Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

REDUCING PEROXIDE VALUE IN USED COOKING OIL USING AMPO AS AN ADSORBENT S. Susilowati; Khanza Lolita Astya; Ulinnuha Syaiful Bachri
International Journal of Eco-Innovation in Science and Engineering (IJEISE) Vol. 2 No. 2 (2021): IJEISE
Publisher : International Journal of Eco-Innovation in Science and Engineering (IJEISE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cooking oil can only be used two or three times, more than that the oil is deemed unsuitable and can harm our health. The reason is, every time the cooking oil is used for frying, an oxidation reaction that is triggered by heat occured and causes the chemical chain bonds in cooking oil become unstable and forms hydroperoxides. The hydroperoxide found in used cooking oil increases the peroxide value. In which, the suitability of cooking oil is based on the peroxide value. In order to reduce the peroxide value in used cooking oil, in this study, Ampo is used as an adsorbent to adsorb the peroxide compound. The procedure used in this study includes a preliminary analysis of the used cooking oil to determine the initial peroxide value. After that, the Ampo adsorbent is activated with 1N Citric Acid to open the pores on the surface of the Ampo. Activated Ampo will then be mixed into 200 ml of used cooking oil with a magnetic stirrer with a stirring speed of 300 rpm and with a temperature of 50oC. The adsorption process was carried out by varying the mass variables of Ampo into 70, 75, 80, 85, and 90 grams, and stirring time of 30, 60, 90, 120, and 150 minutes. After the adsorption process is completed, the cooking oil that has been filtered by the Ampo adsorbent will be analyzed to get the final peroxide value. By knowing the peroxide value before and after the adsorption process, the adsorption isotherm can be calculated. The adsorption process of used cooking oil with Ampo adsorbent proved to reduce the peroxide value, in which stirring times and adsorbent masses were the influential variables in the study. The best result was obtained with 60 minutes stirring time and mass of 75 grams. This condition provided a peroxide value of 0.99 meq/kg, which means that there was a decrease in the peroxide value by 93%. This result is in accordance with the provisions of SNI 3741-2013, with a maximum peroxide value of 10 meq/kg. The maximum adsorption capacity in this study was obtained from the Freundlich equation of 14.6487 mg/gram.
Analisis Permodelan Penyebaran Polutan Udara di Jalan Margomulyo dan Jalan Gerges Barat Kota Surabaya Faisal Dimas Arifiansyah; Susilowati Susilowati; Novirina Novirina
Jurnal Serambi Engineering Vol 8, No 2 (2023): April 2023
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jse.v8i2.6034

Abstract

Terdapat beberapa gas yang dapat mencemari udara diantaranya gas nitrogen dioksida (NO2), sulfur dioksida (SO2) dan karbon monoksida (CO). Nitrogen dioksida (NO2) merupakan polutan udara ambien bersama unsur nitrogen monoksida (NO) yang biasanya dihasilkan dari kegiatan manusia seperti pembakaran bahan bakar mesin kendaraan, pembakaran sampah serta pembakaran batubara dan industri. Pada jalan raya kawasan industri Kalianak Surabaya dilalui berbagai macam kendaraan bermotor yang menimbulkan pencemaran akibat pembakaran bahan bakar kendaraan bermotor, terutama pada waktu pagi hari. Gas pencemar yang timbul akibat pembakaran bahan bakar kendaraan bermotor yang paling dominan adalah karbon monoksida (CO). Konsentrasi udara ambien karbon monoksida yang tertinggi terletak pada titik 1, tanggal 19-08-2022 Sore dengan nilai 14.652,09 µg/m3 dan memiliki nilai konsentrasi terendah pada titik 3 tanggal 17-08-2022 Pagi sebanyak 3.125,98 µg/m3. Konsentrasi udara ambien nitrogen oksida yang tertinggi terletak pada titik 1, tanggal 19-08-2022 Sore dengan nilai 405,02 µg/m3 dan memiliki nilai konsentrasi terendah pada titik 3 tanggal 17-08-2022 Pagi sebanyak 60,45 µg/m3.
PENGARUH DEBIT DAN RECYCLE MIKROBA AEROB PADA PENGOLAHAN LIMBAH KERUPUK UDANG DENGAN KONTAK-STABILISASI Setiani, Astri; Safira, Lutfia Rima; Sumada, Ketut; Susilowati, Titi; Perwitasari, Dyah Suci
Jurnal Teknik Kimia Vol 19, No 2 (2025)
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v19i2.5075

