Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

STRATEGI OPERASI KOLABORASI TNI ANGKATAN LAUT DAN BADAN KEAMANAN LAUT RI DALAM PENGENDALIAN LAUT DI LAUT NATUNA UTARA Bagus Badari Amarullah; Suhirwan Suhirwan; Sutanto Sutanto
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 2 (2023): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v10i2.2023.762-778

Abstract

Indonesia memiliki kedaulatan dan hak berdaulat di Laut Natuna Utara. Dalam rangka menegakkan kedaulatan dan hak berdaulat di wilayah Laut Natuna Utara terutama pada masa damai, Indonesia melaksanakan upaya pengendalian laut. Namun demikian, pengendalian laut yang dilaksanakan saat ini masih belum optimal karena masih adanya ancaman/kerawanan, belum terbangun unity of effort guna mendukung pengendalian laut secara kolaboratif antara TN AL dan Bakamla RI serta belum efektifnya strategi operasi kolaborasi TNI AL dan Bakamla RI di Laut Natuna Utara.  Penelitian ini mengkaji kondisi existing ancaman/kerawanan di Laut Natuna Utara dan kolaborasi TNI AL - Bakamla RI serta merumuskan strategi operasi kolaborasi TNI AL - Bakamla RI dalam mendukung pengendalian laut di Laut Natuna Utara. Penelitian ini menggunakan teori ancaman, teori kolaborasi dan teori strategi serta pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan dengan melaksanakan wawancara terhadap 5 Narasumber yang berasal dari TNI AL dan Bakamla RI. Hasil penelitian ini menyatakan ancaman/kerawanan yang ada di Laut Natuna saat ini antara lain kehadiran kapal pemerintah/perang asing berbendera Vietnam dan China, penangkapan ikan secara ilegal oleh kapal ikan asing berbendara Vietnam dan anomali pergerakan kapal niaga di Laut Natuna serta potensi ancaman/kerawanan dari kehadiran kapal pemerintah/perang asing berbendera negara NATO dan sekutunya. Selain itu saat ini belum ada operasi kolaborasi TNI AL dan Bakamla RI di Laut Natuna sehingga perlu adanya rumusan strategi operasi kolaborasi TNI AL dan Bakamla RI di wilayah tersebut dalam rangka menghadapi ancaman/kerawanan yang ada
Optimising the Demographic Bonus for Cultural Resilience in Indonesia’s National Identity in the Global Era Sutanto; Maulidya, Ikcha
Jurnal Lemhannas RI Vol 12 No 4 (2024)
Publisher : Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55960/jlri.v12i4.952

Abstract

Purpose: This study examines the strategic utilisation of Indonesia’s demographic bonus to enhance cultural resilience. It explores how the youth population, as the largest productive demographic group, can be mobilised to preserve, adapt, and innovate traditional cultural practices amidst globalisation and societal transformations. The study also analyses how policy interventions, education, and digital advancements can ensure cultural sustainability and strengthen national identity for future generations. Study Design/Methodology/Approach: This research adopts a qualitative approach, employing a literature review and case study analysis. Data were collected through an extensive review of demographic trends, national policies, and cultural resilience strategies. Case studies from Indonesia and other nations that have successfully leveraged their demographic bonuses were examined to draw comparative insights Findings: The findings reveal that Indonesia’s demographic bonus presents both opportunities and challenges in maintaining cultural resilience. Strategies such as integrating cultural values into education, empowering youth through creative industries, and leveraging digital platforms for cultural promotion are essential. The study highlights the importance of multi-sector collaboration, involving government policies, community engagement, and private sector support to create a sustainable cultural ecosystem.Top of FormBottom of Form Originality/Value: This study contributes to the growing discourse on cultural resilience by establishing a direct link between demographic dividend management and cultural sustainability. It offers innovative policy recommendations for integrating cultural education, digital engagement, and youth empowerment to ensure Indonesia’s cultural heritage remains robust amid globalisation and social change. The study provides practical insights for policymakers, educators, and cultural stakeholders to optimise the demographic bonus as a strategic asset for national cultural development.
Integrating psychological reinforcement modalities to enhance the therapeutic efficacy of physical rehabilitation for disaster survivors Dhiraj Kelly Sawlani; Yahdiana Harahap; Yuli Subiakto; Sutanto; Faonaso Harefa
Physical Therapy Journal of Indonesia Vol. 7 No. 1 (2026): January-June 2026
Publisher : Universitas Udayana dan Diaspora Taipei Medical University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51559/ptji.v7i1.379

