Bernadetta Budi Lestari
PPKn, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Persepsi Orang Tua Siswa Terhadap Sekolah Daring Pada Pandemi Covid-19 Di Kelurahan Kendangsari Adelia Eka Pramesti; Suhartono; Bernadetta Budi Lestari
PILAR Vol 1 No 1 (2021): PACIVIC: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Publisher : Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.726 KB) | DOI: 10.36456/p.v1i1.4254

Abstract

Penelitian ini berdampak besar terhadap pelaksanaan kegiatan belajar mengajar siswa di sekolah. Kegiatan belajar mengajar juga dilakukan di rumah masing-masing. Akibat pandemi ini, orang tua memiliki persepsi tersendiri dalam berurusan dengan sekolah online. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilakukan di Kendangsari dengan mata pelajaran penelitian adalah orang tua yang anaknya masih duduk di bangku SD dan SMP. Dalam penelitian ini juga menggunakan teknik analisis data sesuai Miles dan Huberman, yaitu pengurangan data, menampilkan data, dan verifikasi. Adapun teknik pengambilan data menggunakan kuesioner yang dibagikan secara online melalui Google Form dan wawancara kepada beberapa orang tua secara langsung. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa semua orang tua setuju dengan penyelenggaraan sekolah online saat ini, mengingat jumlah penyebaran virus Covid-19 di Indonesia masih cukup tinggi dan dikhawatirkan jika sekolah tetap dilaksanakan seperti biasa maka akan berdampak pada anak.
Persepsi Calon Pengantin Terhadap Regulasi Pernikahan Pada Pandemi Covid-19 Di Kecamatan Sukolilo Siti Tsamrotul Fitriana; Suhartono; Bernadetta Budi Lestari
PILAR Vol 1 No 1 (2021): PACIVIC: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Publisher : Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.086 KB) | DOI: 10.36456/p.v1i1.4255

Abstract

Penelitian ini didasarkan pada latar belakang pandemi Covid-19, peraturan pemerintah telah berubah di beberapa titik atau yang disebut peraturan, terutama dalam aspek pernikahan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan persepsi calon pengantin tentang peraturan pernikahan di masa pandemi Covid-19 di Kecamatan Sukolilo. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik sumber dan pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dengan pegawai KUA dan memberikan kuesioner online kepada calon pengantin yang mendaftarkan pernikahan di KUA Kecamatan Sukolilo. Hasil kuesioner akan dianalisis menggunakan teknik statistik deskriptif, diikuti oleh hasil wawancara dan deskripsi kuesioner menggunakan analisis kualitatif. Hasil analisis dalam penelitian ini menunjukkan bahwa pengaturan pernikahan di masa pandemi Covid-19 disebabkan oleh tingkat penyebaran Covid-19. Calon pengantin yang mendaftarkan pernikahan telah menurun dibandingkan sebelum pandemi Covid-19. Calon pengantin yang tetap melaksanakan pernikahan dengan mematuhi protokol kesehatan sesuai dengan peraturan pemerintah pusat dan daerah.
Perkembangan Agama Dan Sikap Toleransi Beragama Desa Ngrangsang Selomartani Kalasan Sleman Yogyakarta Bernadetta Budi Lestari; Suhartono
PILAR Vol 3 No 1 (2023): PACIVIC: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Publisher : Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.533 KB) | DOI: 10.36456/p.v3i1.7206

Abstract

Toleransi beragama perlu ditanamkan dalam sanubari Bangsa Indonesia pada umumnya dan pada masyarakat Desa Ngrangsang, Selomartani, Kalasan, Sleman Yogyakarta. Dalam hal ini peneliti tertarik pada masyarakat yang tinggal Desa Ngransang, Selomartani, Kalasan, Sleman, Yogyakarta. Toleransi dalam pergaulan antar umat beragama bermula dari penghayatan ajaran agama masing-masing. Demi memelihara kerukunan beragama sikap toleransi harus dikembangkan untuk menghindari pertengkaran. Biasanya pertengkaran masyarakat beragama disebabkan oleh perasaan dirinya atau agamanya paling benar, sedangkan orang lain dianggap tidak benar. Negara Indonesia masyarakatnya mayoritas memang beragama Islam, tetapi fakta sejarah mengakui bahwa negeri ini berdiri berdasarkan keanekaragaman suku bangsa, bahasa, agama, dan budaya. Untuk itulah toleransi harus ditanamkan dalam sanubari setiap warga negaranya guna untuk memupuk kebersmaan umat beragama di seluruh Indonesia agar tercapai rasa aman, tenteram, dan damai, tanpa mengurangi rasa kebebasan beragama sesuai yang dianutnya. Dari hasil penelitian ini kerukunan beragama di Desa Ngrangsang, Selomartani, Kalasan, Sleman, Yogyakarta, sejak jaman kemerdekaan hingga kini tetap aman dan damai, tidak pernah bersinggungan sedikit pun di antara pemeluk agama.