Abstract

Industri kerupuk udang merupakan sektor yang memiliki potensi untuk menghasilkan limbah dan mengakibatkan pencemaran lingkungan terutama lingkungan perairan disekitar industri. Limbah kerupuk udang memiliki kadar COD dan BOD yang tinggi, jika limbah tersebut dibuang ke lingkungan tanpa adanya pengolahan, maka akan menimbulkan banyak masalah bagi lingkungan seperti terganggunya ekosistem sungai sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi kadar COD, BOD, dan menetralkan pH serta mengetahui pengaruh debit limbah masuk dan debit recycle mikroba aerob pada pengolahan limbah industri kerupuk udang menggunakan teknologi kontak-stabilisasi. Proses pengolahan dilakukan menggunakan dua kondisi operasi yang divariasikan yaitu debit limbah masuk sebesar 8liter/jam ; 10liter/jam ; 12liter/jam ; 16liter/jam ; 24liter/jam dan debit recycle mikroba yang divariasi sebesar 4liter/jam ; 5liter/jam ; 6liter/jam ; 8 liter/jam ; 12 liter/jam. Penurunan kadar COD dan BOD paling optimum pada debit limbah masuk 8 liter/jam dan debit recycle mikroba 12liter/jam dengan penurunan kadar COD sebesar 94.10% dan penurunan BOD sebesar 95.48%. Hal ini menunjukkan bahwa semakin kecil debit limbah masuk, maka penurunan kadar COD dan BOD semakin besar. Sementara itu, semakin besar debit recycle mikroba aerob maka penurunan kadar COD dan BOD semakin besar.
Pemanfaatan lahan tidur untuk budidaya serai wangi di Kosagrha Lestari Medokan Ayu Selatan, Rungkut Susilowati Susilowati; Djarwatiningsih Djarwatiningsih; Renova Panjaitan; Sandy Buana Putra; Kindriari Nurma Wahyusi; Caecilia Pujiastuti; Siswanto Moenandar
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.21616

Abstract

AbstrakKeberadaan lahan tidur di daerah pemukiman dapat menjadi sumber permasalahan bagi warga karena menjadi sarang hewan liar yang tentunya mengganggu kenyamanan masyarakat setempat. Lahan tidur di wilayah Kosagrha Lestari merupakan lahan milik pemerintah kota yang telah lama terbengkalai, ditumbuhi oleh rerumputan liar serta penuh dengan sampah-sampah seperti sampah sisa bangunan, sampah plastik dan botol-botol. Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dari Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur (UPNVJT), dalam program pengabdian kepada masyarakat, bekerjasama dengan Kelompok Tani Kosagrha Lestari memanfaatkan lahan tidur tersebut menjadi lahan budidaya tanaman serai wangi. Pendekatan program pengabdian yang dilakukan adalah melakukan aksi (action) yang kemudian diikuti dengan diskusi tanya jawab dalam forum resmi (talk show). Hasil dari pengabdian masyarakat dengan metode pendekatan yang dilakukan adalah bahwa masyarakat memiliki ketertarikan dan kepercayaan lebih terhadap program yang sebelumnya terbukti berhasil dilakukan. Teknik budidaya yang disarankan dapat diaplikasikan pada lahan tidur di Kosagrha dan menghasilkan lahan budidaya serai wangi yang tumbuh dengan baik. Kata kunci: lahan tidur; pupuk kandang; serai wangi; teknik budidaya Abstract Unused land in residential areas can be a problem source for residents because it becomes a nest for wild animals, which disturbs the local community's comfort. The idle land in the Kosagrha Lestari area, which belongs to the government, has been neglected for a long time, overgrown with weeds and full of rubbish such as building waste, plastic waste, and bottles. The community servise team of UPNVJT collaborated with the Kosagrha Lestari Farmers Group in a community service program, utilizing that idle land to become citronella cultivation land. The service program's approach was taking action followed by a question-and-answer discussion in an official forum (talk show). The results of this community service activity using the approach method were that the community had more interest and trust in a program with successful evidence. The cultivation technique suggested could be applied to the unused land in Kosagrha and generate a well-cultivated land of citronella. Keywords: unused land; manure; citronella; cultivation technique