Abstract

Background: Post-disaster physical rehabilitation programs in Sumatra have been running, but survivors still receive limited psychological support. Therefore, this study integrated spiritual guidance and light physical exercise to strengthen the psychological recovery process of disaster survivors. Methods: This study applied a mixed-method approach with an exploratory design where qualitative analysis utilizes NVivo 12 to examine data sourced from online media and interviews with 15 participants representing the Regional Government and psychology experts, while quantitative analysis used the structural equation modeling partial least squares – 4 (SEM PLS-4) on data collected from 150 health workers of Universitas Pertahanan, Indonesia who served in disaster-affected areas with a structured questionnaire as a research instrument. Results: The results of the NVivo 12 analysis identified stress, loss, uncertainty about the future, and various health problems, such as respiratory infections, diarrhea, skin diseases, and a high need for emotional support became important factors for implementing psychological recovery interventions. Based on the results of the SEM PLS-4 analysis, this finding was strengthened by showing that the integration of spiritual methods, psychosocial approaches, light physical activity, and fulfillment of basic needs had a positive and significant impact on psychological strengthening and recovery (β = 0.529; p = 0.000; T = 8.651; R² = 0.280; F² = 0.389). Furthermore, the developed model showed strong predictive capacity, as indicated by the Q²predict value of 0.267, with a lower PLS loss than the indicator average (IA) loss (0.149 < 0.204). Conclusion: Light physical activity, spiritual guidance, psychosocial support, and provision of basic needs were crucial factors in strengthening and restoring the psychological well-being of disaster survivors. Implementing holistic interventions in evacuation centers and at home has been shown to reduce stress levels, aid emotional regulation, restore physical function, and strengthen long-term mental resilience.
Strategi Pembinaan Penerbang Helikopter di Skadron 21/Akasa Aqraya Yudha Puspenerban Guna Mendukung Operasi Pengamanan Daerah Rawan Papua Lutfi Dian Pambudi; Rudianto; Sutanto
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v4i1.8744

Abstract

Wilayah Papua memiliki karakteristik geografis ekstrem, keterbatasan infrastruktur, serta dinamika ancaman keamanan yang tinggi, sehingga dibutuhkan operasi pengamanan cepat, adaptif, dan fleksibel, dengan dukungan mobilitas udara, melalui peran strategis penerbang helikopter TNI Angkatan Darat, khususnya di Skadron 21/Akasa Aqraya Yudha (AAY) Pusat Penerbangan TNI AD (Puspenerbad). Namun, kompleksitas medan operasi Papua menghadirkan tantangan tersendiri dalam pembinaan SDM penerbang, dari aspek teknis, taktis, psikologis. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis strategi pembinaan penerbang helikopter di Skadron 21/AAY Puspenerbad guna mendukung efektivitas operasi pengamanan daerah rawan di Papua, meliputi perencanaan, implementasi, hambatan dan upaya penguatan pembinaan. Metode penelitian menggunakan kualitatif, desain studi kasus. Pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan pendekatan deskriptif-analitis dan SWOT. Hasil penelitian menunjukkan strategi pembinaan penerbang helikopter di Skadron 21/AAY memiliki pondasi cukup kuat berdasarkan kompetensi dasar dan dukungan komando. Namun memiliki kelemahan pada aspek pelatihan berbasis medan operasi Papua, simulasi skenario ancaman riil, serta penguatan kesiapan mental penerbang. Peluang penguatan pembinaan terbuka melalui pengembangan kurikulum kontekstual, peningkatan latihan berbasis skenario, dan integrasi evaluasi kesiapan operasional berkelanjutan. Kesimpulannya, strategi pembinaan penerbang helikopter adaptif, kontekstual, dan berbasis kebutuhan medan operasi merupakan faktor kunci dalam meningkatkan efektivitas operasi pengamanan di daerah rawan Papua.
MODEL SINERGI LINTAS SEKTOR DALAM MENDUKUNG KETAHANAN KESEHATAN MASYARAKAT DESA KARAMATWANGI GARUT: CROSS-SECTOR SYNERGY MODEL IN SUPPORTING PUBLIC HEALTH RESILIENCE IN KARAMATWANGI VILLAGE GARUT Desi Tirtawati; Sutanto Sutanto; Raden Ajeng Chandra Kusumawardhani; Lila Irawati Tjahjo Widuri; I Wayan Sumandyasa; Budi Sumaryono; Aditia Dedek Yunus; Ativa Hesti Agustina
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v6i2.3210

