Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Analisis Regresi Logistik: Dukungan Sosial Orang Tua dan Kecerdasan Emosional dengan Self-Efficacy Remaja SMK di SMKN 9 Kota Tangerang Rangga Yudistira; Nurry Ayuningtyas Kusumastuti; Nuryanih
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 4 No 2 (2025)
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/juvokes.v4i2.1443

Abstract

Dukungan sosial orang tua dan kecerdasan emosional berperan penting dalam pembentukan self-efficacy, karena keduanya meningkatkan kepercayaan diri dan membantu remaja menghadapi tekanan dan berbagai tantangan. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial orang tua dan kecerdasan emosional dengan self-efficacy pada remaja kelas X di SMKN 9 Kota Tangerang. Desain ini kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional menggunakan proportional stratified random sampling. Sampel sebanyak 190 responden. Hasil penelitian menunjukkan dukungan sosial orang tua rendah (55,8%), kecerdasan emosional rendah (54,2%), dan self-efficacy rendah (59,5%). Uji Chi-Square membuktikan dukungan sosial orang tua (p<0,05; OR=5,841) dan kecerdasan emosional (p<0,05; OR=5,692) berhubungan signifikan dengan self-efficacy. Analisis multivariat juga memperlihatkan hubungan signifikan antara dukungan sosial orang tua (p=0,000 <0,05; OR=4,166; CI 2,124–8,172) serta kecerdasan emosional (p=0,000 <0,05; OR=4,032; CI 2,054–7,916) dengan self-efficacy remaja. Temuan ini menunjukkan ada hubungan antara dukungan sosial orang tua dan kecerdasan emosional dengan self-efficacy pada remaja kelas X di SMKN 9 Kota Tangerang.
HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN TINGKAT KEPARAHAN CAMPAK PADA BALITA Dita Nurkholifiyah; Lastri Mei Winarni; Nurry Ayuningtyas Kusumastuti
Jurnal Bidan Pintar Vol. 7 No. 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jubitar.v7i2.7848

Abstract

Abstrak Campak merupakan penyakit infeksi yang masih menjadi masalah kesehatan pada balita karena dapat menimbulkan berbagai komplikasi yang meningkatkan keparahan penyakit. Salah satu faktor yang diduga berhubungan dengan keparahan campak adalah status gizi karena berpengaruh terhadap sistem kekebalan tubuh anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status gizi dengan tingkat keparahan campak pada balita. Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan retrospektif. Sampel penelitian berjumlah 305 balita usia 0–59 bulan yang didiagnosis campak dan dipilih menggunakan teknik total sampling berdasarkan data rekam medis. Data dikumpulkan menggunakan lembar checklist dan dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki status gizi baik dan mengalami campak dengan komplikasi. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara status gizi dengan tingkat keparahan campak pada balita. Balita dengan status gizi kurang dan gizi buruk cenderung mengalami campak yang lebih berat dibandingkan balita dengan status gizi baik. Penelitian ini menunjukkan bahwa status gizi merupakan salah satu faktor yang berhubungan dengan tingkat keparahan campak. Oleh karena itu, pemantauan status gizi serta upaya pencegahan campak melalui peningkatan cakupan imunisasi dan edukasi kesehatan perlu terus ditingkatkan untuk menurunkan risiko komplikasi pada balita.   Kata kunci : balita; campak; komplikasi; status gizi; tingkat keparahan campak  
Rosemary Aroma and Warm Therapy for the Management of Primary Dysmenorrhea: A Comfort-Based Approach among Midwifery Students Nurry Ayuningtyas Kusumastuti; Solihati Solihati
Indonesian Journal of Global Health Research Vol. 8 No. 5 (2026): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v8i5.1943

Abstract

Adolescence is a crucial transitional stage characterized by reproductive system maturation and complex hormonal changes. One of the effects of these changes is primary dysmenorrhea, a common condition among adolescent females worldwide, including in Indonesia, with a prevalence ranging from 50% to 90%. This condition is caused by increased prostaglandin production, resulting in excessive uterine contractions, vasoconstriction, and ischemia, which lead to severe lower abdominal pain accompanied by nausea, fatigue, and reduced daily activity. This study aimed to apply warm compresses combined with rosemary essential oil as a non-pharmacological intervention to alleviate primary dysmenorrhea among midwifery students at Yatsi Madani University. The study employed a quasi-experimental design using a pre-test and post-test control group approach. The sample was selected using accidental sampling, with 16 students with dysmenorrhea in each group, resulting in a total of 32 participants. The intervention group received rosemary-aroma warm compresses based on a standard operating procedure. Pain intensity was measured using the Visual Analogue Scale (VAS). Data were analyzed using the non-parametric Mann–Whitney test to determine differences between the control and intervention groups. The application of warm compresses with rosemary essential oil showed a decrease in dysmenorrhea pain intensity scores compared to the control group, indicating that the combination therapy effectively reduced menstrual pain levels by p-value 0.001. Warm compress therapy combined with rosemary essential oil can serve as an effective, simple, and safe non-pharmacological intervention for managing primary dysmenorrhea among young women. This approach not only reduces pain intensity but also improves comfort and daily functioning.