Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Gaya Hidup dan Pola Makan Terhadap Myopia pada Guru Sekolah Dasar di Jakarta Pusat Suci Haryanti; Atti Kartikawati; Benny Suliestyono
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Universitas Ma Chung 2020: Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat (SENAM) 2020
Publisher : Ma Chung Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.393 KB)

Abstract

Pada perkembangan teknogi yang semakin pesat diimbangi pula dengan perkembangan era serba instans ini, mengakibatkan tidak sedikit yang mengabaikan gaya hidup dan pola makan yang baik. Pada era yang serba cepat ini, banyak orang memilih makanan cepat saji untuk dikonsumsi tanpa mengutamakan vitamin atau asupan gizi, yang dalam hal ini vitamin A sangat berperan dalam kesehatan mata. Begitu pula dengan gaya hidup yang menuntut sebagian orang mengunakan handphone dalam waktu yang lama dan tidak memperdulikan cahaya ketika membaca buku. Hal ini berpengaruh kepada mata, terutama Kelainan Refraksi Myopia (rabun jauh). Hal ini dibuktikan melalui Kegiatan Program Pengabdian Masyrakat Akademi Kartika Indera Persada yang diadakan pada 11-12 Maret 2020 pada 10 Sekolah Dasar Negeri maupun Swasta, untuk memeriksa mata dengan skrining dan pemeriksaan kelainan refraksi dengan triallens. Diperoleh 104 guru, ada 69 guru yang menderita Myopia dan 35 guru tidak menderita myopia (rabun jauh) dengan ketepatan prediksi 71,2% dapat dilihat pada classification table dengan mengunakan SPSS 26 melalui regresi logistik. Dalam penelitian ini sudah dibuktikan bahwa gaya hidup dan pola makan berpengaruh terhadap Myopia pada guru SD di Jakarta Pusat dengan nilai contains signifikan sebesar 0,000<0,05. Dengan uji parsial dari 2 variabel bebas yaitu gaya hidup berpengaruh dengan nilai sig. 0,004<0,05 dan pola makan juga berpengaruh dengan nilai sig. 0,002<0,05. Sebelumnya dengan nilai sig. Hosmer and Lemeshow Test >0,05 yaitu (0,446>0,05) maka Ho diterima. Hal ini diartikan bahwa model yang pakai sesuai dengan pengamatan.
Pengaruh Intensitas Penggunaan Smartphone terhadap Kejadian Myopia Pada Remaja di Tengah Pandemi Covid-19 JABODETABEK Atti Kartikawati; Erni Suprihatin; Anung Inggito Maksus
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Universitas Ma Chung Vol. 1 (2021): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Ma Chung 2021
Publisher : Ma Chung Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.096 KB) | DOI: 10.33479/senampengmas.2021.1.1.32-39

Abstract

Di era pandemic Covid-19 saat ini peran smartphone menjadi penunjang satu-satunya sarana dalam pembelajaran daring, selain laptop. Dari segi intensitas penggunaan smartphone atau handphone bisa menjadikan sebab yang berdampak pada Kesehatan mata, dalam pembahasan ini adalah myopia. Sejalan dengan tujuan diadakan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh dari intensitas penggunaan smartphone terhadap myopia. Melalui progam pengabdian Masyarakat yang dilakukan secara mandiri oleh mahasiswa, dalam pengawasan dosen pembimbing. Pada domisili tempat tinggalnya. Yaitu sekitar JABODETABEK. Intensitas penggunaan smartphone atau handphone mempengaruhi terhadap kelainan refraksi pada khususnya myopia, hal dibuktikan dengan uji regresi logistic Dengan SPSS 26 yaitu 0,000 < 0,05 dengan besarnya pengaruhnya yaitu 25,5% dari intensitas penggunaan handphone dan 74,5% dipengaruhi oleh variabel lain. Pengunaan uji regresi logistic untuk penelitian ini sudah tepat, hal ini dibuktikan dengan Hosmer and Lemeshow Test > 0,05 yaitu ( 0,06 > 0,05) maka Ho diterima. Hal ini diartikan bahwa model yang pakai sesuai dengan pengamatan. Begitupun dengan ketepatan dalam memprediksi pengujian ini sebesar 72,8%.
Miopia tinggi disertai nistagmus Penyebab Low Vision pada Pasien Slow Learner Cindy Eka Wijaya; Erni Suprihatin; Atti Kartikawati; Suci Haryanti
Schrodinger Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Fisika Vol 4, No 1 (2023): Schrodinger Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Fisika
Publisher : UNIVERSITAS INDRAPRASTA PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/sch.v4i1.8607

Abstract

On vision examination, it was found that the correction results R / L S -4.00 C -1.50 X 180 (VA ODS = 1/18) there was a sharp increase in vision. This contrast sensitivity to 10% means that the patient's contrast sensitivity decreases. The result of the diagnosis is that the patient is a slow learner with myopia accompanied by nystagmus.  This research method is with a qualitative approach to the casus study.The management is given the latest prescription glasses and give non-optical tools such as frozen low vision, hats / sunglass, markers, lamps, and others. Advice to parents of patients to be evaluated by an ophthalmologist and routinely check vision at the Low Vision Clinic, the use of glasses is always worn, and gadgets are used not while lying down and reduced the time limit for playing gadgets. Changing a healthy lifestyle such as often seeing green scenery, taking vitamin A, vegetables, fruit, when learning to give bright lighting, healthy activities.