Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Validitas Penggunaan Media Komik Digital dalam Pembelajaran Kurikulum Merdeka Berbasis Model Problem Based Learning di Sekolah Dasar Mifthahul Jannah; Reinita Reinita
Jurnal Basicedu Vol 7, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v7i2.4870

Abstract

Kurangnya penggunaan media yang menarik, menyenangkan dan mudah untuk dipahami peserta didik membuat peserta didik kesulitan dalam memahami materi serta sering merasa bosan dan kurangnya motivasi untuk belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk menciptakan media pembelajaran komik digital yang menarik, adaptif yang memperhatikan minat siswa. Proses pengembangan analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi (ADDIE) digunakan untuk studi penelitian ini. Penelitian ini meliputi metode pengumpulan data di sekolah dasar dan lembar validasi dari validator media, validiator materi, dan validator bahasa. Hasil validasi media 94,7% masuk kategori sangat valid, hasil validasi materi 78,75% masuk kategori sangat valid dan hasil validasi bahasa 75% masuk kategori sangat valid. Dengan bukti ini dapat ditarik kesimpulan penggunaan media komik digital dalam pembelajaran kurikulum merdeka berbasis model PBL di Sekolah Dasar adalah valid.
Validitas Penggunaan Media Komik Digital dalam Pembelajaran Kurikulum Merdeka Berbasis Model Problem Based Learning di Sekolah Dasar Mifthahul Jannah; Reinita Reinita
Jurnal Basicedu Vol 7, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v7i2.4870

Abstract

Kurangnya penggunaan media yang menarik, menyenangkan dan mudah untuk dipahami peserta didik membuat peserta didik kesulitan dalam memahami materi serta sering merasa bosan dan kurangnya motivasi untuk belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk menciptakan media pembelajaran komik digital yang menarik, adaptif yang memperhatikan minat siswa. Proses pengembangan analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi (ADDIE) digunakan untuk studi penelitian ini. Penelitian ini meliputi metode pengumpulan data di sekolah dasar dan lembar validasi dari validator media, validiator materi, dan validator bahasa. Hasil validasi media 94,7% masuk kategori sangat valid, hasil validasi materi 78,75% masuk kategori sangat valid dan hasil validasi bahasa 75% masuk kategori sangat valid. Dengan bukti ini dapat ditarik kesimpulan penggunaan media komik digital dalam pembelajaran kurikulum merdeka berbasis model PBL di Sekolah Dasar adalah valid.
The practices of digital comic media based on the PBL model in elementary school Reinita Reinita; Mifthahul Jannah; Ferdian Admil Sandika
Jurnal Inovasi Teknologi Pendidikan Vol 10, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jitp.v10i2.58625

Abstract

Lack of use of media that is interesting, fun, and easy for students to understand makes students have difficulty understanding the material and often feel bored and lack motivation to learn. The requirement for learning media tailored to students’ interests spurred this study’s development of useful PBL-based digital comic learning media in Class IV Elementary Schools. Comics in learning follow students’ thinking levels, especially elementary school students. Techniques are used sequentially to make communication and interaction between teachers and students more effective in the learning and teaching process. A teacher's success in the learning process is when students can understand the material conveyed by the teacher to shape students' character through learning media. This study uses the ADDIE development methodology for analysis, design, development, implementation, and evaluation. Students at SDN 32 Andalas in the fourth grade participated in this study. 95.8% of teachers responded to the teacher response survey, and 98.8% of students responded to the student response survey, both of which were “very practical.” Thus, digital comic learning media in PKN learning in class IV of elementary school has been declared practical.
THE EFFECT OF CIRC MODEL ON STUDENT LEARNING OUTCOMES FOR ELEMENTARY SCHOOL Reinita; Mifthahul Jannah
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 9 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v9i3.5115

Abstract

This research is motivated by learning that has not used innovative learning models so that students are less active in learning, not maximal cooperation between students in understanding learning materials. This resulted in student learning outcomes in integrated thematic learning still being low. The research’s goal is to see how the Cooperative Integrated Reading and Composition type cooperative model affects student learning results in class V Cluster I, IV Jurai District. The Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) model approach combines reading and writing assignments. Cooperative learning is a sort of group instruction that allows students more control over their learning and teams, fostering an interdependence that promotes friendly social interaction and supports learning. Each activity in group interaction is carried out using a set of procedures, which include teacher presentations, group practice, individual practice, peer review, additional practice, and testing. Employed a non-equivalent control group design as a quasi-experimental design. Sampling was carried out by purposive sampling technique. Class VA has designated the experimental class, whereas class VB was designated the control class. The t-test revealed that tcount is 2,399 and ttable at the 95 percent confidence level, with a significant level (α) of 0.05, is 2.045. Because tcount >  ttable (2,399 > 2,045), we can assume that H1 is acceptable. Based on the research results, by testing the hypothesis using the t test, H1 is accepted. It can be concluded that employing the Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) model approach has a substantial impact and significant effect on student learning outcomes in Elementary School. Penelitian ini dilatarbelakangi pembelajaran yang belum menggunakan model pembelajaran inovatif sehingga peserta didik kurang aktif dalam pembelajaran, belum maksimalnya kerja sama antar peserta didik dalam memahami materi pembelajaran. Hal ini mengakibatkan hasil belajar peserta didik pada pembelajaran tematik terpadu masih rendah. Tujuan penelitian adalah untuk melihat bagaimana pengaruh model kooperatif tipe Cooperative Integrated Reading and Composition terhadap hasil belajar siswa kelas V Gugus I IV Kecamatan Jurai. Pendekatan model Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) memadukan tugas membaca dan menulis. Pembelajaran kooperatif adalah semacam instruksi kelompok yang memungkinkan siswa lebih mengontrol pembelajaran dan tim mereka, menumbuhkan saling ketergantungan yang mempromosikan interaksi sosial yang ramah dan mendukung pembelajaran. Setiap kegiatan dalam interaksi kelompok dilakukan dengan menggunakan seperangkat prosedur, yang meliputi presentasi guru, praktik kelompok, praktik individu, peer review, praktik tambahan, dan tes. Mempekerjakan desain kelompok kontrol yang tidak setara sebagai desain kuasi-eksperimental. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Kelas VA ditetapkan sebagai kelas eksperimen, sedangkan kelas VB ditetapkan sebagai kelas kontrol. Hasil uji t diketahui thitung sebesar 2,399 dan ttabel pada tingkat kepercayaan 95 persen, dengan taraf signifikan (α) 0,05 sebesar 2,045. Karena t hitung > ttabel (2,399 > 2,045), maka dapat diasumsikan bahwa H1 diterima. Dapat disimpulkan bahwa penerapan model Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) memiliki pengaruh yang cukup besar dan signifikan terhadap hasil belajar siswa di Sekolah Dasar.