Hindun Mursyid
Sekolah Pascasarjana Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

A Scoping Review: Faktor Penyebab Pending Klaim BPJS Kesehatan Rawat Inap di Rumah Sakit Hindun Mursyid; Sri Rahayub; Vican Sefiany Koloic
Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Vol 6, No 1 (2023): MARET 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrmik.v6i1.9462

Abstract

Pending claims for Indonesian Universal Health Coverage (BPJS Kesehatan) is a classic issue in the field of health budgeting in the National Health Security (JKN) era. Some studies have examined factors causing pending claims, however, the issue has not been figured out yet because every hospital has different problems. This study was conducted to identify the problems possibly causing pending claims faced by hospitals. The objectives of the study were to find out the factors causing inpatient pending claims for BPJS Health Insurance at the hospital.  The article search method begins by identifying research articles on two databases, Google Scholar and Academia.edu with predetermined keywords. Articles are selected by PRISMA and based on established inclusion and exclusion criteria. The search results obtained 191 articles identified from two database searches, including 151 articles from Google Scholar and 40 articles from Academia.edu, finally, only 9 articles were obtained that matched the criteria. Pending claims for inpatient BPJS Health Insurance at the hospital under study were caused by several problems including inaccuracy in coding, incomplete administrative files, not attaching the results of supporting examinations as a support for the diagnosis, enforcement of diagnoses that did not meet the criteria, different perceptions of standard enforcement of diagnoses between specialist and BPJS, different points of view regarding the diagnosis code between hospital coding officers and BPJS verifiers, the discrepancy between main diagnoses and specialist, incomplete medical resumes, there is no SOP for managing BPJS Health insurance claims, knowledge of claim executors, facilities and infrastructure in the claims section, wrong input on the claim application. Managerial support is tremendously required to solve the issues related to pending claims for BPJS Kesehatan.
Analisis Pengaruh Implementasi Program Jaminan Kesehatan Nasional Terhadap Kinerja RS XYZ Kota Depok Hindun Mursyid
Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrmik.v7i1.11070

Abstract

Manajemen Rumah Sakit harus menghadapi perubahan lingkungan bisnis Rumah Sakit yang terjadi secara signifikan sejak jaminan kesehatan nasional diperkenalkan oleh BPJS Kesehatan. Di era ini, pengelola rumah sakit harus mempunyai strategi dalam melaksanakan program JKN agar kinerja rumah sakit tidak semakin menurun. Penelitian ini menganalisis tren perubahan pelayanan dan kinerja keuangan Rumah Sakit XYZ sebelum dan sesudah penerapan program JKN. Desain penelitian adalah desain observasional dengan metode penelitian kuantitatif di Rumah Sakit XYZ, menggunakan data sekunder yang didapat dari data rekam medis dan Laporan Keuangan (2013-2023). Setelah implementasi program JKN, dapat disimpulan bahwa telah terjadi pergeseran tren penjamin biaya pengobatan sebelum dan sesudah implementasi program JKN. Tren kenaikan pasien rawat jalan yang menggunakan jaminan BPJS Kesehatan meningkat sebesar 7809,10%, sementara untuk pasien cash menurun sebesar 81,19% dan pasien jaminan asuransi non-BPJS mengalami penurunan sebesar 3,79%. Dan untuk tren kenaikan pasien rawat inap yang menggunakan jaminan BPJS Kesehatan meningkat sebesar 1273,54%, sementara untuk pasien cash menurun sebesar 58,96% dan pasien jaminan asuransi non-BPJS mengalami penurunan sebesar 76,01%. Penerapan program JKN tidak mempengaruhi keseimbangan pendapatan dasar rawat jalan, namun berdampak signifikan terhadap pendapatan dasar rawat inap. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa manajemen RS XYZ harus mencari strategi yang lebih tepat dan bekerja secara efektif dan efisien, sehingga jika sumber pendapatan BPJS Kesehatan diasumsikan hilang maka keuangan rumah sakit dan indikator kinerja keuangannya akan tetap sama pada tingkat ideal. Terjadi pergeseran tren komposisi penjamin pasien rawat jalan dan rawat inap, dimana komposisi penjamin biaya perawatan pasien di BPJS Kesehatan meningkat tajam. Tidak terjadi peningkatan jumlah pasien rawat jalan maupun rawat inap sebelum dan sesudah pelaksanaan program JKN dan dengan adanya perubahan komposisi pasien tunai yang menurun tajam serta jumlah pasien asuransi BPJS Kesehatan yang meningkat maka dapat disimpulkan bahwa banyak pasien tunai yang tidak memiliki asuransi kesehatan beralih menggunakan asuransi BPJS Kesehatan saat berobat di RS XYZ.