Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENINGKATAN PENGETAHUAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS TENTANG PENDIDIKAN SEKS USIA PUBERTAS MELALUI METODE SOSIODRAMA DI BEKASI SELATAN Tuty Yanuarti; Mariyani; Rahayu Khairiyah; Budi Ermanto
Jurnal Antara Abdimas Kebidanan Vol 2 No 1 (2019): Jurnal Antara Abdimas Kebidanan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Abdi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.094 KB) | DOI: 10.37063/pengmas.v2i1.478

Abstract

Pendahuluan: Pendidikan seks bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) sangat penting diberikan secara dini. Anak berkebutuhan khusus memiliki perkembangan dorongan seksual yang sama dengan anak lainnya, dan mereka justru mudah dimanipulasi. Pelecehan seksual, khususnya yang melibatkan individu anak berkebutuhan khusus (ABK) kerap masih terjadi di masyarakat. Mayoritas anak berkebutuhan khusus yang menjadi korban seksual, pelakunya justru orang-orang yang telah dikenal atau dipercaya. Menurut KPAI (2019) selama tahun 2019 terdapat 21 kasus kekerasan seksual dengan jumlah korban mencapai 123 anak yang terjadi di institusi pendidikan terdiri atas 71 anak perempuan dan 52 anak laki-laki. Metode: Metode sosiodrama (bermain peran) mengenai pubertas, sasarannya adalah seluruh ABK Kelas VII-IX yang hadir pada saat kegiatan berlangsung. Hasil: Sebelum dilakukan intervensi dari 30 sampel yang memiliki pengetahuan cukup sebanyak 3 orang (10%), dan kurang sebanyak 27 orang (90%), setelah mendapatkan intervensi terdapat 10 orang (33,3%) yang memiliki pengetahuan baik, cukup 4 orang (13,3%) dan kurang 16 orang (53,4). Kesimpulan: Terdapat peningkatan pengetahuan tentang pendidikan seks pada ABK.
Program Edukasi Kesehatan Reproduksi dan Gizi Keluarga sebagai Upaya Pencegahan Stunting Sejak Masa Kehamilan Budi Ermanto; Bayu Laksamana Jati
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50306

Abstract

Latar Belakang: Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit menular yang masih menjadi tantangan besar kesehatan masyarakat di Indonesia. Tingginya angka kasus, rendahnya pemahaman masyarakat, serta masih minimnya perilaku pencegahan menjadikan pendidikan kesehatan sebagai intervensi penting untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku masyarakat, khususnya di lingkungan kerja dengan risiko penularan tinggi seperti PT SEPCO III. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pra-eksperimental tipe one group pretest-posttest design. Populasi penelitian adalah seluruh karyawan PT SEPCO III berjumlah 30 orang yang ditentukan dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan (pilihan ganda) dan perilaku (checklist), yang diberikan sebelum dan sesudah intervensi pendidikan kesehatan melalui ceramah interaktif dan leaflet. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji paired sample t-test dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada tingkat pengetahuan dan perilaku responden setelah intervensi. Sebelum pendidikan kesehatan, mayoritas responden berada pada kategori pengetahuan cukup (60%) dan perilaku pencegahan kurang baik (73,3%). Setelah intervensi, responden dengan pengetahuan baik meningkat menjadi 76,6% dan perilaku baik meningkat menjadi 70%. Uji statistik menunjukkan nilai p = 0,001 untuk pengetahuan dan p = 0,002 untuk perilaku, yang berarti terdapat pengaruh signifikan pendidikan kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan dan perubahan perilaku pencegahan TBC. Kesimpulan: Pendidikan kesehatan terbukti berpengaruh signifikan dalam meningkatkan pengetahuan dan perilaku pencegahan TBC pada karyawan PT SEPCO III. Intervensi berbasis edukasi yang interaktif dan partisipatif perlu diperkuat dalam program promosi kesehatan untuk mendukung target eliminasi TBC 2030 di Indonesia.
The Effectiveness of Mung Beans and Katuk Leaves on Increasing Hemoglobin Levels in Maternity at TPMB Rennie Yuwitasari in 2022 Rennie Yuwitasari; Nursitiyaroh Nursitiyaroh; Budi Ermanto
International Journal of Health and Pharmaceutical (IJHP) Vol. 4 No. 4 (2024): November 2024
Publisher : CV. Inara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51601/ijhp.v3i4.227

