Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pelatihan Pembuatan Subject Specific Pedagogy (SSP) M-Learning Bermuatan Karakter Sebagai Solusi Pendidik dalam Pembelajaran dan Karya Tulis Ilmiah Muhamad Firdaus; Utin Desy Susiaty; Yudi Darma; Dewi Risalah; Buchari Buchari
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2023): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v7i1.4306

Abstract

Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk mengetahui peningkatan pengetahuan guru tentang pembuatan Subject Specific Pedagogy (SSP) M-Learning bermuatan karakter dan karya tulis ilmiah. Metode pelaksanaan kegiatan PKM ini dilakukan dengan mengadopsi empat langkah action research, yaitu: perencanaan tindakan, observasi dan evaluasi, dan refleksi. Peserta pengabdian sebanyak 36 orang yang merupakan guru dan anggota PGRI Kabupaten Kayong Utara. Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara luring di PGRI Kabupaten Kayong Utara Kalimantan Barat. Hasil PKM melalui pelatihan pembuatan SSP M-Learning bermuatan karakter dan karya tulis ilmiah disimpulkan sebagai berikut: (1) guru sangat memahami dalam penyusunan SSP terutama dalam mengintegrasikan pilar pendidikan karakter di dalam proses pembelajaran melalui pembuatan RPP; (2) guru sangat kreatif dalam pembuatan bahan ajar yang bermuatan karakter; (3) sesama guru aktif berdiskusi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran khususnya dalam masa pandemi Covid-19; (4) guru memahami dengan baik cara membuat karya tulis ilmiah sebagai syarat kenaikan pangkat guru; dan (5) peningkatan pengetahuan tentang pembuatan SSP M-Learning bermuatan karakter dan karya tulis ilmiah sebanyak 94,44% guru.
Pelatihan Pembuatan Subject Specific Pedagogy (SSP) M-Learning Bermuatan Karakter Sebagai Solusi Pendidik dalam Pembelajaran dan Karya Tulis Ilmiah Muhamad Firdaus; Utin Desy Susiaty; Yudi Darma; Dewi Risalah; Buchari Buchari
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2023): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v7i1.4306

Abstract

Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk mengetahui peningkatan pengetahuan guru tentang pembuatan Subject Specific Pedagogy (SSP) M-Learning bermuatan karakter dan karya tulis ilmiah. Metode pelaksanaan kegiatan PKM ini dilakukan dengan mengadopsi empat langkah action research, yaitu: perencanaan tindakan, observasi dan evaluasi, dan refleksi. Peserta pengabdian sebanyak 36 orang yang merupakan guru dan anggota PGRI Kabupaten Kayong Utara. Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara luring di PGRI Kabupaten Kayong Utara Kalimantan Barat. Hasil PKM melalui pelatihan pembuatan SSP M-Learning bermuatan karakter dan karya tulis ilmiah disimpulkan sebagai berikut: (1) guru sangat memahami dalam penyusunan SSP terutama dalam mengintegrasikan pilar pendidikan karakter di dalam proses pembelajaran melalui pembuatan RPP; (2) guru sangat kreatif dalam pembuatan bahan ajar yang bermuatan karakter; (3) sesama guru aktif berdiskusi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran khususnya dalam masa pandemi Covid-19; (4) guru memahami dengan baik cara membuat karya tulis ilmiah sebagai syarat kenaikan pangkat guru; dan (5) peningkatan pengetahuan tentang pembuatan SSP M-Learning bermuatan karakter dan karya tulis ilmiah sebanyak 94,44% guru.
Pengembangan E-Modul Berbasis Flipbook Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Pada Materi Bentuk Akar Vlorenta Prisilla Wiwin; Dewi Risalah; Yudi Darma
Jurnal Arjuna : Publikasi Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Matematika Vol. 1 No. 6 (2023): Desember : Jurnal Arjuna : Publikasi Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Matematika
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/arjuna.v1i6.374

Abstract

This discussion is to determine the results of the flipbook-based E-Module on the ability to solve mathematical problems in root form material in class This discussion applies the ADDIE development design form, which has 5 main stages, namely analysis, design, development, implementation, evaluation. The subjects of this discussion are 23 students in class X at SMK Mandiri Pontianak. In this discussion, the instruments used are validation sheets, questionnaires and pretest posttest questions. The first research result is the validation of the E-Module, which means the average score for the 3 experts is 87.66% according to very valid criteria. The second is the practicality value, based on views through questionnaire scores filled in by teachers & students which are accumulated to reach a percentage of 83% according to very practical criteria. Then the effectiveness is checked through the results of inferential statistical tests using the student's pretest and posttest according to the results of the t-test, namely tcount < - ttable significant α=5% (a=0.05). Significant differences were found in student learning outcomes and mathematical problem solving abilities, so that the E-Module was categorized as effective. Therefore, it can be concluded that the flipbook-based E-Module for mathematical problem solving abilities in root form material in class.
KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS DILIHAT DARI VISUALISASI SPASIAL SISWA PADA MATERI KOORDINAT KARTESIUS Avila Yolanda; Dewi Risalah; Muchtadi
Proximal: Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 6 No. 2 (2023): Matematika dan Pendidikan Matematika: Permasalahan dan Solusinya
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/proximal.v6i2.2795

