicine. The implementation phase yields two contemporary batik motif designs, produced digitally and presented as mock-ups on a shirt. Keywords: Motif; Jamu;Design; Batik; Contemporary