Abstract

Background : An iron-rich protein called hemoglobin has an affinity for oxygen, which causes it to produce oxyhemoglobin in red blood cells. O2 (oxygen) will be transported from the lungs to the body's tissues as a result of this function. Purpose of Writing: to determine the Effectiveness of Mung Beans and Katuk Leaves on Increased Hemoglobin Levels in Mothers Giving Birth at TPMB Rennie Yuwitasari Year 2022”. Research Method : This research is an experiment designed One – group pre test – post test design. A sample of 15 people with a quantitative approach. The study population was 20 postpartum mothers who attended TPMB Rennie Yuwitasari. The sampling method used consisted of a total sample of 20 people who were divided into two groups, namely 10 groups receiving green beans and 10 groups receiving katuk leaves. The sampling technique used was accidental sampling. Research results: It is known that the Hb assessment before giving katuk leaves obtained an average value of 10.300 and a standard deviation of 0.7832 with a minimum Hb rating of 8.8 and a maximum of 11.4 while after giving katuk leaves , the mean value was 11.230, with a standard deviation of 0.5877, and the Hb value ranged from 9.8 to 12.0. We got Asimp. The Sig (2-Sided) value is 0.169, and because 0.169 > 0.05 the hypothesis is not proven. This means that there is no difference in giving katuk leaves or green beans to increase hemoglobin levels. So that it can be concluded that bivariate data analysis, namely green beans and katuk leaves have the same effectiveness value in increasing Hb levels in postpartum mothers at TPMB Rennie Yuwitasari. Conclusions and Suggestions: The findings of this study are expected to increase postpartum mothers' understanding of increasing Hb levels by consuming green beans and katuk leaves which have been proven to increase Hb levels.
The Effectiveness Of Pregnant Exercise In Squat Position With Perineal Rupture In Maternity Mothers At TPMB Siti Salmah In 2022 Siti Salmah; Nursitiyaroh Nursitiyaroh; Budi Ermanto
International Journal of Health and Pharmaceutical (IJHP) Vol. 4 No. 4 (2024): November 2024
Publisher : CV. Inara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51601/ijhp.v4i4.230

Abstract

Background : In the majority of first-time births, perineal tears last for some time. Unexpected tension that occurs in the head or body of the hatchlings causes tears in the skin and perineal tissue Writing Purpose: to determine the Effectiveness of Pregnant Squat Exercise with Perineal Rupture in Maternity Mothers at TPMB Siti Salmah Year 2022 Research Methods: this type of quantitative research uses an experimental design (quasi-experimental) ) with the Nonrandomized Control Group Pretest Posttest Design. The total population of this study was 30 mothers giving birth at TPMB Sti Salmah divided into 15 intervention groups and 15 control groups. Research Results: The results of the independent sample test obtained Asymp. Sig (2 – Sided) has a value of 0.001, because 0.001 <0.05, the hypothesis is accepted. This means that there is a difference between doing pregnancy exercise in the squat position and not doing pregnancy exercise in the squat position on the incidence of perineal rupture in pregnant women so that it can be concluded that there is effectiveness of pregnancy exercise in the squat position with perineal rupture in maternity mothers at TPMB Siti Salmah in 2022 Conclusions and Suggestions: Expected results this research allows midwives to do pregnancy exercises in a squatting position. This research will also serve as a guide for its implementation, making it easier for patients, especially pregnant women, to prepare for delivery to prevent perineal rupture.
Pemberdayaan Kader Kesehatan Berbasis Digital dalam Deteksi Dini Risiko Kehamilan dan Pemantauan Kesehatan Ibu dan Anak di Tingkat Komunitas: Pengabdian Budi Ermanto; Bayu Laksmana Jati; Sukarni
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.7599

Abstract

Angka kematian ibu dan bayi di Indonesia masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang serius, terutama di wilayah dengan akses layanan kesehatan yang terbatas. Kader kesehatan di tingkat posyandu memiliki peran strategis dalam deteksi dini risiko kehamilan, namun kemampuan mereka masih terbatas pada metode pencatatan manual yang rentan terhadap keterlambatan pelaporan dan kesalahan data. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan kader kesehatan melalui pelatihan pemanfaatan aplikasi digital dalam deteksi dini risiko kehamilan serta pemantauan kesehatan ibu dan anak di tingkat komunitas. Metode yang digunakan adalah pendekatan participatory action research yang terdiri atas tahap sosialisasi, pelatihan penggunaan aplikasi, pendampingan lapangan, dan evaluasi, yang dilaksanakan terhadap 30 kader kesehatan di wilayah kerja Puskesmas selama empat bulan. Data dikumpulkan melalui kuesioner pengetahuan dan keterampilan sebelum dan sesudah pelatihan, serta observasi penggunaan aplikasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan kader dari 58,4 menjadi 86,7 dan peningkatan keterampilan pengisian data digital sebesar 45,9%. Kader juga mampu mengidentifikasi tanda bahaya kehamilan lebih cepat dan melaporkan data secara real-time kepada tenaga kesehatan. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa pemberdayaan kader berbasis digital efektif meningkatkan kualitas deteksi dini risiko kehamilan dan mempercepat rujukan kasus berisiko di tingkat komunitas.