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui untuk mendeskripsikan kemampuan koneksi matematis tingkat tingkat dilihat dari visualisasi spasial pada materi koordinat kartesius di kelas VIII SMP Negeri 1 Sungai Laur di kelas VIII SMP Negeri 1 Sungai Laur. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dan bentuk penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan subjek penelitian adalah siswa kelas VIII A yang terdiri dari 26 siswa. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah tes kemampuan koneksi matematis dan wawancara Hasil penelitian ini menunjukan bahwa siswa B8 dan B1 memiliki kemampuan koneksi matematis tingkat tinggi memenuhi indikator-indikator visualisasi spasial pengimajinasian, pengkosepan, penyelesaian masalah dan pencapaian pola, untuk siswa B25 dan B10 memiliki kemampuan koneksi matematis tingkat sedang siswa B25 memenuhi indikator-indikator visualisasi spasial pengimajinasian, pengkosepan, penyelesaian masalah sedangkan siswa B10 memenuhi indikator pengimajinasian dan pengkosepan saja, dan siswa B11 dan B22 memiliki kemampuan koneksi matematis tingkat rendah hanya memenuhi indikator pengkosepan saja.
KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS DILIHAT DARI VISUALISASI SPASIAL SISWA PADA MATERI KOORDINAT KARTESIUS Avila Yolanda; Dewi Risalah; Muchtadi
Proximal: Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 6 No. 2 (2023): Matematika dan Pendidikan Matematika: Permasalahan dan Solusinya
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/proximal.v6i2.2795

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui untuk mendeskripsikan kemampuan koneksi matematis tingkat tingkat dilihat dari visualisasi spasial pada materi koordinat kartesius di kelas VIII SMP Negeri 1 Sungai Laur di kelas VIII SMP Negeri 1 Sungai Laur. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dan bentuk penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan subjek penelitian adalah siswa kelas VIII A yang terdiri dari 26 siswa. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah tes kemampuan koneksi matematis dan wawancara Hasil penelitian ini menunjukan bahwa siswa B8 dan B1 memiliki kemampuan koneksi matematis tingkat tinggi memenuhi indikator-indikator visualisasi spasial pengimajinasian, pengkosepan, penyelesaian masalah dan pencapaian pola, untuk siswa B25 dan B10 memiliki kemampuan koneksi matematis tingkat sedang siswa B25 memenuhi indikator-indikator visualisasi spasial pengimajinasian, pengkosepan, penyelesaian masalah sedangkan siswa B10 memenuhi indikator pengimajinasian dan pengkosepan saja, dan siswa B11 dan B22 memiliki kemampuan koneksi matematis tingkat rendah hanya memenuhi indikator pengkosepan saja.
PERBANDINGAN DISCOVERY LEARNING DENGAN PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN LKPD PADA KURIKULUM MERDEKA MATERI BENTUK ALJABAR SEKOLAH MENENGAH Sari, Eviana; Dewi Risalah; Utin Desy Susiaty
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 01 (2025): Volume 10, Nomor 01 Maret 2025 in progress
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i01.23262

Abstract

This research aims to find out the comparison of the Discovery Learning model with Problem Based Learning on the learning outcomes assisted by LKPD in the Merdeka Curriculum with Algebra Form Material. This research was carried out on September 24 2024 at SMP Negeri 1 Sungai Kakap. This design involved 2 classes studied, namely the Discovery Learning learning model applied in the experimental class, namely class VII E, and the Problem Based Learning learning model applied in the control class, namely class VII C. The population in this study was class VII of SMP Negeri 1 Sungai Kakap in the academic year. 2023/2024, totaling 182 students. In this research, the method used was a quantitative experimental method, with a quasi-experimental research design, post test only control group design. Based on the research conducted, the average score for the experimental class was 73.97 and the control class was 70.58. Based on calculations that Z_count=-0.0034 and Z_table=1.96. Because Z_count< Z_table, namely -0.0034<1.69, then H_0 is accepted, which means H_1 is rejected. So it can be concluded that there is no difference in student learning outcomes taught using the Discovery Learning learning model and the Problem Based Learning learning model in algebra form material in class VII SMP Negeri 1 Sungai Kakap.