Susetyo Eko Banuwarlan
Pascasarjana UIN Raden Mas Said Surakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemetaan Permasalahan Penggunaan Aplikasi E-RKAM di MTSN 15 Boyolali Tahun Anggaran 2021 Susetyo Eko Banuwarlan; Giyoto Giyoto; Supriyanto Supriyanto
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i2.13700

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran dan pemetaan permasalahan dalam penggunaan aplikasi e-RKAM di MTsN 15 Boyolali pada tahun anggaran 2021. Sedangkan metode penelitian yang digunakan dalam riset kali ini adalah metode penelitian kualitatif, Penelitian ini menggunakan metode penelitian diskriptif kualitatif, dengan lebih spesifik penelitian study kasus di MTsN 15 Boyolali. Penelitian deskriptif kualitatif adalah seseuai dengan namamya yaitu memberikan gambaran apa adanya seolah-olah penulis memotret fakta yang ada di lapangan dengan kata-kata/kalimat. Sebisa mungkin fakta-fakta ini bebas dari bias interpretasi penulis, hanya fakta murni yang diungkapkan apa adanya secara faktual dan akurat. Sedang kenapa study kasus karena penulis tertarik dengan kasus ini, penulis anggap kasus ini adalah kasus yang menarik, temuan awal penulis adalah sudah diberikan pelatihan namun tidak menggunakan aplikasi yang dilatihkan tersebut. Alat pengumpulan data yang digunakan untuk menggali informasi digunakan observasi, wawancara dan study dokumen. Analisis data menggunakan teknik:  Data Reduction (Redaksi Data).  Data Dispay (Penyajian Data), Conclusion Drawing/ Verification. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa kendala SDM dalam Penggunaan aplikasi e-RKAM di MTsN 15 Boyolali tidak dapat berjalan maksimal bahkan bisa dikatakan masih belum digunakan. Kurangnya tenaga tata usaha di MTsN 15 Boyolali perlu segera mendapatkan tenaga ASN tambahan entah berstatus PNS ataupun PPPK.  Sedangkan menurut Analisa penulis permasalahan yang dapat dicarikan penyelesaiannya secara jangka pendek adalah dengan melakukan diklat/bimtek ulang terhadap pegawai yang menguasai IT agar bisa menjalankan dan menggunakan aplikasi e-RKAM dengan baik, namun hal ini juga beresiko tidak maksimalnya pekerjaan yang akan dilakukan karena beban kerja yang akan semakin berat bagi pegawai tersebut (yang menguasai ICT/IT) yang sudah sangat banyak memegang aplikasi baik aplikasi-aplikasi perbendaharaan, aplikasi-aplikasi BMN (barang milik negara) serta aplikasi-aplikasi Ortala (organisasi dan tata laksana).