Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Menjadikan Perempuan Papua Yang Berdaya (Study Analisa GESI Terhadap Perempuan Papua Sebagai Agen Perdamaian dan Kohesi Sosial) Anil Dawan; Andina Mega Larasati
Jurnal Inada: Kajian Perempuan Indonesia di Daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar Vol. 5 No. 1 (2022): Juni
Publisher : Pusat Studi Wanita, Univesitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/ji.v5i1.4707

Abstract

This article aims to describe the results of the GESI analysis. The method used is the GESI (Gender Equality and Social Inclusion) assessment. From the results of the GESI analysis it was found that the role of Papuan women in religious activities was quite high, both in routine religious meetings and involvement in planning religious activity programs and peace education. However, from 4 (four types of involvement) it was found that women's role was only in the "listening position". These results prove that there is an imbalance of systemic decision-making power in society. Thus, capacity building for Papuan women and religious, customary, community and government institutions is needed so that women's roles can be maximized in peace and social cohesion.
Biarkan Anak-Anak Itu Datang Kepadaku: Refleksi Teologis RPTRA Di Tengah Kemiskinan Urban Jakarta Anil Dawan; Edi Purwanto; Liliana Chandra Sari Sari; Henoch Willianto; Yohanes Setiawan
Basileus Eirene: Jurnal Agama dan Pendidikan Vol 4 No 1 (2025)
Publisher : Basilius Eirene Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63436/bejap.v4i1.92

Abstract

Salah satu persoalan urban perkotaan adalah kepadatan penduduk yang menyebabkan minimnya ruang sosial yang terpadu dan ramah bagi anak dan pemenuhan hak-hak dasar anak. Akibatnya anak-anak dalam kondisi rentan dan berpotensi mengalami kekerasan, eksploitasi, pelecehan dan pengabaian. Artikel ini menggunakan tafsir ideologis-sosiologis tentang penerimaan dan penolakan anak dalam penyambutan dan kehadirannya. Refleksi teologis ini menjadi pendukung bagi gereja-gereja, dan lembaga kristen untuk memberikan dukungan terhadap pelayanan kepada anak yang sejalan dengan program pemerintah mewujudkan kota layak anak (RPTRA), dan menggunakan RPTRA sebagai ruang sosial dan ruang pelayanan yang memberikan perhatian pada pemenuhan hak anak. Refleksi teologis ini juga menjawab dukungan pembangunan RPTRA dan pemanfaatan RPTRA sebagai ruang sosial dan ruang pelayanan untuk menghadirkan penerimaan Allah dan penyambutan Yesus Kristus kepada anak-anak untuk diterima, dihargai dan dicintai dan terbebas dari segala bentuk kekerasan, pengabaian, pelecehan dan eksploitasi. Pelayanan kepada anak yang lintas iman dan lintas generasi menghadirkan gambaran Allah di dalam Alkitab, memberikan dukungan terhadap penerimaan kepada anak untuk menjembatani konflik dan memulihkan sekat-sekat masyarakat urban akibat politisasi agama, gap lintas generasi. Refleksi ini memberikan pendasaran teologis yang mengasuh spiritualitas anak dalam gambaran Allah dan penerimaan Yesus Kristus yang inklusif  melalui berbagai jenis dan bentuk pelayanan gereja dengan memaksimalkan RPTRA.