Bayu Laksamana Jati
STIKes Abdi Nusantara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penanganan Dampak H + 14 Pasca Bencana Gempa Bumi dengan Masalah Kesehatan di Desa Mangun Kerta Kecamatan Cugenang Kabupaten Cianjur Mahyar Suara; Bayu Laksamana Jati; Alwan Ghufron; Hilmie Hilmani; Helmalia Helmalia; Nur Lailatul Fitri; Andhia Andhia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i4.8946

Abstract

ABSTRAK Gempa bumi adalah peristiwa bergetarnya bumi akibat pelepasan energi di dalam bumi secara tiba-tiba yang ditandai dengan patahnya lapisan batuan pada kerak bumi. Penanggulangan bencana terdiri dari tiga fase, yaitu fase prabencana, fase saat terjadi bencana, dan fase pasca bencana. Berdasarkan data dari badan penanggulangan bencana kabupaten Cianjur 14 hari pasca bencana jumlah korban jiwa  keseluruhan 329 jiwa,korban luka berat tercatat 593 orang  dan yang dirawat di rumah sakit wilayah Cianjur 59 orang, jumlah pengungsian dari hasil validasi ada 494 titik  dan 375 terpusat dan 119 mengungsiu secara mandiri. USG (Urgency, Sriousness,Growth) merupakan metode yang digunakan dalam penelitan ini berupa partisifasi danrangkaian sebagai berikut : tahap pertama Observasi dan pemetaan masalah , tahap kedua Perencanaan program,tahap ketiga pelaksanaan program,tahap ke empat Evaluasi program ,tahap kelima tindak lanjut. Kegiatan ini terdiri dari Pemeriksaan kesehatan,pengobatan gratis dan melakukan tarauma healing   dengan therapi bermain dan teraphi kognitif. Kegiatan dilaksanakan selama 3 hari dimulai Senin 5-7 Desember 2022,  di hari pertama mulai pukul 10.00 WIB melakukan wawancara dan pemeriksaan fisik, selama tiga hari  dilapangan melakukan pengobatan dan pengkajian kepada  81 orang denagan kualifikasi :  anak-anak,dewasa dan lanjut usia  dari hasil pengkajian dan pengobatan  didapatkan data dengan beberapa keluhan yang dirasakan dari aspek fisik dan psikologis. Keluah dari aspek fisik  yaitu 35 % warga mengalami batuk filek,  35 % demam, 7% diare, 15% pusing ,7% gatal-gatal.  Aspek psikologis 71% warga masih trauma dengan kejadian bencana ini warga masih enggan pergi kesawah dan kebun karena hawatir ada gempa susulan. Penanganan trauma healing dilaksanakan pada dua kelompok yaitu pada anak-anak dan dewasa. Evaluasi  hasil kegiatan penelitian  diantaranya: berkurangnya keluhan secara fisik demam sudah hilang, batuk filek sudah berkurang, diare hilang, pusing hilang dan gatal gatal sudah muali berkurang, dari aspek psikologis masyarakat Desa Mangunkerta setelah diberikan trauma healaing dengan metode bermain rasa tarauma terhadap kejadian mulai berkurang dengan tidak terjadi mimpi buruk,rasa khawatir berkurang terhadap gempa susulan, masyarakat dewasa mulai mampu melakukan aktifitas seperti sebelum terjadi bencana gempa. Kata Kunci: Gempabumi, Bencana, Cianjur,Trauma Healing,MangunkertaABSTRACT An earthquake is an event where the earth vibrates due to a sudden release of energy in the earth which is characterized by the breaking of rock layers in the earth's crust. Disaster management consists of three phases, namely the pre-disaster phase, the phase when a disaster occurs, and the post-disaster phase. Based on data from the Cianjur district disaster management agency 14 days after the disaster the total number of fatalities was 329 people, 593 seriously injured victims were recorded and 59 people were treated at Cianjur regional hospitals, the number of evacuees from the validation results was 494 points and 375 centralized and 119 displaced. independently. USG (Urgency, Seriousness, Growth) is the method used in this research in the form of participation and series as follows: the first stage is Observation and mapping of problems, the second stage is program planning, the third stage is program implementation, the fourth stage is program evaluation, the fifth stage is follow-up. This activity consisted of health checks, free medical treatment and tarauma healing with play therapy and cognitive therapy. The activity was carried out for 3 days starting Monday 5-7 December 2022, on the first day starting at 10.00 WIB conducting interviews and physical examinations, for three days in the field conducting treatment and assessment of 81 people with the qualifications: children, adults and elderly from the results assessment and treatment obtained data with several complaints that were felt from the physical and psychological aspects. Complaints from the physical aspect, namely 35% of the residents had a cold cough, 35% fever, 7% diarrhea, 15% dizziness, 7% itching. Psychologically, 71% of residents are still traumatized by this disaster. Residents are still reluctant to go to their fields and gardens for fear of aftershocks. Trauma healing treatment was carried out in two groups, namely children and adults. Evaluation of the results of research activities including: the reduction in physical complaints the fever has disappeared, the cough with colds has decreased, diarrhea has disappeared, dizziness has disappeared and itching has begun to decrease, from the psychological aspect of the people of Mangunkerta Village after being given trauma healing with the tarauma feeling game method for the incident began to decrease with no nightmares, less worry about aftershocks, adults began to be able to carry out activities as before the earthquake occurred. Keywords: Earthquake, Disaster, Cianjur, Trauma Healing, Mangunkerta 
Program Edukasi Kesehatan Reproduksi dan Gizi Keluarga sebagai Upaya Pencegahan Stunting Sejak Masa Kehamilan Budi Ermanto; Bayu Laksamana Jati
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50306

Abstract

Latar Belakang: Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit menular yang masih menjadi tantangan besar kesehatan masyarakat di Indonesia. Tingginya angka kasus, rendahnya pemahaman masyarakat, serta masih minimnya perilaku pencegahan menjadikan pendidikan kesehatan sebagai intervensi penting untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku masyarakat, khususnya di lingkungan kerja dengan risiko penularan tinggi seperti PT SEPCO III. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pra-eksperimental tipe one group pretest-posttest design. Populasi penelitian adalah seluruh karyawan PT SEPCO III berjumlah 30 orang yang ditentukan dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan (pilihan ganda) dan perilaku (checklist), yang diberikan sebelum dan sesudah intervensi pendidikan kesehatan melalui ceramah interaktif dan leaflet. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji paired sample t-test dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada tingkat pengetahuan dan perilaku responden setelah intervensi. Sebelum pendidikan kesehatan, mayoritas responden berada pada kategori pengetahuan cukup (60%) dan perilaku pencegahan kurang baik (73,3%). Setelah intervensi, responden dengan pengetahuan baik meningkat menjadi 76,6% dan perilaku baik meningkat menjadi 70%. Uji statistik menunjukkan nilai p = 0,001 untuk pengetahuan dan p = 0,002 untuk perilaku, yang berarti terdapat pengaruh signifikan pendidikan kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan dan perubahan perilaku pencegahan TBC. Kesimpulan: Pendidikan kesehatan terbukti berpengaruh signifikan dalam meningkatkan pengetahuan dan perilaku pencegahan TBC pada karyawan PT SEPCO III. Intervensi berbasis edukasi yang interaktif dan partisipatif perlu diperkuat dalam program promosi kesehatan untuk mendukung target eliminasi TBC 2030 di Indonesia.