Abstract

Dalam mendukung pembangunan kesehatan yang berkelanjutan, ketahanan kesehatan masyarakat menjadi salah satu instrumen yang tidak bisa dipisahkan. Kolaborasi berbagai pemangku kepentingan diperlukan untuk meningkatkan ketahanan kesehatan masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat bertujuan untuk mendeskripsikan model sinergi lintas sektor dalam mendukung ketahanan kesehatan masyarakat diantaranya melalui kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG), USG gratis dan Komunikasi, Informasi dan edukasi (KIE) di desa Karamatwangi Kabupaten Garut. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan collaboratif governance. Kegiatan melibatkan berbagai lintas sektor seperti Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Puskesmas Cisurupan, Pemerintah Desa Karamatwangi, Kader Kesehatan dan masyarakat. Data diperoleh melalui kegiatan observasi, dokumentasi dan komunikasi yang dilakukan dengan berbagai pihak yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa adanya sinergi lintas sektor mampu meningkatkan akses pelayanan kesehatan, memperkuat koordinasi antarinstansi dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam upaya promotif dan preventif. Adanya komunikasi dan koordinasi, komitmen bersama dan pembagian peran yang jelas menjadi faktor pendukung dalam keberhasilan kolaborasi. Model kolaboratif  yang dihasilkan dapat berkontribusi dalam mendukung ketahanan kesehatan masyarakat di tingkat desa. Tetapi masih diperlukan penguatan koordinasi dan keberlanjutan program untuk mendukung upaya promotif dan preventif bisa berjalan dengan optimal.
The role of physiotherapy in a health maintenance strategy for retirees in Indonesia to support total defense Faonaso Harefa; Yahdiana Harahap; Dian Andriani Ratna Dewi; R.M. Tjahya Nurrobi; Sutanto; Cecilia F. Harsono
Physical Therapy Journal of Indonesia Vol. 7 No. 1 (2026): January-June 2026
Publisher : Universitas Udayana dan Diaspora Taipei Medical University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51559/ptji.v7i1.343

