Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

The Effect of Range of Motion (ROM) Application on Muscle Strength in Elderly Stroke Sufferers at the Tresna Werdha Asisi Social Institute Sukabumi City the Year 2022 Hotmarida Silalahi; Siti Fatimah; Lina Tri Nurjanah; Wita Yuni Suwandi
International Journal of Scientific Multidisciplinary Research Vol. 1 No. 3 (2023): April 2023
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.482 KB) | DOI: 10.55927/ijsmr.v1i3.3921

Abstract

A stroke is a brain dysfunction that occurs suddenly due to abnormal blood circulation in the brain. An elderly is someone who has entered the age of 60 years and over. Muscle strength is the strength of a muscle or muscle group produced to fight resistance with maximum effort. Range Of Motion (ROM) is an exercise performed to maintain or improve the ability to move joints normally and completely to increase muscle mass and tone to prevent deformities, stiffness, and contractures
Faktor yang mempengaruhi rendahnya minat ibu terhadap pemilihan alat kontrasepsi Intra Uterine Device (IUD) di PMB Bidan Turinah Sukabumi Anggraeni, Reni; Fatimah, Siti; Panduwita, Panduwita; Hayati, Yulianti
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 4 No. 5 (2025): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v4i5.684

Abstract

Background: Contraception is an important component in reproductive health services so that it can reduce the risk of death and morbidity in pregnancy. The family planning (KB) program is an effort to regulate the birth of children, the ideal birth distance and age, regulate pregnancy, protection and assistance in accordance with reproductive rights to create a quality family. Intra Uterine Device (IUD) is one of the most effective and safest long-term contraceptives. Purpose: To determine the factors that influence the low choice of intrauterine device (IUD) contraceptives. Method: Analytical descriptive research with a cross-sectional approach conducted at PMB Bidan Turinah, Sukabumi City in January-May 2023. The population of this study was 350 mothers who were active family planning acceptors, with samples taken using a purposive sampling technique of 78 mothers who met the inclusion criteria and exclusion to become a respondent. The instrument used was a questionnaire and the data was processed using SPSS. Univariate and bivariate analysis using the Chi-square test with a significance level of 5% (α=0.05) to observe the relationship between the independent variables (knowledge, attitudes, education and husband's support) and the dependent variable (choice of IUD contraception. Results: Most of the respondents who did not choose IUD had less knowledge, namely 20 (55.6%) with pvalue=0.028. Meanwhile, for the attitude of respondents who did not choose IUD with pvalue=0.033, the majority were in the negative category, 24 (66.7%). Most of the respondents who did not choose the IUD had elementary-middle school education, namely 25 (69.4%) with pvalue=0.061 and the majority of respondents who did not choose the IUD also did not receive support from their husbands, namely 23 (63.9%) with pvalue=0.037. Conclusion: The factors of knowledge, attitude, education and husband's support have a significant influence on mothers' interest in choosing an IUD contraceptive at PMB Bidan Turinah, Sukabumi City. Insufficient knowledge, negative attitudes, low education, and lack of husband's support tend to reduce mothers' interest in choosing IUD as a contraceptive method. Suggestion: Relevant parties can increase public knowledge by providing education about IUD contraception which is part of the success of government programs through the family planning program. Keywords: Husband's Support; Intrauterine device (IUD); Knowledge Pendahuluan: Kontrasepsi merupakan komponen penting dalam pelayanan kesehatan reproduksi sehingga dapat mengurangi resiko kematian dan kesakitan dalam kehamilan. Program keluarga berencana (KB) adalah upaya mengatur kelahiran anak, jarak dan usia ideal melahirkan, mengatur kehamilan, perlindungan, dan bantuan sesuai dengan hak reproduksi untuk mewujudkan keluarga yang berkualitas. Intra Uterine Device (IUD) adalah salah satu alat kontrasepsi jangka panjang yang paling efektif dan aman. Tujuan: Untuk Mengetahui faktor yang mempengaruhi rendahnya pemilihan alat kontrasepsi intra uterine device (IUD). Metode: Penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional yang dilakukan di PMB Bidan Turinah Kota Sukabumi pada Januari-Mei 2023. Populasi penelitian ini adalah 350 ibu akseptor KB aktif, dengan sampel yang diambil menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 78 ibu yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi untuk menjadi responden Instrument yang digunakan kuesioner dan data diolah dengan SPSS. Analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-square dengan tingkat kemaknaan sebesar 5% (α=0.05) untuk mengamati hubungan antara variabel independen (pengetahuan, sikap, pendidikan, dan dukungan suami) dan variabel dependen (pemilihan alat kontrasepsi IUD. Hasil : Sebagian besar responden yang tidak memilih IUD memiliki pengetahuan kurang yaitu sebanyak 20 (55.6%) dengan pvalue=0.028. Sedangkan untuk sikap responden yang tidak memilih IUD dengan pvalue=0.033, mayoritas berada dalam kategori negatif sebanyak 24 (66.7%). Sebagian besar responden yang tidak memilih IUD memiliki pendidikan SD-SMP yaitu sebanyak 25 (69.4%) dengan pvalue=0.061 dan sebagian besar responden yang tidak memilih IUD juga tidak mendapatkan dukungan dari suami yaitu sebanyak 23 (63.9%) dengan pvalue=0.037. Simpulan: Faktor pengetahuan, sikap, pendidikan, dan dukungan suami memiliki pengaruh signifikan terhadap minat ibu dalam memilih alat kontrasepsi IUD di PMB Bidan Turinah Kota Sukabumi. Pengetahuan yang kurang, sikap negatif, pendidikan rendah, dan tidak adanya dukungan suami cenderung mengurangi minat ibu untuk memilih IUD sebagai metode kontrasepsi. Saran: Pihak terkait dapat memberikan peningkatan pengetahuan masyarakat dengan mengadakan penyuluhan tentang alat kontrasepsi IUD yang merupakan bagian dalam menyukseskan program pemerintah melalui program keluarga berencana (KB).
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU PASANGAN USIA SUBUR DENGAN PEMILIHAN ALAT KONTRASEPSI SUNTIK DI PMB K KOTA DEPOK Fatimah, Siti; Rahma, Alya; Sartika, Beti
Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Kebidanan Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Kebidanan
Publisher : LPPM AKBID BI Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65854/jikk.v4i1.34

