Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Aktivitas Protease, Amilase dan Lipase Digesti Ikan Medaka (Oryzias javanicus) yang Tertangkap di Segara Anakan Cilacap Hana Hana; Untung Susilo; Sri Sukmaningrum
Majalah Ilmiah Biologi BIOSFERA: A Scientific Journal Vol 38, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Biologi | Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.mib.2021.38.2.965

Abstract

Medaka fish (Oryzias javanicus) originating from Segara Anakan, Cilacap Regency has the potential as a bio-indicator of brackish water. The study of the physiological character of this species has not been done before, so that there needs to be basic information for domestication. The purpose of this study was to determine changes in protease, amylase and lipase digestive activity of medaka fish from Segara Anakan at different body sizes and salinity. The study was conducted by survey method. A sample of 567 medaka fish taken from three locations with different salinities (10 ± 1, 15 ± 1 and 20 ± 1 ppt) at the time of sampling, were used in this study. Medaka fish is grouped into three different sizes, namely (1) 0.063±0.01g (small), (2) 0.153±0.03 g (medium), and (3) 0.287±0.03 g (large). Measurements of enzyme activity were carried out by spectrophotometric methods. The results showed that body size and salinity were significantly different (P<0.05) on protease, amylase and lipase digestive activity of medaka fish. Large medaka fish shows higher digestive enzyme activity compared to the small body size in each salinity. However, amylase and lipase show same activity between different body sizes at 15±1 ppt. The higher the salinity, the lower the activity of protease, amylase and lipase. However, the salinity of 10±1-20±1 ppt shows the same amylase activity (small and medium size) and lipase (small size). Conclusion from the results of this study is the protease, amylase and lipase digestive activity of medaka fish that originating from Segara Anakan, Cilacap has been increased with increasing body size and decreasing environmental salinity. The results of this study are expected to contribute to the enrichment of fish biology, especially medaka fish.
Analisis Dimorfisme Seksual Ikan Jambrong (Terapon puta Cuvier,1892) Arriyadh Fuad Faujan; Sri Sukmaningrum; Suhestri Suryaningsih
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 8 No 2 (2026): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2026.8.2.20560

Abstract

Ikan Jambrong (Terapon puta Cuvier, 1892) merupakan salah satu spesies ikan demersal yang didaratkan di TPI Pemalang. Ikan Jambrong banyak disukai oleh masyarakat untuk diolah menjadi ikan segar dan ikan asin. Penangkapan yang dilakukan secara terus menerus dikhawatirkan populasi ikan Jambrong akan menurun. Ikan Jambrong tidak dapat dibedakan antara jantan dan betina atau tidak mempunyai dimorfisme sexual. Oleh karena itu, diperlukan informasi taksonomi ikan Jambrong dalam upaya konservasi yang meliputi karakter performa morfologi, meristik dan truss morphometrics pada ikan Jambrong. Tujuan penelitian ini mendapatkan informasi performa morfologi, meristik dan truss morphometrics yang dapat menjadi pembeda ikan Jambrong jantan dan betina yang didaratkan di TPI Pemalang. Metode yang digunakan survey, menggunakan teknik purposive random sampling. Sampel ikan Jamrong diperoleh dari TPI Pemalang sebanyak 57 ekor dengan 3 kali ulangan. Variabel yang diamati yaitu performa morfologi, meristik dan truss morphometrics. Parameter yang diukur yaitu rasio antara jarak truss dengan panjang standar. Performa morfologi yang diamati yaitu bentuk tubuh, bentuk dan posisi mulut, bentuk sirip caudal, tipe sisik, dan tipe gigi. Karakter meristik yang diamati adalah jumlah jari-jari keras dan lemah pada sirip dorsal, anal dan pectoral, jumlah sisik garis rusuk, jumlah sisik di atas dan di bawah garis rusuk dan jumlah sisik yang mengelilingi batang ekor dan jumlah tapis insang. Karakter truss morphometrics yang diukur yaitu jarak truss yang sudah ditentukan sebanyak 14 titik. Data performa morfologi dan meristic dianalisis secara deskriptif sedangkan data truss morphometrics dianalisis menggunakan uji “t” pada program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan karakter performa morfologi dan meristik tidak dapat digunakan sebagai pembeda ikan jambrong jantan dan betina. Truss morphometrics dapat digunakan sebagai pembeda ikan jambrong jantan dan betina, yaitu pada bagian kepala, badan dan ekor ikan jantan secara umum memiliki ukuran yang lebih besar dan lebih tinggi dibandingkan ikan betina. Kata kunci : dimorfisme seksual, ikan Jombrang (Terapon putra), morfologi, truss morphometrics