Abstract

Background: Retirement represents a critical transitional phase for members of the Indonesian military and civil servants, often accompanied by post-power syndrome and retirement depression, which adversely affect psychological stability, musculoskeletal function, and social participation. This study aimed to empirically analyze the effectiveness of physiotherapy interventions based on physical activity combined with psychosocial support in mitigating post power syndrome and retirement depression, while also assessing their alignment with the job demands-resources model and the successful aging theory. Methods: This study employed a quantitative analytical survey involving 200 retired Indonesian military personnel and civil servants (≥1 year post-retirement) selected through simple random sampling. Data were collected using structured Likert-scale questionnaires covering physiotherapy interventions, post-power syndrome symptoms, and mental health indicators. Validity and reliability were confirmed through pilot testing. Data were analyzed using structural equation modelling with partial least squares (SEM-PLS 4) to assess relationships and model fit through outer and inner model evaluations. Results: The results indicate that all constructs met the criteria for validity and reliability (outer loading > 0.70; AVE > 0.50; CR > 0.80; HTMT < 0.85). Physiotherapy interventions demonstrated a significant effect in reducing PPS (β = -0.62; t = 8.522; p < 0.001) and retirement depression (β = -0.67; t = 7.274; p < 0.001), with musculoskeletal function and physical activity engagement acting as significant partial mediators (t = 5.275; p < 0.001). These findings affirmed that integrated physiotherapy interventions enhance retirees’ physical resilience and psychosocial well-being, while also holding strategic relevance for national health policies and strengthening the role of retirees as supportive components within the national defense and security system. Conclusion: This research contributes to advancing physical and mental well-being among the elderly through integrated physiotherapy interventions; however, its cross-sectional design presents a limitation, suggesting future studies adopt longitudinal approaches with broader contextual variables.
The Role of Kartika Eka Paksi's Doctrine in Supporting The Realization of Strengthening The National Defense Strategy in The Perspective of 5 Functions Achdwiyanto Yudi Hartono; Zainal Arifin; Sutanto Sutanto
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 5 No. 4 (2025): Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v5i4.33272

Abstract

This research examines the limitations of Indonesia's defense strategy, focusing on the Indonesian Army Aviation Corps (Puspenerbad) and its underutilized potential in national defense. Despite the Indonesian National Army's critical role in safeguarding the nation’s sovereignty, the current defense policies are fragmented and primarily emphasize core defense components, leaving aviation support functions insufficiently integrated. The study uses a qualitative approach, gathering data from journals, books, and official documents to analyze Puspenerbad’s five key functions: combat intelligence, maneuver, fire support, protection, and logistical assistance. The findings suggest that optimizing these functions could significantly enhance Indonesia's defense capabilities in addressing both military and non-military threats. The research highlights the need for a more comprehensive defense strategy, proposing that an improved aviation corps could strengthen national security by better integrating aviation support into the broader defense framework. This study offers valuable insights for policymakers and military planners, aiming to improve operational effectiveness and better prepare Indonesia for emerging security challenges
Peningkatan Pengetahuan Masyarakat tentang Cek Kesehatan Gratis melalui Edukasi Kesehatan Multimodal di Desa Karamatwangi, Kabupaten Garut Raden Ajeng Chandra Kusumawardhani; Desi Tirtawati; Ativa Hesti Agustina; Aditia Dedek Yunus; Budi Sumaryono; I Wayan Sumandyasa; Lila Irawati Tjahjo Widuri; Sutanto Sutanto; Sukma Irianti
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2026): SWARNA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Juni, 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v5i6.2792

Abstract

Rendahnya pemanfaatan layanan pemeriksaan kesehatan sering kali dipengaruhi oleh keterbatasan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini penyakit. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan di Desa Karamatwangi, Kabupaten Garut ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang Program Cek Kesehatan Gratis dengan metode edukasi kesehatan multimodal yaitu menggunakan flyer, penyuluhan verbal dan diskusi interaktif. Adapun evaluasi dilakukan dengan pendekatan desain one group pretest-posttest. Dari 100 peserta yang mengikuti kegiatan , analisis dilakukan terhadap 76 peserta yang memiliki data berpasangan lengkap. Instrumen penilaian terdiri atas lima pertanyaan mengenai manfaat, prosedur, dan pentingnya pemanfaatan layanan CKG. Hasil menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 3,39 pada pre-test menjadi 4,29 pada post-test dengan peningkatan sebesar 0,89 poin. Proporsi peserta dengan kategori pengetahuan baik meningkat dari 55,3% menjadi 85,5%, sedangkan kategori rendah menurun dari 13,1% menjadi 7,9%. Uji Wilcoxon Signed-Rank menunjukkan perbedaan yang signifikan antara skor pre-test dan post-test (p<0,001) dengan besar efek sedang (Cohen’s d=0,549). Kegiatan edukasi kesehatan terbukti efektif meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai CKG. Temuan ini menunjukkan pentingnya promosi kesehatan berbasis komunitas sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pemeriksaan kesehatan preventif.
Risk-Based Defense Planning in Archipelagic States: Strategic Analysis, Methodological Framework, and Technological Integration in the Indo-Pacific Revila Oulina; Guntur Eko Saputro; Sutanto Sutanto
Journal of Social Work and Science Education Vol. 7 No. 3 (2026): Journal of Social Work and Science Education
Publisher : Yayasan Sembilan Pemuda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52690/jswse.v7i3.1663

