Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Ekstrakurikuler Rohis (Kerohanian Islam) Dalam Menumbuhkan Semangat Beribadah Siswa di SMA Negeri 1 Stabat Siti Latifah; Danny Abrianto; Zulfi Imran
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i2.13602

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanan Ekstrakurikuler ROHIS (Kerohanian Islam) dalam menumbuhkan semangat beribadah siswa. Selanjutnya untuk mengetahui bagaimana kendala-kendala yang terjadi dalam proses menumbuhkan semangat beribadah siswa melalui kegiatan Ekstrakurikuler ROHIS (Rohani Islam). Selain itu juga untuk mengetahui bagaimana solusi dalam mengatasi kendala dalam proses menumbuhkan semangat beribadah siswa melalui kegiatan Ekstrakurikuler ROHIS (Rohani Islam). Di dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode kualitatif deskriptif dan jenis pendekatan pedagogis, pendekatan psikologis dan pendekatan religious. Data yang diperoleh melalui informan, diolah dengan teknik pengumpulan data. Pada teknik pengumpulan data melalui lapangan terdiri dari tiga bagian, yaitu observasi, interview, dan dokumentasi. Peranan Ekstrakurikuler ROHIS (Kerohanian Islam) dalam menumbuhkan semangat beribadah siswa-siswi di SMA Negeri 1 Stabat. Terdapat 2 hal pokok yaitu, menyiapkan fasilitas beribadah dan melaksanakan kegiatan-Kegiatan keagamaan. Kendala-kendala yang terjadi dalam proses menumbuhkan semangat beribadah, adalah kurangnya dukungan yang diberikan pihak sekolah sehingga program kerja Ekstrakurikuler ROHIS (Kerohanian Islam) tidak berjalan seperti yang seharusnya. Solusi mengatasi kendala dalam proses menumbuhkan semangat beribadah siswa-siswi adalah pembentukan tim khusus yang bertugas mencatat siswa-siswi yang tidak melaksanakan sholat dan akan diadakan kajian Islami setiap bulan sekali dan sekolah harus memberikan fasilitas yang memadai agar kegiatan kajian dapat berjalan lancar. Implikasi penelitian, menumbuhkan semangat siswa dalam beribadah melalui kegiatan Ekstrakurikuler ROHIS (Kerohanian Islam) dibutuhkan peningkatan pelayanan fasilitas dan pelaksanakan kegiatan-kegiatan keagamaan.
Penerapan Zikir Tariqah Naqshbandiyah Sebagai Sarana Meningkatkan Akhlak Jamaah Di Baitul Jafar Klambir Lima Mukhlis Malik; Zulfi Imran
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 4 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i4.4113

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis penerapan zikir Tariqah Naqshbandiyah sebagai sarana untuk meningkatkan akhlak jamaah di Baitul Jafar Klambir Lima. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan zikir Tariqah Naqshbandiyah memiliki dampak positif yang signifikan terhadap peningkatan akhlak jamaah di Baitul Jafar Klambir Lima. Dalam proses pelaksanaan zikir, jamaah mengalami peningkatan kesadaran spiritual dan kebersamaan, yang memperkuat ikatan sosial di antara mereka. Selain itu, zikir Tariqah Naqshbandiyah juga membantu jamaah untuk mengatasi berbagai tantangan kehidupan sehari-hari, meningkatkan toleransi, serta mempromosikan nilai-nilai moral yang lebih tinggi. Tulisan ini menunjukkan bahwa zikir Tariqah Naqshbandiyah dapat dianggap sebagai alat efektif dalam meningkatkan akhlak jamaah, serta memperkuat komunitas di Baitul Jafar Klambir Lima. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi upaya-upaya lebih lanjut untuk memahami peran zikir dalam meningkatkan moral dan nilai-nilai keagamaan di masyarakat.
Kadirun Yahya: A Perspective from Quranic Studies Herianto; Zulfi Imran
Alhamdulillah : Jurnal Agama Islam Vol. 5 No. 01 (2026): Alhamdulillah : Jurnal Agama Islam
Publisher : Cattleya Darmaya Fortuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54209/alhamdulillah.v5i01.636

Abstract

Advancements in science and technology have spurred the emergence of various paradigms seeking to integrate science with spiritual values. One such concept developed in Indonesia is the "metaphysics of technology" proposed by Prof. Dr. H. Kadirun Yahya. While this idea attempts to explain the interconnections between technological phenomena, metaphysical forces, and Islamic teachings, its epistemological foundation requires reconstruction based on the perspective of Qur'anic studies. This research aims to reconstruct the epistemology of Kadirun Yahya’s metaphysics of technology by positioning the Qur'an as the primary source of knowledge and elucidating the relationship between revelation, reason, and empirical experience in the development of knowledge. The study employs a qualitative method utilizing a library research approach. Data were gathered through an examination of Prof. Dr. H. Kadirun Yahya’s works, literature on Qur'anic studies, exegetical texts (tafsir), and relevant scholarly articles, followed by analysis using descriptive-analytical content analysis techniques. The findings indicate that Kadirun Yahya’s epistemology of the metaphysics of technology is characterized by the integration of revelation, reason, and empirical observation; however, it requires methodological refinement to align with the principles of Qur'anic studies. The resulting reconstruction offers an integrative Qur'anic epistemological model that strengthens scientific validity, clarifies knowledge verification mechanisms, and provides a conceptual contribution to the development of Islamic studies and the dialogue between technology, science, and Qur'anic values in the contemporary era.
Dekadensi Moral di Era Digital Analisis Konsep Akhlak Ibnu Miskawayh sebagai Solusi Etika Media Sosial Fauzi Maulana Adisyah Harahap; Syarifuddin; Zulfi Imran
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 4 No. 2 (2026): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v4i2.862

Abstract

Kemajuan teknologi di era digital telah membuka jalan bagi perubahan sosial dan budaya yang signifikan. Namun, di balik peluang tersebut, muncul tantangan serius berupa kemerosotan moral, khususnya dalam interaksi di media sosial. Gejala seperti penyebaran informasi palsu, ujaran kebencian, perundungan daring, penyalahgunaan data pribadi, serta dominasi perilaku narsistik digital mencerminkan penurunan nilai-nilai etis yang mengkhawatirkan. Penelitian ini mengkaji pemikiran etika Ibnu Miskawayh dalam karya Tahdzib al-Akhlaq sebagai pendekatan alternatif dalam merumuskan etika bermedia sosial. Melalui metode kualitatif deskriptif berbasis studi literatur, ditemukan bahwa prinsip keseimbangan kekuatan jiwa-yakni akal, nafsu, dan amarah-beserta nilai-nilai utama seperti hikmah (kebijaksanaan), iffah (kesucian diri), syaja’ah (keberanian), dan ‘adl (keadilan) memiliki relevansi tinggi dalam membentuk perilaku digital yang beradab dan seimbang. Penerapan konsep akhlak ini dapat direalisasikan melalui penguatan literasi digital berbasis moral, penerapan norma etika digital (netiket), serta revitalisasi kontrol sosial dalam ruang virtual.