Abstract

Alat kontrasepsi adalah alat yang digunakan untuk mengatur jarak kehamilan dan mengendalikan kelahiran. Suntik merupakan suatu metode dari kontrasepsi yang diberikan dengan menyuntikkan cairan berupa hormon progesteron yang diberikan secara periodik kapada seorang wanita. Setelah disuntikkan, hormon progresteron tersebut akan masuk ke dalam pembuluh darah lalu secara bertahap akan diserap oleh tubuh guna mencegah kehamilan. Indonesia merupakan negara dengan jumlah populasi terbanyak nomor 4 didunia pada tahun 2024 ini. Berdasarkan hasil survei pendahuluan yang dilakukan pada bulan Juni 2024 di PMB K yang terletak di Kota Depok, jumlah pengguna akseptor KB pada usia subur lebih banyak menggunakan KB suntik daripada KB IUD, implan, dan pil. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan sikap ibu pasangan usia subur dengan pemilihan alat kontrasepsi di PMB K Kota Depok Tahun 2024. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif korelasi dan pendekatan cross-sectional. Sampel yang digunakan merupakan seluruh populasi yakni 41 orang. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Data diolah dengan menggunakan SPSS, analisis data yaitu univariat dan bivariat. Dalam penelitian ini didapatkan ibu pasangan usia subur yang memilih KB 1 bulan 53.7% ibu pasangan usia subur dengan pengetahuan kurang 51.2% dan ibu pasangan usia subur dengan sikap negatif 51.2%. Uji chi-square ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap dengan pemilihan alat kontrasepsi (p<0,05)