Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Intensitas Penggunaan Smartphone terhadap Kejadian Myopia Pada Remaja di Tengah Pandemi Covid-19 JABODETABEK Atti Kartikawati; Erni Suprihatin; Anung Inggito Maksus
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Universitas Ma Chung Vol. 1 (2021): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Ma Chung 2021
Publisher : Ma Chung Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.096 KB) | DOI: 10.33479/senampengmas.2021.1.1.32-39

Abstract

Di era pandemic Covid-19 saat ini peran smartphone menjadi penunjang satu-satunya sarana dalam pembelajaran daring, selain laptop. Dari segi intensitas penggunaan smartphone atau handphone bisa menjadikan sebab yang berdampak pada Kesehatan mata, dalam pembahasan ini adalah myopia. Sejalan dengan tujuan diadakan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh dari intensitas penggunaan smartphone terhadap myopia. Melalui progam pengabdian Masyarakat yang dilakukan secara mandiri oleh mahasiswa, dalam pengawasan dosen pembimbing. Pada domisili tempat tinggalnya. Yaitu sekitar JABODETABEK. Intensitas penggunaan smartphone atau handphone mempengaruhi terhadap kelainan refraksi pada khususnya myopia, hal dibuktikan dengan uji regresi logistic Dengan SPSS 26 yaitu 0,000 < 0,05 dengan besarnya pengaruhnya yaitu 25,5% dari intensitas penggunaan handphone dan 74,5% dipengaruhi oleh variabel lain. Pengunaan uji regresi logistic untuk penelitian ini sudah tepat, hal ini dibuktikan dengan Hosmer and Lemeshow Test > 0,05 yaitu ( 0,06 > 0,05) maka Ho diterima. Hal ini diartikan bahwa model yang pakai sesuai dengan pengamatan. Begitupun dengan ketepatan dalam memprediksi pengujian ini sebesar 72,8%.
Miopia tinggi disertai nistagmus Penyebab Low Vision pada Pasien Slow Learner Cindy Eka Wijaya; Erni Suprihatin; Atti Kartikawati; Suci Haryanti
Schrodinger Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Fisika Vol 4, No 1 (2023): Schrodinger Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Fisika
Publisher : UNIVERSITAS INDRAPRASTA PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/sch.v4i1.8607

Abstract

On vision examination, it was found that the correction results R / L S -4.00 C -1.50 X 180 (VA ODS = 1/18) there was a sharp increase in vision. This contrast sensitivity to 10% means that the patient's contrast sensitivity decreases. The result of the diagnosis is that the patient is a slow learner with myopia accompanied by nystagmus.  This research method is with a qualitative approach to the casus study.The management is given the latest prescription glasses and give non-optical tools such as frozen low vision, hats / sunglass, markers, lamps, and others. Advice to parents of patients to be evaluated by an ophthalmologist and routinely check vision at the Low Vision Clinic, the use of glasses is always worn, and gadgets are used not while lying down and reduced the time limit for playing gadgets. Changing a healthy lifestyle such as often seeing green scenery, taking vitamin A, vegetables, fruit, when learning to give bright lighting, healthy activities.
TATALAKSANA PENANGANAN KASUS RETINITIS PIGMENTOSA PENYEBAB LOW VISION PADA SEORANG IBU RUMAH TANGGA Siola Dea Ayu; Erni Suprihatin; Suci Haryanti
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 12: Mei 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v4i12.10198

Abstract

: Penelitian ini mengkaji kasus tunggal pasien wanita berusia 45 tahun dengan Retinitis Pigmentosa (RP) yang menyebabkan low vision. Dengan pendekatan kualitatif studi kasus, penelitian ini mendeskripsikan karakteristik klinis, pemeriksaan refraksi, dan manajemen low vision pada pasien tersebut. Hasil pemeriksaan menunjukkan pasien mengalami penurunan ketajaman penglihatan dengan koreksi terbaik 3/24 pada kedua mata, fotofobia, penyempitan lapang pandang hingga 10%, dan gangguan penglihatan warna sekunder. Manajemen yang direkomendasikan meliputi alat bantu optik berupa kacamata koreksi miopia tinggi (S-7.00) dengan adisi +1.50, kemungkinan penggunaan teleskop 8X jika diperlukan, serta alat bantu non-optik seperti kacamata hitam dan topi. Modifikasi lingkungan sangat ditekankan, termasuk penggunaan kontras warna tinggi, pengaturan cahaya, dan penandaan visual untuk objek dan area di lingkungan sehari-hari. Penelitian ini menunjukkan pentingnya pendekatan komprehensif dalam rehabilitasi low vision pada pasien RP untuk mempertahankan sisa fungsi penglihatan dan meningkatkan kemandirian dalam aktivitas sehari-hari.