Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Triton

Enhancing the Quality of Chicken Meatball with Egg Albumen as Binding Agent: Study on Chemical, Texture Profile, and Sensory Properties Ismiarti Ismiarti; Abdul Rokhman; Muhamad Solkhan; Sugiyono Sugiyono; Teguh Dwi Putra
JURNAL TRITON Vol 15 No 2 (2024): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v15i2.837

Abstract

Meatball is well-known meat product especially in Indonesia, made from various kind of meat that could be accepted by consumers. The study aimed to investigate chemical, texture profile, and sensory properties of broiler chicken meatball added by egg albumen as a natural additive to increase texture and sensory properties. Meatball composition consisted of chicken breast (60.12%), tapioca starch (20.04%), salt (2.51%), seasonings (2.3%), ice cube (15.03%) and egg albumen based on meat weights. The experiment study used Completely Randomized Design (CRD) with 5 treatments and 4 replications. Treatments consisted of the addition of 0% (P0), 5% (P1), 10% (P2), 15% (P3), and 20% (P4) egg albumen measured by meat proportion. Parameters assessed were chemical (protein and fat), textural profile (hardness, cohesiveness, springiness, and adhesiveness), and sensorial properties (color, taste, texture, and chewiness). Collected data of protein, fat, and texture profile were tested by analysis of variance, significant data continued by DMRT (Duncan’s Multiple Range Test). Sensory properties were analyzed by Kruskal Wallis. In result, the addition of egg albumen were significantly affected (p<0.05) to protein, fat, hardness, and all sensory properties, but it was not significantly affected (p>0.05) to cohesiveness, springiness, and adhesiveness. The addition of 20% egg albumen produced the highest protein and fat content, 11,83±0,30 and 1,55±0,17%, respectively. Then, hardness of chicken meatball on control treatment was the lowest than all treatment, with the highest was 2351,04±7,39 g. Average of cohesiveness, springiness, and adhesiveness were 0,66±0,02; 9,03±0,16 mm; and 0,04±0,03 mJ, respectively. The best sensory properties of chicken meatball with 20% egg albumen were white grayish color, delicious in taste, compact texture, and good chewiness. It could be summarized that adding 20% of egg albumen made the best characteristic on chemical dan sensory properties of chicken meatball.
Kualitas Kimia Keju Berbasis Herbal Kayu Manis dengan Kultur Lactobacillus plantarum Kita-3 selama Penyimpanan Suhu Rendah Sava Talia Rahmah; Beta Novia Putri; Septi Setyas Tuty; Nadlirotun Luthfi; Ismiarti Ismiarti
JURNAL TRITON Vol 16 No 2 (2025): JURNAL TRITON (Issue in Progress)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v16i2.1395

Abstract

Pengembangan pangan fungsional berbasis susu salah satunya produk keju yang disuplementasi dengan herbal, sehingga menghasilkan keju herbal dengan karakeristik fisiko-kimia yang baik. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi kualitas keju yang diasamkan secara tidak langsung menggunakan Lactobacillus plantarum Kita-3 dengan penambahan ekstrak kayu manis. Keju dibuat dari susu sapi yang dibeli dari Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro, kulit kayu manis, rennet hewani komersial, dan kultur bakteri Lactobacillus plantarum Kita-3 dari Pusat Studi Pangan dan Gizi (PSPG) Universitas Gadjah Mada. Penelitian eksperimen ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola searah yang terdiri atas 4 perlakuan dan diulang 6 kali. Perlakuan terdiri atas penambahan ekstrak kayu manis 0% (P1), 3% (P2), 6% (P3), dan 9% (P4) (v/v). Keju disimpan selama 7 hari pada suhu rendah (4-10°C) dan dilakukan pengujian parameter. Parameter yang diuji diantaranya nilai pH, Total Asam Tertitrasi (TAT), Asam Lemak Bebas (ALB), kadar air, dan total padatan. Analisis data dilakukan dengan analisis variansi (Anova) dan post-hoc Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) untuk data yang signifikan. Berdasar hasil penelitian, penambahan ekstrak kayu manis berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap nilai pH, TAT, dan ALB. Nilai pH menurun dan TAT serta ALB meningkat seiring dengan naiknya level ektrak kayu manis pada keju hari ke 7. Penambahan ekstrak kayu manis tidak berpengaruh nyata (p>0,05) terhadap kadar air dan total padatan. Kesimpulanya, penambahan esktrak kayu manis 6% menghasilkan keju dengan kualitas kimia terbaik pada penyimpanan suhu rendah selama 7 hari.
Kualitas Kimia Keju Berbasis Herbal Kayu Manis dengan Kultur Lactobacillus plantarum Kita-3 selama Penyimpanan Suhu Rendah Sava Talia Rahmah; Beta Novia Putri; Septi Setyas Tuty; Nadlirotun Luthfi; Ismiarti Ismiarti
JURNAL TRITON Vol 16 No 2 (2025): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v16i2.1395

Abstract

Pengembangan pangan fungsional berbasis susu salah satunya produk keju yang disuplementasi dengan herbal, sehingga menghasilkan keju herbal dengan karakeristik fisiko-kimia yang baik. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi kualitas keju yang diasamkan secara tidak langsung menggunakan Lactobacillus plantarum Kita-3 dengan penambahan ekstrak kayu manis. Keju dibuat dari susu sapi yang dibeli dari Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro, kulit kayu manis, rennet hewani komersial, dan kultur bakteri Lactobacillus plantarum Kita-3 dari Pusat Studi Pangan dan Gizi (PSPG) Universitas Gadjah Mada. Penelitian eksperimen ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola searah yang terdiri atas 4 perlakuan dan diulang 6 kali. Perlakuan terdiri atas penambahan ekstrak kayu manis 0% (P1), 3% (P2), 6% (P3), dan 9% (P4) (v/v). Keju disimpan selama 7 hari pada suhu rendah (4-10°C) dan dilakukan pengujian parameter. Parameter yang diuji diantaranya nilai pH, Total Asam Tertitrasi (TAT), Asam Lemak Bebas (ALB), kadar air, dan total padatan. Analisis data dilakukan dengan analisis variansi (Anova) dan post-hoc Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) untuk data yang signifikan. Berdasar hasil penelitian, penambahan ekstrak kayu manis berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap nilai pH, TAT, dan ALB. Nilai pH menurun dan TAT serta ALB meningkat seiring dengan naiknya level ektrak kayu manis pada keju hari ke 7. Penambahan ekstrak kayu manis tidak berpengaruh nyata (p>0,05) terhadap kadar air dan total padatan. Kesimpulanya, penambahan esktrak kayu manis 6% menghasilkan keju dengan kualitas kimia terbaik pada penyimpanan suhu rendah selama 7 hari.