Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Kapasitas dan Stabilitas pada Kegagalan Bendung Cipamingkis, Jawa Barat Tri Octaviani Sihombing; Olga Catherina Pattipawaej; Monica Rina Tutkey
Jurnal Teknik Sipil Vol 19 No 1 (2023): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jts.v19i1.5958

Abstract

One of the water management efforts that can be done is the construction of a weir. Aspects that need to be considered in the planning and construction of a weir are capacity and stability. Cipamingkis weir was built in 1980 and is a vital irrigation infrastructure because it irrigates ± 7.508 hectares of rice fields in Bogor Regency and Bekasi Regency. This study aims to determine the capacity of the weir and then calculate its stability condition. Through calculations, it is known that the stability of the weir during normal water level conditions is safe against overturning with a safety factor of 3,8 greater than 1,5 for overturning with earthquake and a safety factor of 10,8 greater than 1,5 for overturning without earthquake. Under normal water level conditions, the weir is known to be safe against shear with a factor of safety of 1,56 greater than 1,1 for shear with earthquake and a factor of safety of 2,99 greater than 1,3 for shear without earthquake. Under flood water conditions, the stability of the weir is safe against overturning with a factor of safety of 1.67 greater than 1,5 for overturning with earthquake and a factor of safety of 2,38 greater than 1,5 for overturning without earthquake. Likewise, the stability of the weir against shear is known to be safe with a factor of safety of 1,68 greater than 1,1 for shear with earthquake and a factor of safety of 3,11 greater than 1,3 for shear without earthquake. The capacity of the weir using the 50-year return period is 1647,44 m3/sec as the ideal design discharge and for the 100-year return period is 1859,36 m3/sec.
Analisis Kebutuhan Air Bersih Untuk Kota Tiakur Kabupaten Maluku Barat Daya Cilindra Johand Ruimasa; Warniyati Warniyati; Monica Rina Tutkey
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.5257

Abstract

Kebutuhan air di bumi dimanfaatkan untuk berbagai macam sektor. Salah satu bentuk pemanfaatannya adalah untuk memenuhi kebutuhan air bersih dan air minum bagi manusia. Jenis kebutuhan air dapat berupa kebutuhan air domestik atau kebutuhan air rumah tangga, kebutuhan non domestik, pelayanan umum dan industri. Kebutuhan air bersih untuk masing-masing daerah tentunya berbeda-beda. Kebutuhan akan penyediaan dan pelayanan air bersih dari waktu ke waktu semakin meningkat yang terkadang tidak diimbangi oleh kemampuan pelayanan. Peningkatan kebutuhan ini disebabkan oleh peningkatan jumlah penduduk, peningkatan derajat kehidupan warga, serta perkembangan kota/kawasan pelayanan ataupun hal-hal yang berhubungan dengan peningkatan kondisi sosial ekonomi warga yang dibarengi dengan peningkatan jumlah kebutuhan air per kapita. Kota Tiakur, Kecamatan Moa Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) Provinsi Maluku merupakan wilayah yang berada di Pusat Ibu kota Kabupaten Maluku Barat Daya, di dalam Kota Tiakur terdapat Kelurahan Tiakur dan Desa Wakarleli. Luas wilayah Kota Tiakur 2351Ha dengan jumlah jiwa 8701 jiwa pada tahun 2023 (BPS Kab. MBD). Untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Kota Tiakur, masyarakat mengunakan layanan PERUMDAM Tirta Kalwedo. Sumber air baku yang digunakan PERUMDAM Tirta Kalwedo untuk melayani SPAM Kota Tiakur adalah mata air sumur bor El-wonna dengan kapasitas debit 25 liter/detik dan sumur bor deepwell dengan kapasitas debit 5 liter/detik. Berdasarkan hasil Analisa Kebutuhan penduduk samapai tahun 2033 adalah sebesar 20,74 liter/detik. Sedangkan, Berdasarkan hasil Perbandingan Air (water balance) diketahui bahwa ketersedian air pada sumur bor Ell wona dan sumur bor Deep well yang menjadi sumber air baku dari PERUMDAM Tirta Kalwedo masih mampu untuk memenuhi kebutuhan air bersih sampai pada tahun 2033.