Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERTUMBUHAN BATANG BAWAH TANAMAN KARET PADA BEBERAPA FREKUENSI PEMUPUKAN NPK DAN PUPUK ORGANIK BRIKET DALAM ROOT TRAINER Putra, Riko Cahya; Pamungkas, Ari Santosa; Susetyo, Imam
Jurnal Penelitian Karet JPK : Volume 37, Nomor 2, Tahun 2019
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.jpk.v37i2.648

Abstract

Pemupukan anorganik memegang peranan penting pada pembibitan tanaman karet dalam root trainer. Efektivitas pemupukan anorganik dipengaruhi oleh frekuensi pemupukan yang tepat dan pemberian pupuk organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk NPK pada beberapa frekuensi pemupukan dan pupuk organik briket gambut rawa pening terhadap pertumbuhan batang bawah tanaman karet dalam root trainer. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Balai Penelitian Getas, Salatiga, Jawa Tengah pada bulan April sampai September 2018. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (Completely Randomize Design). Perlakuan terdiri atas tanpa pemupukan, pupuk NPK 1 minggu, dan kombinasi frekuensi pemupukan (1, 2, 3, dan 4 minggu) dengan pupuk organik briket (1 dan 2 buah). Kombinasi pupuk NPK pada semua frekuensi pemupukan dengan pupuk organik briket gambut rawa pening menunjukkan tinggi tanaman, diameter batang, bobot tanaman, bobot akar, dan kandungan hara daun yang lebih tinggi dibandingkan tanpa pemupukan dan memiliki efektivitas agronomi yang lebih tinggi dibandingkan pupuk NPK 1 minggu. Perlakuan pupuk NPK setiap 1 minggu +2 pupuk organik briket merupakan perlakuan dengan efektivitas agronomi tertinggi (EAR 339%). Sedangkan efektivitas agronomi terrendah ditunjukkan pada perlakuan pupuk NPK setiap 4 minggu +1 pupuk organik briket (EAR 206%). Hasil tersebut menunjukkan bahwa penambahan pupuk organik briket gambut rawa pening dapat mengurangi frekuensi pemupukan anorganik hingga 4 kali dengan efektivitas agronomi yang masih lebih tinggi dibandingkan pupuk NPK 1 minggu
PERAN GAMBUT RAWA PENING DALAM MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PEMUPUKAN ANORGANIK TUNGGAL PADA PEMBIBITAN KARET Putra, Riko Cahya; Pamungkas, Ari Santosa
Warta Perkaretan Vol. 43 No. 1 (2024): Volume 43, Nomor 1, Tahun 2024
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.wp.v43i1.970

Abstract

Pemupukan anorganik terutama menggunakan pupuk tunggal memiliki tingkat efektivitas yang relatif rendah. Pemupukan anorganik tunggal efektivitasnya dapat ditingkatkan melalui penambahan pupuk organik seperti gambut rawa. Salah satu gambut rawa di wilayah Jawa Tengah dengan kualitas yang cukup baik adalah rawa pening Ambarawa. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui bagaimana respon dari penambahan gambut yang berasal dari rawa pening dalam mengurangi penggunaan pupuk anorganik tunggal pada pembibitan tanaman karet. Penelitian berlangsung pada bulan April sampai September 2022 yang berlokasi di kebun percobaan Unit Riset Bogor-Getas, Salatiga. Penelitian ini terdiri atas 7 perlakuan dan 7 ulangan dengan rancangan acak lengkap. Perlakuan meliputi kontrol tanpa pemupukan, pupuk tunggal dosis 100% rekomendasi, dan kombinasi gambut rawa pening dengan pupuk tunggal pada 5 taraf dosis rekomendasi (0%, 25%, 50%, 75%, 100%). Pemberian gambut rawa pening terbukti dapat mengurangi dosis pupuk tunggal hingga 50% dengan pertumbuhan tinggi tanaman, diamater batang, bobot tanaman (basah dan kering), dan serapan hara (N, P, K) yang tidak berbeda nyata dibandingkan pupuk tunggal dosis 100% rekomendasi. Penambahan gambut rawa pening juga dapat meningkatkan efektivitas agronomi relatif dengan mengurangi dosis pemupukan tunggal hingga 50% (RAE 104%). Efektivitas agronomi relatif paling tinggi ditunjukkan pada perlakuan gambut rawa pening + pupuk tunggal dosis 100% rekomendasi dengan RAE 132%.
EVALUASI KESUBURAN TANAH PERKEBUNAN KARET DENGAN PENDEKATAN INDEKS HARA PAMUNGKAS, Ari Santosa; PUTRA, Riko Cahya; SUSETYO, Imam; NUGROHO, Priyo Adi
Jurnal Penelitian Karet JPK: Volume 43, Nomor 2, Tahun 2025
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.jpk.v43i2.1082

Abstract

Suatu survei yang bertujuan untuk mengevaluasi dan membandingkan kesuburan tanah perkebunan karet melalui pendekatan indeks hara (IH) telah dilakukan di sentra tanaman karet di Jawa Tengah (Jateng). Pengambilan contoh tanah dilakukan pada kedalaman 0-20 cm di 18 lokasi perkebunan karet di wilayah Utara dan 19 lokasi di wilayah Selatan Jateng. Lima parameter kesuburan tanah meliputi C-organik, N-total, P-tersedia, K-tersedia dan pH tanah diukur pada contoh tanah yang dianalisis dan selanjutnya ditentukan tingkat kecukupan haranya mengikuti kriteria kesuburan tanah untuk lahan pertanian. Tingkat kecukupan hara lalu digunakan untuk menetapkan nilai IH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa C-organik tanah di wilayah Utara Jateng termasuk kategori sedang (IH= 2,60), lebih besar dari wilayah Selatan yang termasuk ke dalam kategori rendah (IH= 2,41). Di kedua wilayah kandungan N-total tergolong rendah dengan nilai IH= 2,20 dan IH= 2,41 masing-masing untuk wilayah Utara dan Selatan. IH untuk pH tanah di wilayah Utara dan Selatan masing-masing sebesar 1,80 dan 2,10 dan keduanya tergolong masam. Kandungan P-tersedia di wilayah Utara termasuk kategori sedang dengan nilai IH= 3,45 sedangkan di wilayah Selatan tergolong tinggi dengan nilai IH= 3,59. Nilai IH untuk K-tersedia adalah 2,85 (sedang) untuk wilayah Utara dan 2.29 (rendah) untuk wilayah Selatan. Dalam penelitian ini juga ditemukan korelasi linier positif yang kuat dan signifikan (r= 0,67, p< 0,05) antara hara tanah dan hara daun karet yang semakin memperkuat bahwa kecukupan hara tanaman adalah refleksi dari kesuburan tanah.