Abstract

The volatile security environment of the Indo-Pacific demands that defense institutions adopt adaptive planning approaches beyond conventional threat-based models. This qualitative study examines Risk-Based Defense Planning (RBDP) implementation in archipelagic states, which face distinctive security challenges from dispersed territories, extensive maritime boundaries, and persistent sea blindness. Through systematic literature review and comparative analysis of defense planning frameworks in Indonesia and the Philippines, the study evaluates risk assessment methodologies including Multi-Criteria Decision-Making approaches specifically Fuzzy Analytic Hierarchy Process and Failure Mode and Effects Analysis for objective defense resource prioritization. The analysis also examines NATO’s Risk-Based Framework for Strategic Planning as a reference model. Findings reveal three key patterns: (1) archipelagic states are shifting toward risk-oriented defense strategies, evidenced by the Philippines’ Comprehensive Archipelagic Defense Concept and Indonesia’s Global Maritime Fulcrum vision; (2) emerging technologies—Maritime Domain Awareness systems, unmanned vehicles, and low-earth orbit satellites are critical for situational awareness and risk mitigation; and (3) effective RBDP requires integration of military and non-military policies within total defense frameworks, supported by regional cooperation. The study contributes a synthesized RBDP framework for archipelagic contexts and offers policy recommendations for addressing hybrid threats, maritime security challenges, and climate-related risks. Limitations include the focus on two case countries and reliance on secondary sources.
Keamanan Pangan Jajanan Anak Sekolah dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan dan SDM Unggul Menuju Indonesia Emas 2045 di Kabupaten Tangerang Desi Tirtawati; Sutanto Sutanto; Mardiah Mardiah
Jurnal Ilmiah Pangan Halal Vol. 8 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Pangan Halal
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jiph.v8i2.24320

Abstract

Program Keamanan Pangan khususnya pada Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) merupakan salah satu upaya untuk menciptakan lingkungan sekolah yang mendukung konsumsi pangan yang aman, sehat, dan bergizi bagi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran implementasi program PJAS di Kabupaten Tangerang dalam mendukung ketahanan pangan sejak usia dini serta kontribusinya terhadap pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul sebagai bagian dari pencapaian visi Indonesia Emas 2045. Metode yang digunakan adalah pendekatan mix methode dengan teknik pengumpulan data melalui studi literatur, survei/quisioner, observasi lapangan, serta analisis data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program PJAS telah berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran siswa, guru, dan pengelola kantin terhadap pentingnya pangan yang aman dan sehat. Selain itu, integrasi edukasi keamanan pangan di lingkungan sekolah turut mendorong pembentukan perilaku konsumsi yang sehat sejak dini, yang menjadi fondasi penting bagi pembangunan SDM yang cerdas, sehat, dan produktif. Meski demikian, tantangan masih dihadapi dalam hal pengawasan berkelanjutan dan keterlibatan lintas sektor. Diperlukan penguatan kolaborasi antarinstansi serta pemberdayaan komunitas sekolah agar program PJAS dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan. Dengan demikian, keamanan pangan jajanan sekolah menjadi bagian penting dalam strategi ketahanan pangan nasional dan pembangunan SDM menuju Indonesia Emas 2045